#Project Overview
Finboost Backend adalah layanan backend untuk sebuah aplikasi mobile yang dirancang untuk menyediakan fitur-fitur utama seperti autentikasi, chat, serta integrasi AI/LLM. Backend ini dikembangkan sebagai bagian dari Capstone Project Bangkit Academy 2024 Batch 2, sebuah program yang diselenggarakan oleh Google, Tokopedia, Gojek, dan Traveloka.
Project ini dibangun dalam bentuk capstone berbasis tim, yang mensimulasikan lingkungan startup dunia nyata, di mana berbagai disiplin ilmu berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah produk yang utuh.
#Bangkit Academy & Konteks Capstone
Bangkit Academy merupakan program intensif berbasis industri yang diakhiri dengan sebuah Capstone Project, di mana peserta bekerja dalam tim lintas learning path. Pada saat itu, Bangkit menyediakan tiga jenis track capstone:
- Entrepreneur Track
- Company Track
- Product Track
Tim kami terpilih untuk masuk ke Entrepreneur Track, yang mengharuskan adanya proses seleksi tambahan. Hanya tim dengan ide yang dinilai layak yang dapat lolos ke track ini. Track ini tergolong paling menantang, namun juga paling rewarding, karena project yang dinilai bagus berkesempatan mendapatkan dana inkubasi untuk dikembangkan menjadi startup yang lebih matang dan siap produksi.
#Komposisi Tim
Tim project Finboost terdiri dari anggota dengan tiga learning path berbeda:
- Cloud Computing: 2 orang (termasuk saya)
- Mobile Development: 2 orang
- Machine Learning: 3 orang
Komposisi ini dirancang untuk merepresentasikan peran-peran nyata dalam sebuah startup, mencakup infrastruktur cloud, pengembangan aplikasi, dan kapabilitas AI.
#Peran & Tanggung Jawab Saya
Saya berada pada learning path Cloud Computing, dengan tanggung jawab utama sebagai berikut:
- Merancang dan mengimplementasikan RESTful API
- Membangun arsitektur backend system
- Menangani deployment dan infrastruktur di Google Cloud Platform (GCP)
- Mengintegrasikan berbagai service pendukung untuk skalabilitas dan reliabilitas sistem
Dalam praktiknya, saya menangani sekitar 90–95% pengembangan backend, termasuk pengambilan keputusan arsitektur dan implementasi teknis. Walaupun komunikasi dan diskusi tim berjalan aktif (hampir setiap hari melalui Discord), beban kerja pada sisi cloud computing pada akhirnya lebih banyak saya tangani sendiri.
Project ini dikembangkan menggunakan SDLC berbasis Agile Scrum, dengan perencanaan task, iterasi, dan diskusi progres secara rutin.
#Arsitektur Backend & Teknologi
Backend Finboost dibangun menggunakan stack modern yang berorientasi production:
-
Node.js & Express
- Pengembangan RESTful API
-
Prisma ORM
- Akses database dan manajemen schema
-
MySQL
- Database relasional
-
JWT
- Autentikasi dan otorisasi
-
Zod
- Validasi runtime dan schema request
-
Firebase
- Service pendukung (misalnya notifikasi atau integrasi tertentu)
-
OpenAPI
- Dokumentasi API
-
Docker
- Containerization untuk environment yang konsisten
-
GitHub Actions
- Otomasi CI/CD
#Google Cloud Platform (GCP)
Untuk deployment dan infrastruktur, saya banyak bekerja dengan berbagai layanan GCP, di antaranya:
-
Compute Engine
- Deployment berbasis VM
-
VPC
- Konfigurasi dan isolasi jaringan
-
Google Cloud Storage (GCS)
- Object storage
-
Container Registry (GCR) / Cloud Run
- Deployment berbasis container dan serverless
Setup ini memungkinkan backend bersifat scalable, reproducible, dan selaras dengan praktik cloud-native.
#Fitur Utama
Beberapa fitur utama yang disediakan oleh backend Finboost antara lain:
- Autentikasi dan otorisasi pengguna
- Sistem chat
- Integrasi fitur berbasis LLM
- Arsitektur API-first untuk kebutuhan mobile app
- Penanganan request yang aman dan tervalidasi
- Deployment cloud-native dengan workflow CI/CD
#Tantangan & Pengalaman
Beberapa tantangan terbesar dalam project ini antara lain:
- Mengelola sebagian besar pekerjaan backend secara mandiri
- Koordinasi lintas learning path
- Menjaga kualitas delivery dengan deadline yang ketat
- Menyeimbangkan aktivitas Bangkit dengan tanggung jawab lainnya
Meskipun menantang, pengalaman ini terasa sangat realistis dan sangat mirip dengan kondisi project di dunia startup maupun enterprise.
#What I Learned
Melalui project Finboost Backend dan program Bangkit Academy, saya memperoleh banyak pembelajaran penting, di antaranya:
- Merancang dan membangun sistem backend RESTful
- Deployment cloud-native di Google Cloud Platform
- Implementasi CI/CD pipeline
- Bekerja dalam tim lintas disiplin
- Penerapan Agile Scrum pada project nyata
- Peningkatan time management, komunikasi, dan sense of ownership
- Menjembatani kebutuhan backend dengan mobile dan machine learning
Salah satu hasil yang paling membanggakan adalah saya dinyatakan lulus sebagai Distinction Graduate, yaitu masuk dalam top 10% lulusan terbaik program Bangkit Academy.
#Distinction
Bangkit Distinction Announcement#Certificate
Bangkit Certificate#Learn Achievement
Bangkit Learn Achievement#Mengapa Project Ini Penting
Finboost Backend merupakan salah satu project terpenting dalam perjalanan saya karena:
- Merepresentasikan sistem backend cloud-native berbasis tim di dunia nyata
- Menunjukkan kemampuan saya dalam meng-handle dan menyelesaikan komponen sistem yang krusial
- Menggabungkan backend engineering, cloud infrastructure, dan praktik DevOps
- Merefleksikan kedalaman teknis sekaligus pertumbuhan profesional
#Kesimpulan
Finboost Backend adalah capstone project yang merepresentasikan pengalaman saya selama mengikuti Bangkit Academy—menantang, intensif, dan sangat berharga. Dibangun menggunakan Node.js, tooling modern, dan infrastruktur Google Cloud, project ini menunjukkan kemampuan saya dalam merancang, mengimplementasikan, dan melakukan deployment backend system yang berorientasi production.
Walaupun tim kami tidak melanjutkan ke tahap inkubasi, seluruh pengetahuan, skill, dan pengalaman yang diperoleh dari project ini memberikan dampak besar terhadap perkembangan teknis dan profesional saya.
Untuk detail arsitektur, implementasi, dan source code lengkap, silakan langsung mengunjungi repository project ini di GitHub.



