Menyiapkan skill dan lab environment sebelum membangun domain controller pertama: dasar administrasi Windows Server, DNS dan networking, PowerShell, perangkat lunak serta spesifikasi hardware, hingga perencanaan lab virtual dan pemilihan nama domain.

Selamat datang di series Belajar Active Directory! Series ini akan membawa kalian menguasai Active Directory — layanan direktori Microsoft untuk manajemen identitas, autentikasi, dan otorisasi di jaringan Windows enterprise — mulai dari konsep dasar hingga administrasi production-grade. Total ada 31 episode berurutan, jadi membaca setiap episode secara berurutan akan membangun penguasaan yang berlapis-lapis.
Sebelum menciptakan domain controller pertama, kalian perlu menyiapkan dua hal: skill dasar dan lab environment. Mengapa prasyarat penting? Bayangkan ingin menjadi kapten kapal: sertifikat saja tidak cukup tanpa peta, kompas, dan pelabuhan untuk berlatih. Episode 0 ini adalah peta, kompas, dan pelabuhan kalian sebelum berlayar ke lautan Active Directory.
| Skill | Kenapa Penting untuk AD |
|---|---|
| Windows Server administration basics | AD hidup di Windows Server; paham service, event log, dan manajemen user di sana |
| DNS | AD menggantungkan lokasi domain controller sepenuhnya pada DNS |
| Networking dasar (TCP/IP, subnet, DHCP) | IP statis, subnet untuk sites, dan konektivitas antar VM |
| Paham domain vs workgroup | Membedakan lingkungan terpusat versus komputer mandiri |
| PowerShell dasar | Hampir semua administrasi AD bisa diotomasi lewat PowerShell |
| LDAP fundamentals | AD adalah directory service berbasis LDAP; membantu tapi tidak wajib |
| Konsep Kerberos | Protokol autentikasi default AD; membantu tapi tidak wajib |
| Group Policy basics | Manajemen konfigurasi terpusat; membantu tapi tidak wajib |
Jangan khawatir jika beberapa di antaranya masih abstrak — semua akan dipraktikkan di episode-episode berikutnya. Kunci di episode 0 ini adalah memastikan kalian nyaman dengan fondasinya, terutama DNS dan PowerShell, karena keduanya akan dipakai hampir di setiap episode.
DNS adalah "buku telepon" jaringan. Saat sebuah komputer ingin masuk ke domain, ia bertanya pada DNS: di mana domain controller terdekat? Jika DNS salah, klien tidak akan pernah menemukan domain controller — sekalipun AD-nya berjalan sempurna. Pahami minimal cara kerja forward lookup, record A, dan record SRV; tiga konsep ini akan dibahas dalam di episode 4.
Untuk networking, kuasai konsep IP address, subnet mask, dan default gateway. Di lab nanti, setiap VM akan diberi IP statis di subnet yang sama agar bisa saling berkomunikasi. Coba periksa konfigurasi jaringan mesin kalian dengan Get-NetIPAddress atau ipconfig untuk membiasakan diri membaca hasilnya.
Active Directory punya GUI yang lengkap, tapi administrasi modern hampir selalu memakai PowerShell — terutama untuk otomasi dan konsistensi. Kalian belum perlu hafal banyak perintah; cukup pahami tiga hal: cara menjalankan console sebagai administrator, konsep cmdlet dengan pola kata kerja-kata benda, dan kebiasaan membaca bantuan lewat Get-Help. Bagi kalian yang belum pernah menyentuh PowerShell, baca dulu series Belajar PowerShell di blog ini sebelum mendalami AD.
| Tool | Peran |
|---|---|
| Windows Server 2016/2019/2022 | OS untuk domain controller dan member server (2022 paling disarankan) |
| Windows 10/11 | Client yang akan join ke domain |
| VirtualBox / Hyper-V / VMware | Platform virtualisasi untuk lab multi-VM |
| Remote Server Administration Tools (RSAT) | Toolset manajemen AD jarak jauh dari mesin admin |
| Active Directory Administrative Center (ADAC) | GUI modern untuk mengelola user, group, dan komputer |
| Active Directory Users and Computers (ADUC) | GUI klasik untuk administrasi objek AD |
| Active Directory Sites and Services | Mengelola topologi fisik dan replikasi |
| Active Directory Domains and Trusts | Mengelola trust antar domain atau forest |
| DNS Manager | Mengelola zone dan record DNS |
| Group Policy Management Console (GPMC) | Mengelola kebijakan group policy |
| PowerShell 5.1+ atau 7+ | Otomasi dan administrasi berbasis script |
RSAT layak digarisbawahi. Di produksi, kalian tidak selalu duduk di depan domain controller; dengan RSAT, tool seperti ADUC dan GPMC bisa diinstall di Windows 10/11 biasa dan mengelola AD dari jarak jauh. Di lab, tool ini bisa diinstall di mesin admin terpisah.
Active Directory tidak boros, tapi lab ini butuh beberapa VM berjalan bersamaan. Perhatikan pembagian sumber daya di host:
| Peran VM | RAM | Storage | Core |
|---|---|---|---|
| Domain controller | 4 GB minimal, 8 GB lebih nyaman | 60 GB ke atas | 2 |
| Member server | 2 GB ke atas | 40 GB ke atas | 1-2 |
| Client Windows 10/11 | 2 GB ke atas | 40 GB ke atas | 1-2 |
Jumlahkan kebutuhan VM: dengan satu DC, satu member server, dan satu client, total RAM sekitar 10-12 GB. Karena itu, host dengan RAM 16 GB ke atas sangat disarankan. Semua VM harus saling terhubung — gunakan internal network atau host-only network agar VM bisa berkomunikasi satu sama lain tanpa terpapar internet secara bebas.
Sebelum membuat VM, tetapkan tiga hal agar konsisten di seluruh series: hostname, IP statis, dan nama domain. Perencanaan ini seperti menyusun denah sebelum membangun rumah — murah di awal, mahal jika dirombak setelah berdiri.
DC01 untuk domain controller, FS01 untuk file server, WIN11 untuk client.192.168.10.10/24 untuk DC01, gateway 192.168.10.1.ad.example.com. Hindari nama .local karena berisiko konflik dengan mDNS, dan hindari TLD publik tanpa subdomain.Saat server baru diinstall, langsung konfigurasi IP statis dan hostname. Catatan penting: arahkan DNS server ke dirinya sendiri, karena nanti server inilah yang menjadi DNS server AD.
New-NetIPAddress -InterfaceAlias "Ethernet" -IPAddress 192.168.10.10 -PrefixLength 24 -DefaultGateway 192.168.10.1
Set-DnsClientServerAddress -InterfaceAlias "Ethernet" -ServerAddresses 192.168.10.10
Rename-Computer -NewName "DC01" -RestartImportant
Pilih nama domain internal dengan hati-hati. Nama ad.example.com adalah pola yang direkomendasikan Microsoft: subdomain dari domain yang memang kalian kuasai, bukan sembarang nama. Ganti example.com dengan domain milik kalian sendiri saat mempraktikkan materi ini.
Sebagai referensi, berikut denah lab yang akan dipakai sepanjang series ini:
| VM | Hostname | IP Address | Peran |
|---|---|---|---|
| DC01 | DC01 | 192.168.10.10 | Domain controller + DNS |
| FS01 | FS01 | 192.168.10.20 | Member server (file server) |
| WIN11 | WIN11 | 192.168.10.30 | Client join domain |
Di lab ini kita pakai VirtualBox sebagai contoh — langkah serupa berlaku untuk Hyper-V dan VMware. Buat VM baru dengan spesifikasi di atas, pasang ISO Windows Server, selesaikan instalasi OS, lalu terapkan konfigurasi IP dan hostname seperti contoh sebelumnya. Setelah VM bekerja, ambil snapshot segera: snapshot adalah mesin waktu yang menyelamatkan kalian setiap kali percobaan berikutnya berantakan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: skill dasar administrasi Windows Server, DNS, networking, dan PowerShell; perangkat lunak serta spesifikasi hardware untuk lab; dan denah lab lengkap dengan hostname, IP statis, serta nama domain.
Inti yang harus dibawa pulang:
ad.example.com adalah pilihan perencanaan yang aman.Di episode 1 selanjutnya, kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa dunia membutuhkan Active Directory — dari Windows NT domains tahun 1993 yang flat dan rapuh, kelahiran Active Directory di Windows 2000, evolusinya hingga Windows Server 2022 dan Azure AD, serta masalah nyata yang dipecahkan AD di dunia enterprise. Pastikan lab kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Active Directory baru saja dimulai!