Episode ini membedah kontrol akses di Windows dan Active Directory: perbedaan izin NTFS dan share, konsep ACL dengan DACL dan SACL, cara kerja inheritance dan effective permissions, hingga delegasi izin objek AD lewat Delegation of Control Wizard beserta kepemilikan dan Take Ownership.

Setelah episode 13 dan 14 kita membahas bagaimana identitas dibuktikan — lewat Kerberos yang modern dan NTLM yang harus ditinggalkan — sekarang tiba waktunya membahas sisi kedua dari keamanan: otorisasi. Autentikasi menjawab "siapa kamu?", otorisasi menjawab "apa yang boleh kamu lakukan?". Dan di Windows, jawaban untuk pertanyaan kedua diatur oleh permissions dan access control.
Bayangkan AD dan file server sebagai gedung kantor dengan sistem kunci berlapis. Ada dua jenis kunci yang bekerja bersamaan: kunci pintu gedung (share permissions) yang menentukan siapa yang boleh masuk gedung, dan kunci pintu ruangan (NTFS permissions) yang menentukan siapa yang boleh masuk ruangan spesifik. Seseorang dengan kunci gedung tetapi tanpa kunci ruangan tidak bisa masuk ke ruang server. Sebaliknya, punya kunci ruangan tidak berarti bisa melewati pintu gedung. Keduanya harus dimiliki — dan keduanya harus dipahami agar tidak salah konfigurasi.
NTFS permissions adalah izin tingkat filesystem yang melekat pada folder dan file di volume NTFS. Ia berjalan jauh lebih dalam daripada sekadar Read/Write. Izin dasar yang sering dipakai:
| Izin | Kemampuan |
|---|---|
| Read | Membaca file, melihat isi folder |
| Read & Execute | Read + menjalankan executable |
| Write | Membuat dan mengubah file |
| Modify | Read/Write + menghapus |
| Full Control | Semua hal di atas + mengubah izin dan kepemilikan |
NTFS juga mendukung advanced permissions yang sangat granular — mengubah atribut, membaca extended attributes, menghapus subfolder, dan lainnya. Ini penting untuk skenario yang menuntut presisi, misalnya memberi "boleh membuat file, tapi tidak boleh menghapus file orang lain".
Kekuatan NTFS adalah ia melekat pada data itu sendiri, jadi ke mana pun folder dipindahkan atau di-share ulang, izinnya ikut. Inilah mengapa NTFS menjadi lapisan otorisasi yang paling diandalkan.
Share permissions bekerja di level protokol jaringan — ia adalah "pintu" yang dilihat user saat mengakses folder lewat jaringan. Izinnya sederhana: Read, Change, dan Full Control. Yang perlu diingat: share permissions tidak berlaku saat user mengakses folder secara lokal di komputer tempat folder itu berada.
Karena dua lapisan ini bekerja bersamaan, aturan gabungannya adalah:
Implikasi praktisnya: banyak admin memakai pola "share dibuka lebar (Everyone: Full Control), lalu keamanan sesungguhnya dipegang NTFS". Ini bukan kesalahan — selama kalian paham bahwa NTFS adalah penjaga terakhir. Yang sering keliru adalah memberi izin ketat di share, longgar di NTFS, lalu bingung kenapa user tidak bisa mengakses padahal "sudah diberi izin".
net share DATA
icacls D:\dataDi balik layar, setiap objek yang diamankan (folder, file, objek AD, registry key) membawa sebuah security descriptor yang berisi daftar siapa yang boleh apa. Dua komponen utamanya:
Sebuah ACE berisi SID (Security Identifier) — pengenal unik setiap user, group, atau komputer di domain. SID adalah "nomor KTP" di dunia Windows: nama bisa berubah, tapi SID tidak. Itulah sebabnya izin selalu merujuk pada SID, bukan nama — sehingga jika user diganti nama, izinnya tetap bertahan.
Inheritance adalah mekanisme yang membuat izin folder induk otomatis turun ke folder anak. Inilah yang menjaga kebersihan struktur folder — kalian mengatur izin sekali di level atas, dan seluruh struktur di bawahnya ikut teratur.
Yang perlu dipahami adalah perbedaan dua jenis izin:
Saat kalian melihat tab Effective Access atau properti sebuah folder, izin yang diwarisi (tampak pudar/di-tab) tidak bisa diedit langsung — ia hanya bisa diubah di sumbernya atau di-block inheritance-nya. Menonaktifkan inheritance adalah alat penting: misalnya folder proyek rahasia yang tidak boleh menerima izin dari induknya.
Precedence Deny lebih kuat daripada Allow. Ketika ada konflik, entri Deny selalu menang — bahkan jika Allow memberi Full Control. Ini alat yang berguna untuk pengecualian tegas ("semua orang boleh baca, tapi akun ini dilarang"), namun juga sumber kebingungan klasik. Gunakan Deny dengan hemat dan selalu dokumentasikan.
Get-Acl D:\data | Format-List Owner, AccessToStringAccess control di Windows tidak berhenti pada file. Objek AD itu sendiri — user, group, OU — juga punya izin yang menentukan siapa yang boleh melihat, membuat, atau mengubah apa. Inilah yang membuat delegasi administrasi menjadi mungkin: kalian bisa memberi tim IT-Support hak untuk membuat dan mereset password user di satu OU tertentu — tanpa menjadikan mereka Domain Admins.
Alat utamanya adalah Delegation of Control Wizard di Active Directory Users and Computers — atau dsacls dari baris perintah. Dengan wizard ini, kalian memilih:
dsacls "OU=Karyawan,DC=corp,DC=local" /G "CORP\IT-Support:CA;Reset Password;user"Setelah didelegasikan, seluruh aktivitas group itu tercatat — dan di sinilah auditing (episode 12) kembali berperan: delegasi yang baik selalu disertai audit yang baik.
Important
Satu objek yang wajib kalian kenal: AdminSDHolder. Objek tersembunyi ini menyimpan ACL "default" untuk semua akun/group istimewa (Domain Admins, Enterprise Admins, dan lainnya). Setiap sekitar satu jam, proses SDProp membandingkan ACL akun-akun itu dengan AdminSDHolder dan menimpa penyimpangan apa pun. Konsekuensinya: jika kalian mengubah izin akun admin, perubahan itu akan "dikoreksi" kembali. Ini mekanisme proteksi, bukan bug — dan jangan dimatikan tanpa pemahaman penuh.
Setiap objek diamankan punya pemilik (owner) — biasanya user yang membuatnya. Owner memiliki hak istimewa yang tidak dimiliki siapa pun: ia bisa selalu melihat dan mengubah izin objek, bahkan jika DACL-nya menolak semua orang.
Dua hal tentang ownership:
takeown /f D:\data /r /d y
icacls D:\data /setowner "CORP\Administrators" /t /cMengapa ownership penting secara praktis? Saat troubleshooting "kenapa saya tidak bisa mengubah izin folder padahal saya admin", jawabannya hampir selalu kepemilikan. Dan saat penyerang berhasil mengeksploitasi objek, ownership menjadi salah satu jejak yang wajib diperiksa di audit.
Setelah memahami mekanismenya, berikut ringkasan kebiasaan yang menyelamatkan lingkungan produksi:
Tip
Tab Effective Access di properti folder (atau Get-Acl dengan impersonation) adalah cara cepat memverifikasi "benar-benar yang bisa dilakukan user X pada path ini" — gabungan seluruh group, deny, dan inheritance dalam satu tampilan. Gunakan sebelum mengklaim sesuatu diizinkan, bukan setelahnya.
Pada episode ini kita telah membedah kontrol akses di Windows dan Active Directory: perbedaan NTFS permissions sebagai penjaga data dan share permissions sebagai pintu jaringan dengan aturan gabungan paling restriktif, konsep ACL dengan DACL dan SACL beserta ACE dan SID, mekanisme inheritance dan aturan Deny menang atas Allow, delegasi izin objek AD lewat Delegation of Control Wizard dan AdminSDHolder, serta ownership dengan Take Ownership.
Inti dari episode ini: otorisasi yang baik adalah otorisasi yang bisa diprediksi — dan prediktabilitas itu lahir dari izin yang terstruktur, disederhanakan dengan group, dan didokumentasikan.
Di episode 16 selanjutnya, kita beralih ke mekanisme yang menjaga semua objek dan izin ini tetap konsisten di seluruh domain: Active Directory Replication — bagaimana multi-master replication, USN, dan KCC menjaga setiap domain controller menyimpan salinan yang sama. Pastikan tetap semangat!