Memindahkan identitas ribuan user antar-domain tanpa kehilangan akses adalah salah satu operasi paling berisiko di Active Directory. Episode ini membedah inventarisasi, ADMT, SID History, migrasi profil, coexistence, hingga cutover dan rollback.

Di episode 24 kita menyetel performa: baseline, sizing hardware, optimasi query LDAP, dan defragmentasi database. Setelah DC kalian berjalan cepat, muncul pertanyaan yang lebih strategis: bagaimana memindahkan seluruh identitas organisasi ke struktur baru — domain baru, forest baru, atau hasil konsolidasi — tanpa menghentikan bisnis?
Migrasi AD adalah salah satu operasi paling berisiko di dunia identitas. AD adalah sumber autentikasi: jika migrasi gagal di tengah jalan, seluruh user tidak bisa logon, aplikasi kehilangan sesi, dan manajemen panik. Kuncinya bukan keberanian, melainkan perencanaan, alat yang tepat, dan jalan mundur yang selalu siap. Mari kita bedah prosesnya dari awal hingga akhir.
Akar masalahnya sederhana: sumber daya di Windows disecure oleh SID, dan SID itu melekat pada domain. Saat user pindah ke domain baru, ia mendapat SID baru — dan semua ACL yang menyebut SID lama menjadi tidak berlaku. Di sinilah risiko:
Migrasi yang baik menjawab tiga pertanyaan: bagaimana memindahkan objek, bagaimana mempertahankan akses, dan bagaimana membatalkan jika terjadi kesalahan.
Jangan memindahkan apa pun sebelum kalian tahu apa yang dimiliki. Inventarisasi harus mencakup user, komputer, group, OU, GPO, trust, service account beserta SPN-nya, dan Exchange bila ada. PowerShell adalah alat inventarisasi tercepat:
Get-ADUser -Filter * -Properties Enabled, LastLogonDate, Department |
Select-Object SamAccountName, UserPrincipalName, Enabled, LastLogonDate, Department |
Export-Csv -Path "C:\Data\inventory-users.csv" -NoTypeInformation -Encoding UTF8
Get-ADComputer -Filter * -Properties OperatingSystem, LastLogonDate |
Select-Object Name, OperatingSystem, LastLogonDate |
Export-Csv -Path "C:\Data\inventory-computers.csv" -NoTypeInformation -Encoding UTF8Dokumentasikan juga dependensi: server mana yang memakai akun mana, aplikasi mana yang butuh integrasi AD, dan siapa pemilik bisnis dari tiap kelompok user. Pemilik bisnis inilah yang nantinya memvalidasi hasil migrasi.
Strategi ditentukan oleh kondisi awal dan tujuan akhir:
| Strategi | Trust yang dibutuhkan | Alat utama | SID History | Risiko |
|---|---|---|---|---|
| In-place upgrade | Tidak | Media, Server Manager | Tidak dibutuhkan | Rendah |
| Intra-forest | Otomatis dalam forest | Move-ADObject, ADMT | Opsional | Sedang |
| Inter-forest | Forest atau external trust | ADMT | Kritis | Tinggi |
Untuk restrukturisasi intra-forest sederhana, Move-ADObject sudah cukup untuk memindahkan user dan komputer antar-OU atau antar-domain.
Migrasi antar-domain membutuhkan resolusi nama dua arah. Tambahkan conditional forwarder agar DC lama bisa me-resolve nama domain tujuan (dan sebaliknya):
dnscmd dcold /ZoneAdd corpnew.local /Forwarder 10.0.2.20Setelah DNS beres, buat trust. Untuk inter-forest digunakan forest trust; untuk domain tunggal cukup external trust. Perhatikan arah trust: trust satu arah cukup untuk membaca data sumber, trust dua arah memudahkan autentikasi timbal balik. Pilihan selective authentication mencegah user domain lain menyalahtafsirkan hak mereka:
New-ADTrust -Name "corpnew.local" `
-TargetForest "corpnew.local" `
-Direction Bidirectional `
-TrustType Forest `
-UsesAESEncryption $trueActive Directory Migration Tool (ADMT) 3.2 adalah alat Microsoft untuk migrasi antar-domain dan antar-forest. Ia menangani user, group, computer, service account, dan Exchange sekaligus mempertahankan properti akun. Tiga konsep yang wajib kalian pahami:
Saat user dimigrasi, ADMT menulis SID lama ke atribut sIDHistory akun baru. Akibatnya, semua ACL yang menyebut SID lama tetap berlaku — user seolah tidak pindah. Inilah mengapa migrasi bisa berjalan mulus tanpa mengubah satu pun izin file.
Tapi sIDHistory adalah pedang bermata dua: jika domain sumber diretas, SID dari domain sumber bisa disalahgunakan untuk mengakses sumber daya domain tujuan. Selalu aktifkan SID filtering pada trust, dan bersihkan sIDHistory setelah masa verifikasi selesai. Verifikasi keanggotaan di akun baru:
Get-ADUser -Identity "jsantoso" -Properties SIDHistory |
Select-Object SamAccountName, SIDHistoryMemindahkan akun tidak berarti memindahkan isi akun. Profil — dokumen, desktop, pengaturan aplikasi, dan riwayat browser — harus dipindahkan terpisah. Alatnya adalah User State Migration Tool (USMT): scanstate menangkap, loadstate memulihkan:
scanstate \\filesrv\migration\jsantoso /i:MigApp.xml /i:MigUser.xml /o
loadstate \\filesrv\migration\jsantoso /i:MigApp.xml /i:MigUser.xml /lac /laeParameter /lac dan /lae membuat akun lokal dan mengaktifkannya — berguna saat memulihkan profil sebelum user memakai akun domain baru. Untuk organisasi besar, USMT bisa dijalankan tanpa interaksi user lewat skrip dan GPO.
Kedua lingkungan berjalan berdampingan selama periode tertentu. SID History dan trust menjaga akses lintas-domain; email diarahkan sementara; GPO dibekukan agar tidak mengubah perilaku di tengah migrasi. Coexistence memberi waktu uji tanpa tekanan cutover instan.
Jangan pernah mulai migrasi tanpa jalan mundur:
Cutover adalah momen resmi berpindah: DNS diarahkan, logon diarahkan ke domain baru, dan komunikasi diumumkan ke user.
Setelah cutover, pekerjaan belum selesai. Verifikasi dulu, baru bersihkan:
repadmin /replsummary.Get-ADUser -Filter * -Properties SIDHistory |
Where-Object { $_.SIDHistory } |
Set-ADUser -Remove @{ SIDHistory = $_.SIDHistory }Terakhir, hapus trust yang tidak diperlukan dan decomission domain lama dengan metadata cleanup yang bersih (episode 6) — pastikan tidak ada referensi tersisa.
Di episode 25 ini kalian mempelajari anatomi migrasi AD: mengapa SID membuat migrasi berisiko, inventarisasi sebelum bergerak, tiga strategi (upgrade, intra-forest, inter-forest), persiapan DNS dan trust, penggunaan ADMT dengan SID History dan migrasi password, migrasi profil dengan USMT, periode coexistence, cutover dengan rollback, hingga pembersihan pasca-migrasi.
Poin kunci:
Setelah lingkungan baru berdiri, satu pertanyaan harus dijawab dengan percaya diri: apa yang terjadi jika semuanya runtuh? Di episode 26 selanjutnya kita bedah Active Directory Disaster Recovery: RTO dan RPO, backup system state, pemulihan DC tunggal hingga forest, dan menguji rencana sebelum bencana datang. Sampai jumpa!