Belajar Active Directory - Active Directory Physical Structure
Episode 3 of 31

Belajar Active Directory - Active Directory Physical Structure

Memahami physical structure Active Directory: sites, subnets, dan site links yang mengatur lokasi domain controller dan replikasi, termasuk peran KCC, biaya site link, serta strategi penempatan domain controller di jaringan yang tersebar geografis.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Di episode 2, kalian mendesain struktur logis AD — forest, domain, dan OU yang merepresentasikan organisasi. Sekarang giliran sisi yang sering dilupakan sampai jaringan mulai lemot: physical structure. Struktur fisik menjawab pertanyaan nyata: di kantor mana domain controller diletakkan, bagaimana data menyalin antar kantor, dan bagaimana klien menemukan domain controller terdekat.

Analoginya: struktur logis adalah denah organisasi — siapa melapor ke siapa. Struktur fisik adalah letak gedung dan rute pengiriman — kantor di mana, jalan mana yang dipakai, dan jalur mana yang lebih murah. Keduanya bisa sangat berbeda dan tetap bekerja sama.

Sites

Site adalah kumpulan jaringan yang terhubung dengan koneksi cepat dan murah — biasanya di lokasi fisik yang sama, seperti satu kantor atau satu lantai. Definisi ini diatur oleh dua hal: konektivitas (bandwidth dan latency) dan subnet.

Dua fungsi utama site:

  • Mengarahkan klien ke domain controller terdekat: saat user login, klien mencari DC di site-nya terlebih dahulu, bukan DC di luar negeri. Ini alasan utama kenapa login tetap cepat di kantor cabang.
  • Mengatur replikasi: perubahan direplikasi secara agresif di dalam site dan lebih hemat di antara site.

Saat AD diinstall, otomatis dibuat site pertama bernama Default-First-Site-Name. Untuk lab multi-lokasi, kalian akan mengganti nama atau menambah site baru.

Subnets

Subnet adalah rentang IP yang mengelompokkan komputer dalam satu area jaringan, misalnya 192.168.10.0/24. Setiap site dipetakan ke satu atau lebih subnet. Ketika klien login, AD membaca alamat IP klien, mencocokkannya ke subnet, lalu menentukan site klien — dan dari situ menemukan DC terdekat.

Pemetaan ini seperti kode pos: begitu tahu alamat, kita tahu daerahnya. Subnet menentukan "kode pos" situs AD, jadi pastikan setiap subnet yang punya klien atau server terpetakan ke site yang benar. Subnet yang tidak terpetakan membuat klien dianggap berada di site default — sering kali berarti DC yang jauh.

Site link adalah jembatan yang menghubungkan dua site atau lebih dan mendefinisikan karakteristik koneksi antar mereka: cost, schedule, dan interval replikasi.

  • Cost: angka yang menunjukkan seberapa "mahal" rute tersebut. Cost lebih kecil berarti rute lebih disukai.
  • Schedule: jam kapan replikasi diizinkan berjalan, misalnya di luar jam kerja untuk link mahal.
  • Replication interval: seberapa sering replikasi dicoba, default 180 menit untuk inter-site.

Site link adalah keputusan desain penting: kalian bilang ke AD rute mana yang murah dan cepat, sehingga AD bisa memilih jalur replikasi yang paling masuk akal.

Penempatan Domain Controller

Prinsip penempatan DC ditentukan oleh kebutuhan klien di setiap lokasi:

  • Setiap site dengan user aktif minimal satu DC. Jika tidak, user di site itu login ke DC di site lain melalui link yang mahal dan lambat.
  • Hub site bisa punya banyak DC untuk redundancy dan load balancing — jangan pernah bergantung pada satu DC saja.
  • Kantor cabang kecil bisa memakai RODC (Read-Only Domain Controller): database read-only yang mengurangi risiko keamanan di lokasi dengan keamanan fisik rendah.
  • Global Catalog placement: tempatkan GC di site yang membutuhkan logon lintas domain atau pencarian global; tanpa GC, logon bisa gagal.

Penempatan DC adalah pertukaran biaya: menambah DC mempercepat login tapi menambah biaya dan replikasi. DC di suatu site sekaligus berarti site itu harus diperhitungkan dalam topologi replikasi.

Replikasi Intra-site vs Inter-site

AD menggunakan multi-master replication: semua DC bisa menerima perubahan. Tapi cara perubahan menyalin berbeda tergantung lokasi:

AspekIntra-site (dalam site)Inter-site (antar site)
KecepatanSegera setelah perubahan (notification-based)Terjadwal sesuai site link
KompresiTidak dikompresi (untuk hemat CPU)Dikompresi (untuk hemat bandwidth)
FrekuensiHampir instanSesuai interval site link, default 180 menit
JalurDirect connection antar DCMelalui bridgehead server

Perubahan di dalam site menyebar hampir seketika. Antar site, AD "menabung" perubahan dan mengirimnya sesuai jadwal dan interval — wajar jika perubahan user di kantor pusat baru terlihat di cabang beberapa menit kemudian.

KCC dan Topologi Replikasi

Topologi replikasi (siapa mereplikasi ke siapa) tidak dibuat manual — ia dihitung otomatis oleh Knowledge Consistency Checker (KCC), sebuah proses yang berjalan di setiap DC. KCC membangun replication topology berbentuk ring di dalam site, dan menentukan bridgehead servers untuk inter-site — DC yang menjadi "portal" keluar-masuk data replikasi antar site.

KCC mengevaluasi ulang topologi secara berkala dan memperbaikinya otomatis saat ada DC baru atau site link berubah. Kalian bisa memaksa evaluasi ulang dengan repadmin:

Memaksa KCC mengevaluasi ulang topologi
repadmin /kcc
Menampilkan ring replikasi DC saat ini
repadmin /showrepl

Jika replikasi bermasalah, repadmin /showrepl adalah tool diagnostik pertama yang kalian buka — ia menunjukkan koneksi replikasi, partner, dan kesalahan terakhir per koneksi.

Cost menentukan jalur replikasi yang dipilih. Semakin kecil cost, semakin disukai rute itu. Saat ada beberapa rute menuju site yang sama, AD memilih jalur dengan total cost terendah — persis seperti GPS memilih rute termurah. Rute langsung (cost kecil) menang atas rute memutar (cost besar).

Konfigurasi fisik bisa dilakukan dari GUI Active Directory Sites and Services, atau dengan PowerShell:

Membuat site dan subnet untuk lab dua lokasi
New-ADReplicationSite -Name "Jakarta"
New-ADReplicationSite -Name "Bandung"
New-ADReplicationSubnet -Name "192.168.10.0/24" -Site "Jakarta"
New-ADReplicationSubnet -Name "192.168.20.0/24" -Site "Bandung"
Membuat site link dengan cost
New-ADReplicationSiteLink -Name "Jakarta-Bandung" -SitesIncluded "Jakarta","Bandung" -Cost 100

Dengan konfigurasi di atas, klien di subnet 192.168.20.0/24 akan memilih DC di site Bandung, dan DC Jakarta–Bandung mereplikasi melalui site link berbiaya 100 sesuai jadwal.

Penutup

Di episode 3 ini kalian memahami physical structure AD: site sebagai kelompok jaringan cepat, subnet sebagai pemetaan IP, site link sebagai jembatan dengan cost dan jadwal, penempatan DC sebagai pertukaran biaya vs kecepatan login, serta KCC yang membangun topologi replikasi secara otomatis.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Site menentukan DC mana yang melayani klien dan bagaimana replikasi berjalan.
  • Setiap subnet dengan klien aktif harus terpetakan ke site yang tepat.
  • Replikasi intra-site cepat dan tidak terjadwal; inter-site lambat, terjadwal, dan terkompresi.
  • KCC membangun topologi otomatis; repadmin /kcc dan /showrepl adalah tool kuncinya.

Di episode 4 selanjutnya, kita membahas komponen yang paling sering disalahkan saat AD bermasalah: integrasi DNS dengan Active Directory — kenapa AD sepenuhnya bergantung pada DNS, bagaimana record SRV membuat klien menemukan domain controller, dan cara troubleshooting DNS yang benar. Ini materi yang akan menyelamatkan kalian berkali-kali!