Mengelola objek direktori lewat konsol Active Directory Users and Computers: membuat user, memahami properti akun, logon hours, dan user account control flags, membedakan group security dan distribution, hingga merancang Organizational Unit yang rapi.

Setelah episode 6 memastikan domain kalian punya lebih dari satu DC, kini saatnya mengisi direktori dengan objek yang sesungguhnya: user, group, dan Organizational Unit (OU). Di episode inilah AD mulai terasa nyata — karena seluruh pekerjaan harian admin berputar di sekitar objek-objek ini.
Episode 7 ini berfokus pada konsol Active Directory Users and Computers (ADUC): cara membuka dan menavigasinya, membuat user beserta propertinya, memahami User Account Control flags dan logon hours, membedakan security group dan distribution group, serta merancang struktur OU. Kita juga akan mulai mengenal pasangan PowerShell-nya — New-ADUser, New-ADGroup, dan Add-ADGroupMember — sebagai jembatan menuju episode 8.
Active Directory Users and Computers adalah snap-in MMC yang menjadi wajah paling klasik administrasi AD. Ia dapat ditemukan setelah RSAT terpasang, dengan mengetik:
dsa.mscDi panel kiri kalian melihat domain ad.example.com dengan folder bawaan seperti Users, Computers, Domain Controllers, dan Builtin. Folder bawaan ini jangan diisi sembarangan — praktik terbaik menempatkan objek buatan sendiri di dalam OU yang kalian rancang. Alasannya: folder bawaan tidak bisa di-delegate dan tidak sefleksibel OU dalam hal target Group Policy.
Sebuah akun user punya beberapa "nama" yang sering membingungkan pemula:
| Identitas | Contoh | Pemakaian |
|---|---|---|
| Display name | Budi Santoso | Nama tampilan di direktori |
| User Principal Name (UPN) | budi.santoso@ad.example.com | Login modern, identitas utama |
| sAMAccountName | budi.santoso | Login legacy, Pre-Windows 2000 |
UPN dan sAMAccountName bisa berbeda. Aturan praktis: gunakan format yang konsisten, misalnya nama.depan.nama.belakang, dan terapkan ke seluruh organisasi. Konsistensi nama memudahkan pencarian, scripting, dan audit di kemudian hari.
Secara GUI: klik kanan pada OU target > New > User, lalu isi nama dan login, set password, dan klik Finish. Tapi karena kalian calon admin yang efisien, mari langsung kenali versi PowerShell-nya:
New-ADUser `
-Name "Budi Santoso" `
-GivenName "Budi" `
-Surname "Santoso" `
-SamAccountName "budi.santoso" `
-UserPrincipalName "budi.santoso@ad.example.com" `
-Path "OU=Karyawan,DC=ad,DC=example,DC=com" `
-AccountPassword (ConvertTo-SecureString "P@ssw0rd" -AsPlainText -Force) `
-Enabled $truePerhatikan -Enabled $true — jika dihilangkan, akun dibuat dalam keadaan disabled. Ini bukan bug, melainkan fitur keamanan: akun yang dibuat script tidak langsung aktif sampai admin menetapkan password dengan sengaja.
Tab Account pada dialog properti user berisi pengaturan yang paling sering diutak-atik:
Tab Profile memungkinkan mengatur profile path (untuk roaming profile), home folder, dan logon script yang dijalankan setiap kali user login. Tab Member Of menunjukkan keanggotaan group — dan di sinilah kunci akses sebenarnya berada, karena hampir semua izin di Windows diberikan lewat group, bukan lewat user.
Setiap akun user memiliki sekumpulan flag internal yang mengontrol perilakunya. Beberapa yang wajib kalian hafal:
| Flag | Efek |
|---|---|
| Must change password at next logon | Memaksa user ganti password saat login pertama |
| User cannot change password | Mencegah user mengganti passwordnya sendiri |
| Password never expires | Mengeluarkan akun dari kebijakan kedaluwarsa |
| Account is disabled | Akun tidak bisa dipakai login |
| Account expires | Masa aktif akun dibatasi |
Dua flag yang paling sering jadi masalah: password never expires sering dipasang asal-asalan pada service account dan membuat kebijakan password tidak berarti; sedangkan account disabled adalah cara yang benar untuk "membekukan" akun karyawan keluar, bukan menghapusnya langsung. Di PowerShell, status aktif akun dikelola dengan Enable-ADAccount dan Disable-ADAccount.
Group adalah mekanisme pemberian izin yang benar di Windows. Ada dua tipe:
| Tipe | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Security | Memberikan izin akses (dan bisa dipakai email) | Domain Admins, IT-Pengguna |
| Distribution | Hanya daftar alamat, tidak bisa diberi izin | Mailing list HR |
Kebanyakan group yang kalian buat adalah security group. Membuatnya lewat PowerShell:
New-ADGroup -Name "IT-Pengguna" -GroupScope Global -GroupCategory Security -Path "OU=Group,DC=ad,DC=example,DC=com"
Add-ADGroupMember -Identity "IT-Pengguna" -Members "budi.santoso", "siti.rahayu"Selain tipe, group punya scope yang menentukan jangkauannya:
| Scope | Jangkauan | Isi |
|---|---|---|
| Domain Local | Resource di domain yang sama | Boleh dari domain mana pun |
| Global | Group di domain yang sama | Anggota dari domain yang sama |
| Universal | Seluruh forest | Anggota dari domain mana pun, tersimpan di GC |
Pola penamaan yang direkomendasikan Microsoft adalah AGDLP: account (user) ditempatkan ke Global group, Global group dimasukkan ke Domain Local group, lalu Domain Local group diberi izin atas resource. Ini menjaga struktur tetap rapi saat perusahaan bertumbuh. Group bawaan seperti Domain Admins dan Enterprise Admins harus dijaga seminimal mungkin anggotanya — ini topik yang akan diperdalam di episode 12.
OU adalah container yang bisa menampung user, group, komputer, bahkan OU lain. Kekuatan OU ada dua: sebagai target Group Policy dan sebagai batas delegasi administrasi. Contoh pembuatan sederhana:
New-ADOrganizationalUnit -Name "Karyawan" -Path "DC=ad,DC=example,DC=com" -ProtectedFromAccidentalDeletion $truePindahkan objek antar OU dengan drag-and-drop atau cmdlet Move-ADObject. Ingat: memindahkan objek mengubah Group Policy yang berlaku padanya — selalu periksa efeknya sebelum memindahkan objek yang sedang dipakai.
Episode 7 ini memberi kalian pijakan utama administrasi objek: membuka ADUC lewat dsa.msc, memahami identitas ganda user (UPN dan sAMAccountName), mengelola properti akun termasuk logon hours dan User Account Control flags, membedakan group security dan distribution beserta scope-nya, hingga merancang OU yang aman dan ter-delegasi.
Inti yang harus dibawa pulang:
-Enabled $true wajib diperhatikan saat New-ADUser.Semua yang kalian lakukan manual di episode ini sebenarnya bisa diotomasi. Di episode 8 kita akan membahasnya tuntas: PowerShell untuk Active Directory — modul ActiveDirectory, Get-ADUser, Set-ADUser, hingga pembuatan ratusan user dari satu file CSV. Sampai jumpa di episode 8!