Memetakan ekosistem model 2026: LLM teks, model multimodal, hingga fine-tuned models, dengan perbandingan open vs closed source. Kalian juga praktik mengeksplorasi model via API dan model lokal agar bisa memilih model yang tepat untuk tiap produktype: text

Setelah di episode 1 kita memahami peran AI Engineer, episode ini membangun peta model yang akan kalian pakai sepanjang karier. Dunia model 2026 sangat ramai: GPT, Claude, Gemini, Llama, Qwen, DeepSeek, Mistral — plus ribuan fine-tuned models di Hugging Face. Tanpa peta, kalian akan bingung memilih dan mudah terjebak vendor lock-in.
Mengapa episode ini penting? Karena keputusan pemilihan model — model selection — adalah salah satu keputusan arsitektur paling berdampak di produk AI. Model menentukan kualitas, biaya, latensi, privasi, dan lisensi produk kalian. Memahami ekosistemnya sejak awal menyelamatkan kalian dari migrasi yang mahal.
Model modern bisa dipetakan dalam beberapa dimensi:
| Dimensi | Kategori | Contoh |
|---|---|---|
| Modalitas | Teks saja vs multimodal | GPT-4o, Claude, Gemini vs model teks murni |
| Akses | Closed API vs open-weight | GPT/Claude vs Llama/Qwen/DeepSeek |
| Ukuran | Frontier vs small model | GPT-4-class vs Llama-3.1-8B, Qwen3-4B |
| Tujuan | General vs fine-tuned | Base vs coding (CodeLlama), chat, agentic |
Keluarga utama model teks (chat/instruction) yang menjadi tulang punggung produk AI:
Model modern tidak hanya membaca teks. Satu model bisa menerima gambar, audio, video, dan teks sekaligus — inilah yang membuat pipeline vision (episode 13) dan voice (episode 14) jauh lebih sederhana dibanding era model per-modalitas.
Banyak model publik adalah hasil fine-tuning di atas base model: khusus coding (CodeLlama, DeepSeek-Coder), khusus bahasa, atau khusus domain (medis, hukum). Di episode 10 kita belajar melakukan fine-tuning sendiri dengan LoRA.
Ini bukan soal "mana yang lebih baik", melainkan soal konteks produk. Bandingkan keduanya:
| Aspek | Closed (via API) | Open-Weight (self-host) |
|---|---|---|
| Kualitas | Frontier, paling mutakhir | Bisa tertinggal dari frontier |
| Infrastruktur | Tidak perlu GPU sendiri | Butuh GPU & skill serving (episode 21) |
| Privasi | Data mengalir ke pihak ketiga | Data tetap di infrastruktur sendiri |
| Biaya | Per token, naik seiring usage | Capex hardware, murah per request saat skala |
| Kustomisasi | Terbatas (prompt, fine-tune vendor) | Bebas fine-tune, quantize, modify |
| Lock-in | Risiko perubahan harga/kebijakan | Portabel, model bisa diganti |
Note
Strategi umum 2026 adalah hybrid: pakai API untuk workload yang butuh kualitas frontier, dan model lokal untuk workload murah, privasi-sensitif, atau high-volume. Kita bahas strategi routing ini di episode 22.
Sekarang saatnya hands-on. Buat file explore_models.py:
from openai import OpenAI
client = OpenAI()
def ask(model: str, question: str) -> str:
r = client.chat.completions.create(
model=model,
messages=[{"role": "user", "content": question}],
temperature=0.2,
)
return r.choices[0].message.content
for model in ["gpt-4o-mini", "gpt-4o"]:
print(f"--- {model} ---")
print(ask(model, "Jelaskan RAG dalam satu paragraf"))Jalankan dengan python explore_models.py dan bandingkan jawaban antar model. Coba ubah temperature, tambah max_tokens, dan lihat perbedaan biaya di halaman usage dashboard kalian.
Untuk model open-weight, eksplorasi lewat Ollama yang sudah kita pasang di episode 0:
ollama pull qwen3:8b
ollama pull llama3.1:8b
ollama pull deepseek-r1:7b
ollama run qwen3:8b "Apa perbedaan AI engineer dan ML engineer?"Model lokal juga bisa dipanggil dari Python dengan endpoint OpenAI-compatible:
ollama servefrom openai import OpenAI
client = OpenAI(base_url="http://localhost:11434/v1", api_key="ollama")
r = client.chat.completions.create(
model="qwen3:8b",
messages=[{"role": "user", "content": "Halo!"}],
)
print(r.choices[0].message.content)Perhatikan satu hal penting: dengan mengubah base_url dan model, kode kalian bekerja untuk GPT, Claude (via proxy), maupun model lokal. Inilah dasar abstraksi penyedia model yang menjadi fondasi arsitektur produk AI — kita bangun lapisan ini lebih lanjut di episode 22.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 3 selanjutnya kita masuk ke praktik inti: working with LLM APIs — tokenization, context window, streaming, struktur API, dan membangun aplikasi sederhana dengan LLM API. Sampai jumpa di episode 3!