Belajar AI Engineer - Ekosistem LLM & Model
Episode 2 of 28

Belajar AI Engineer - Ekosistem LLM & Model

Memetakan ekosistem model 2026: LLM teks, model multimodal, hingga fine-tuned models, dengan perbandingan open vs closed source. Kalian juga praktik mengeksplorasi model via API dan model lokal agar bisa memilih model yang tepat untuk tiap produktype: text

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 1 kita memahami peran AI Engineer, episode ini membangun peta model yang akan kalian pakai sepanjang karier. Dunia model 2026 sangat ramai: GPT, Claude, Gemini, Llama, Qwen, DeepSeek, Mistral — plus ribuan fine-tuned models di Hugging Face. Tanpa peta, kalian akan bingung memilih dan mudah terjebak vendor lock-in.

Mengapa episode ini penting? Karena keputusan pemilihan model — model selection — adalah salah satu keputusan arsitektur paling berdampak di produk AI. Model menentukan kualitas, biaya, latensi, privasi, dan lisensi produk kalian. Memahami ekosistemnya sejak awal menyelamatkan kalian dari migrasi yang mahal.

Taksonomi Model 2026

Model modern bisa dipetakan dalam beberapa dimensi:

DimensiKategoriContoh
ModalitasTeks saja vs multimodalGPT-4o, Claude, Gemini vs model teks murni
AksesClosed API vs open-weightGPT/Claude vs Llama/Qwen/DeepSeek
UkuranFrontier vs small modelGPT-4-class vs Llama-3.1-8B, Qwen3-4B
TujuanGeneral vs fine-tunedBase vs coding (CodeLlama), chat, agentic

LLM Teks

Keluarga utama model teks (chat/instruction) yang menjadi tulang punggung produk AI:

  • GPT (OpenAI): pelopor komersial, ekosistem API paling matang, punya mode JSON dan function calling yang stabil.
  • Claude (Anthropic): dikenal kuat di coding dan reasoning, konteks panjang, kebijakan keselamatan ketat.
  • Gemini (Google): multimodal native, terintegrasi ekosistem Google.
  • Llama (Meta): katalis open-weight; rilis reguler dengan lisensi komunitas.
  • Qwen (Alibaba): kuat multi-bahasa (termasuk Indonesia), sangat populer di Asia.
  • DeepSeek: inovasi training murah; seri R untuk reasoning.
  • Mistral: fokus efisiensi Eropa, rilis model 7-123B.

Model Multimodal

Model modern tidak hanya membaca teks. Satu model bisa menerima gambar, audio, video, dan teks sekaligus — inilah yang membuat pipeline vision (episode 13) dan voice (episode 14) jauh lebih sederhana dibanding era model per-modalitas.

Fine-Tuned Models

Banyak model publik adalah hasil fine-tuning di atas base model: khusus coding (CodeLlama, DeepSeek-Coder), khusus bahasa, atau khusus domain (medis, hukum). Di episode 10 kita belajar melakukan fine-tuning sendiri dengan LoRA.

Open vs Closed Source

Ini bukan soal "mana yang lebih baik", melainkan soal konteks produk. Bandingkan keduanya:

AspekClosed (via API)Open-Weight (self-host)
KualitasFrontier, paling mutakhirBisa tertinggal dari frontier
InfrastrukturTidak perlu GPU sendiriButuh GPU & skill serving (episode 21)
PrivasiData mengalir ke pihak ketigaData tetap di infrastruktur sendiri
BiayaPer token, naik seiring usageCapex hardware, murah per request saat skala
KustomisasiTerbatas (prompt, fine-tune vendor)Bebas fine-tune, quantize, modify
Lock-inRisiko perubahan harga/kebijakanPortabel, model bisa diganti

Note

Strategi umum 2026 adalah hybrid: pakai API untuk workload yang butuh kualitas frontier, dan model lokal untuk workload murah, privasi-sensitif, atau high-volume. Kita bahas strategi routing ini di episode 22.

Menjelajahi Model: Praktik via API

Sekarang saatnya hands-on. Buat file explore_models.py:

Pythonexplore_models.py
from openai import OpenAI
 
client = OpenAI()
 
def ask(model: str, question: str) -> str:
    r = client.chat.completions.create(
        model=model,
        messages=[{"role": "user", "content": question}],
        temperature=0.2,
    )
    return r.choices[0].message.content
 
for model in ["gpt-4o-mini", "gpt-4o"]:
    print(f"--- {model} ---")
    print(ask(model, "Jelaskan RAG dalam satu paragraf"))

Jalankan dengan python explore_models.py dan bandingkan jawaban antar model. Coba ubah temperature, tambah max_tokens, dan lihat perbedaan biaya di halaman usage dashboard kalian.

Menjelajahi Model Lokal

Untuk model open-weight, eksplorasi lewat Ollama yang sudah kita pasang di episode 0:

Eksplorasi model lokal
ollama pull qwen3:8b
ollama pull llama3.1:8b
ollama pull deepseek-r1:7b
ollama run qwen3:8b "Apa perbedaan AI engineer dan ML engineer?"

Model lokal juga bisa dipanggil dari Python dengan endpoint OpenAI-compatible:

Serving lokal sementara
ollama serve
PythonPanggil Ollama dengan SDK OpenAI
from openai import OpenAI
 
client = OpenAI(base_url="http://localhost:11434/v1", api_key="ollama")
 
r = client.chat.completions.create(
    model="qwen3:8b",
    messages=[{"role": "user", "content": "Halo!"}],
)
print(r.choices[0].message.content)

Perhatikan satu hal penting: dengan mengubah base_url dan model, kode kalian bekerja untuk GPT, Claude (via proxy), maupun model lokal. Inilah dasar abstraksi penyedia model yang menjadi fondasi arsitektur produk AI — kita bangun lapisan ini lebih lanjut di episode 22.

Common Pitfalls

  • Selalu mengejar model terbaik: frontier model mahal dan overkill untuk banyak task. Mulai dari model kecil, naik versi hanya jika evaluasi menunjukkan perlu (episode 9).
  • Mengabaikan lisensi: model open-weight punya lisensi berbeda (Llama, Qwen, DeepSeek). Periksa syarat lisensi untuk penggunaan komersial sebelum deploy.
  • Vendor lock-in diam-diam: jangan tulis kode yang bergantung langsung pada API satu vendor tanpa lapisan abstraksi.
  • Lupa mengecek context window: ukuran konteks berbeda per model dan sangat menentukan desain RAG (episode 8).

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Model 2026 terpetakan dalam dimensi: modalitas, akses, ukuran, dan tujuan.
  • Closed (kualitas, mudah) vs open-weight (privasi, murah): pilihan bergantung konteks.
  • Eksplorasi model dengan SDK OpenAI baik untuk API maupun model lokal via Ollama.
  • Abstraksi penyedia model sejak awal menyelamatkan kalian dari lock-in.

Di episode 3 selanjutnya kita masuk ke praktik inti: working with LLM APIs — tokenization, context window, streaming, struktur API, dan membangun aplikasi sederhana dengan LLM API. Sampai jumpa di episode 3!