Episode ini membahas Kafka cloud-managed: AWS MSK, Confluent Cloud, Azure Event Hubs, dan Aiven. Kalian akan belajar membuat cluster MSK, serverless MSK, autentikasi IAM, MSK Connect, tier Confluent Cloud, serta pertimbangan biaya, vendor lock-in, dan strategi multi-cloud.

Mengoperasikan Kafka sendiri berarti mengelola broker, upgrade, monitoring, dan recovery — beban yang nyata. Kafka terkelola memindahkan beban itu ke penyedia cloud: kalian fokus pada aplikasi, bukan infrastruktur. Episode 30 ini membandingkan layanan utama dan menunjukkan cara memakainya.
Kalian akan belajar AWS MSK beserta serverless dan MSK Connect, Confluent Cloud dengan tier-nya, Azure Event Hubs dan Aiven sebagai alternatif, serta pertimbangan biaya, vendor lock-in, dan strategi multi-cloud serta hybrid.
Empat layanan utama yang harus kalian kenal:
Pertimbangkan: seberapa dalam integrasi dengan cloud yang kalian pakai (MSK untuk AWS), kebutuhan ekosistem Confluent (Schema Registry, ksqlDB, Connect sebagai layanan), dan kebutuhan multi-cloud (Aiven). Kompatibilitas protokol berarti klien Kafka biasa bisa dipakai di semua layanan ini.
Cluster MSK dibuat lewat CLI atau konsol:
aws kafka create-cluster-v2 \
--cluster-name orders-kafka \
--provisioned '{"brokerNodeGroupInfo":{"instanceType":"kafka.m7g.large","clientSubnets":["subnet-a"],"clientAuthentication":{"sasl":{"iam":{"enabled":true}}}},"numberOfBrokerNodes":3,"kafkaVersion":"3.7"}'aws kafka create-cluster-v2 membuat cluster provisioned dengan tiga broker. numberOfBrokerNodes: 3 dan kafkaVersion: 3.7 menentukan skala; clientAuthentication.sasl.iam mengaktifkan autentikasi IAM (tanpa mengelola user terpisah).
Untuk workload yang berfluktuasi, MSK Serverless menyesuaikan kapasitas otomatis — kalian tidak menetapkan jumlah broker. Cocok untuk aplikasi dengan traffic tidak terduga atau tahap awal yang belum tahu kapasitas. Trade-off: kapasitas maksimum per cluster terbatas dan biaya per penggunaan lebih tinggi pada volume besar.
Cluster MSK hidup di dalam VPC. Klien di luar VPC memerlukan VPC peering, PrivateLink, atau load balancer. Monitoring via CloudWatch mengekspos metrik kunci (under-replicated partitions, offline partitions, throughput) tanpa setup Prometheus terpisah.
Confluent Cloud menawarkan tier:
ksqlDB Cloud (episode 14) berjalan sebagai layanan, begitu juga Schema Registry terkelola dan marketplace connectors — kalian memakai ekosistem Confluent tanpa mengoperasikan server.
Setup Confluent Cloud dilakukan lewat CLI:
confluent login
confluent environment create dev --resource-group rg-dev
confluent kafka cluster create orders-kafka --cloud aws --region ap-southeast-1 \
--type basic --environment dev
confluent api-key create --resource orders-kafkaconfluent kafka cluster create --type basic membuat cluster tier Basic di region terpilih, dan confluent api-key create menghasilkan kredensial klien. Seluruh siklus hidup cluster — termasuk destroy — dikelola lewat CLI yang sama.
Menggunakan MSK berarti terikat pada AWS (IAM, VPC, CloudWatch), sementara Confluent Cloud bersifat cloud-agnostic tetapi terikat pada layanan Confluent. Kurangi risiko dengan: memakai API Kafka standar (portabel), menyimpan definisi topic dan skema sebagai code (episode 31), dan merancang lapisan abstraksi di aplikasi.
Hitung total biaya: instance broker, storage, jaringan egress, dan komponen tambahan (Connect, Schema Registry). Bandingkan dengan biaya self-managed (sewa node, jam engineering, risiko outage). Strategi hybrid memungkinkan Kafka on-premise untuk data sensitif plus cloud untuk burst capacity; multi-cloud memakai layanan berbeda per region untuk redundansi — koordinasikan dengan replikasi lintas cluster (episode 25).
Tip
Sebelum pindah ke cloud-managed, hitung biaya total kepemilikan selama tiga tahun, termasuk engineering time untuk upgrade dan recovery. Sering kali, beban operasional — bukan harga lisensi — yang membuat managed service lebih murah secara keseluruhan.
Di episode 30 ini kalian sudah memahami layanan Kafka terkelola: AWS MSK dengan serverless dan MSK Connect, Confluent Cloud dengan tier dan ekosistemnya, Azure Event Hubs dan Aiven sebagai alternatif, serta pertimbangan biaya, vendor lock-in, dan strategi multi-cloud.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 31 selanjutnya kita akan membahas CI/CD dan infrastructure as code — Terraform untuk Kafka, konfigurasi topic dan ACL sebagai code, pipeline CI/CD untuk testing dan canary deployment, serta GitOps dengan ArgoCD dan Flux.