Sebelum menyentuh model atau API AI, kalian perlu menguasai dasar Python, matematika statistik & aljabar linear, serta cara berpikir berbasis data. Di episode ini kalian juga menyiapkan Python 3.12+, Jupyter/VS Code, venv, akun Hugging Face & OpenAI/Anthropic, dan memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar Artificial Intelligence! Series ini akan membawa kalian menguasai AI secara utuh — dari konsep & sejarah, machine learning, deep learning, generative AI & LLM, hingga membangun solusi AI nyata dengan RAG, agents, dan integrasi API. Total ada 24 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.
Sebelum menjalankan import pandas as pd atau memanggil API LLM, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena AI bekerja di lapisan data: model tidak "menghafal" jawaban, melainkan belajar pola dari angka dan teks. Tanpa dasar Python dan matematika, kalian akan kesulitan membaca kode contoh, mendiagnosis error training, atau mengevaluasi apakah model kalian benar-benar bagus.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan environment Python, memasang editor dan library utama, membuat akun layanan AI, lalu memverifikasi semuanya untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Python adalah bahasa utama dunia AI — hampir semua framework (PyTorch, TensorFlow, scikit-learn, Hugging Face) memakainya. Kalian wajib nyaman dengan syntax dasar, struktur data (list, dict), loop & fungsi, serta konsep package dan import. Latihan kecil: buat fungsi yang menghitung rata-rata sebuah list.
def mean(values):
return sum(values) / len(values)
print(mean([1, 2, 3, 4, 5]))Jika kalian bisa menebak output 3.0 tanpa menjalankannya, dasar Python kalian sudah cukup untuk mengikuti series ini.
Kalian tidak perlu menjadi matematikawan. Cukup tiga pilar dengan pemahaman intuitif:
Analoginya: seperti mengemudi mobil tidak perlu tahu cara merakit mesin, memakai AI tidak perlu hafal rumus turunan — tetapi memahami kemiringan (gradient) akan menjelaskan mengapa model belajar sedikit demi sedikit. Episode 5 akan membahas ini lebih dalam.
Inti AI adalah pertanyaan: pola apa yang bisa dipelajari dari data ini? Latih kebiasaan bertanya "data apa yang tersedia?", "apa label/target-nya?", "seberapa representatif data ini?" sebelum memikirkan model apa yang dipakai. Skill ini justru yang membedakan engineer AI yang baik dari yang sekadar mengikuti tutorial.
Pastikan Python versi 3.12 atau lebih baru terinstall. Cek versi dan buat virtual environment:
python3 --version
python3 -m venv ~/ai-lab/venv
source ~/ai-lab/venv/bin/activateGunakan venv untuk semua proyek di series ini agar dependency tidak saling tabrakan. Di episode 3 kita akan menambahkan library data science.
Jupyter adalah tempat paling nyaman untuk eksplorasi data: kode dijalankan per-sel, hasil langsung terlihat. Install di dalam venv:
pip install jupyter
jupyter notebookAlternatif modern: VS Code dengan ekstensi Python dan Jupyter — file .ipynb bisa diedit langsung di editor. Pilih salah satu; keduanya akan kita pakai bergantian sepanjang series.
Kalian butuh akses ke layanan yang akan dipakai di episode 7 sampai 14:
| Layanan | Untuk Apa | Registrasi |
|---|---|---|
| Hugging Face | Download model open-weight, dataset, dan pipeline inference | huggingface.co (gratis) |
| OpenAI / Anthropic / Google | API LLM untuk aplikasi & integrasi | platform masing-masing (pay-as-you-go) |
Catat API key dengan aman — simpan di environment variable, jangan pernah commit ke repository. Kita akan membahas praktik aman API key di episode 14 dan 16.
Sebagian besar praktik di series ini (training kecil, RAG, fine-tuning LoRA) bisa dijalankan di CPU dengan RAM minimal 8GB. GPU hanya opsional — dan hanya benar-benar dibutuhkan di episode 5 (MNIST) dan episode 19 (inference berkecepatan tinggi). Untuk yang punya GPU NVIDIA, siapkan juga CUDA agar PyTorch bisa memanfaatkannya:
nvidia-smiTip
Jangan menunda belajar karena belum punya GPU. Hampir semua episode di series ini dirancang berjalan di CPU — GPU baru terasa wajib saat kalian mulai men-training model besar, dan saat itu kalian sudah tahu cara memakainya.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
python3 --version
pip --version
jupyter --version
python3 -c "import math; print(math.sqrt(16))"Semua perintah harus tampil tanpa error. Jika sudah, environment kalian siap. Di episode 3 kita akan menambahkan NumPy, Pandas, Matplotlib, dan scikit-learn.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
venv, Jupyter atau VS Code terinstall.python3 --version, pip --version, dan jupyter --version bekerja tanpa error.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 23 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
venv, Jupyter, dan akun layanan AI (Hugging Face + API LLM).python3 --version, pip --version, dan jupyter --version.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa kalian membutuhkan AI — dari uji Turing 1950, konferensi Dartmouth 1956, musim dingin AI, era machine learning 2010-an, era deep learning & LLM 2020-an, hingga agentic AI di 2025-2026, serta alasan ekonomi mengapa AI kini bernilai triliunan dolar. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar AI baru saja dimulai!