Memahami peta bidang AI secara utuh: relasi AI, machine learning, deep learning, dan generative AI, plus NLP, computer vision, robotics, dan reasoning; serta menguasai terminologi kunci seperti model, training/inference, dataset, feature, label, accuracy, hallucination, dan agent yang dipakai di seluruh series.

Setelah di episode 1 kita memahami sejarah AI — dari Turing sampai agentic era — pada episode ini kita membangun kerangka pikir yang akan dipakai di seluruh series. Dua hal yang akan kita kuasai: peta bidang AI (di mana letak ML, DL, dan GenAI) dan terminologi kunci (model, training, inference, dataset, dan lainnya).
Mengapa episode ini penting? Karena istilah-istilah ini akan muncul berulang kali di semua episode berikutnya. Ketika kita membahas RAG di episode 13 atau agents di episode 15, kalian tidak boleh kebingungan lagi mendengar kata "embedding", "inference", atau "hallucination". Episode ini adalah kamus bersama kita.
Bayangkan AI sebagai lingkaran besar yang berisi sub-bidang yang saling tumpang tindih. Visualisasi berikut merangkum hubungannya:
AI adalah bidang payung: ilmu membuat mesin melakukan hal-hal yang butuh kecerdasan manusia — mengenali pola, memahami bahasa, mengambil keputusan, dan bergerak. Dalam praktik modern, hampir semua AI diimplementasikan lewat machine learning: mesin belajar dari data, bukan diprogram dengan aturan.
ML adalah cabang AI tempat model belajar pola dari data. Kuncinya: kita tidak menulis aturan, melainkan memberi contoh dan membiarkan algoritma menemukan polanya. Contoh paling sederhana — memprediksi harga rumah dari luas dan lokasi. Kita tidak menulis rumus manual; kita melatih model dengan ribuan contoh harga rumah lalu membiarkannya menemukan hubungannya. Episode 4 membahas ML secara mendalam.
DL adalah sub-cabang ML yang memakai neural network bertingkat (banyak lapisan). Ia unggul pada data kompleks: gambar, audio, dan teks. "Deep" merujuk pada banyaknya lapisan — dari beberapa lapisan (2010s) hingga puluhan/ribuan pada model modern. Episode 5 membahasnya lebih dalam.
GenAI adalah DL yang menghasilkan konten baru — teks (LLM), gambar (diffusion), audio, dan video — bukan sekadar mengklasifikasikan. Alih-alih menebak kategori, model belajar distribusi data lalu menghasilkan sampel baru yang mirip. LLM (Large Language Model) adalah bintangnya, dibahas di episode 7.
Model adalah hasil training: sekumpulan parameter (bobot angka) yang telah belajar pola dari data. Analoginya otak yang sudah dilatih — setelah melihat ribuan foto kucing, ia "tahu" seperti apa kucing. Dua kategori: model closed (GPT, Claude, Gemini — hanya via API) dan model open-weight (Llama, Qwen, Gemma — bisa diunduh dan dijalankan sendiri). Episode 7 membedah keduanya.
Analoginya: training adalah sekolah (butuh tahunan), inference adalah menjawab ujian (detik). Keduanya dibedakan jelas karena biaya dan teknologi yang dibutuhkan sangat berbeda.
luas, kamar, lokasi.harga.Untuk gambar, feature-nya adalah nilai pixel; untuk teks, token. Episode 3 dan 9 membahas pengolahan dataset secara praktis.
Agent adalah program AI yang bisa melangkah sendiri: memahami instruksi, merencanakan, memanggil tool (API, database, kode), mengamati hasil, dan mengulangi sampai tugas selesai. Berbeda dari chatbot yang sekali jawab, agent bekerja dalam loop. Ini topik utama episode 15 dan 21.
Tip
Cara cepat mengingat hierarkinya: AI adalah bidangnya, ML adalah metodenya, DL adalah alatnya, GenAI adalah hasilnya. Ketika orang bilang "AI lagi naik", kemungkinan besar yang naik adalah sub-bidang GenAI/LLM — bukan semua AI sekaligus.
Di dunia kerja, kalian akan mendengar istilah ini dipakai longgar. Ada yang menyebut "AI" padahal hanya klasifikasi ML sederhana; ada yang menyebut "machine learning" padahal memakai API LLM tanpa training sama sekali. Memiliki peta yang jelas membuat kalian bisa:
Mermaid di episode ini adalah satu-satunya diagram seri: setelah ini, hampir semua komunikasi memakai kode dan contoh nyata.
Pada episode 2 ini, kalian telah membangun peta bidang AI dan kamus terminologi bersama.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 3 selanjutnya, kita akan turun ke kode: Python untuk AI & tools dasar — NumPy, Pandas, Matplotlib, scikit-learn, dan workflow Jupyter, plus praktik Exploratory Data Analysis di dataset nyata (iris/titanic). Pastikan environment episode 0 sudah siap, karena mulai sekarang kita menulis kode sungguhan!