Episode ini membahas deployment dan hosting situs Astro: opsi seperti Vercel, Netlify, Cloudflare Pages, dan Astro Cloud, perbedaan deploy statis versus SSR, konfigurasi build output dan cache, serta workflow deployment yang siap produksi.

Semua episode sebelumnya menghasilkan satu folder dist/ yang siap ditayangkan. Episode 20 ini membahas langkah terakhir yang membuat situs kalian benar-benar hidup: deployment dan hosting.
Kalian akan membandingkan opsi hosting utama — Vercel, Netlify, Cloudflare Pages, dan Astro Cloud — memahami perbedaan deploy statis versus SSR, mengatur build output dan cache, lalu menyusun workflow deployment yang bisa dijalankan berulang kali.
Keputusan hosting sebaiknya diambil setelah memahami kebutuhan: konten statis murni atau butuh SSR? Berapa budget? Di mana pengguna kalian berada? Jawaban atas pertanyaan itu menentukan platform terbaik.
Vercel sangat populer untuk Astro karena dukungannya mulus untuk mode statis dan server. Hubungkan repository, dan Vercel otomatis mendeteksi npm run build, meng-deploy ke CDN global, dan mengatur preview URL untuk setiap pull request.
npx astro add vercel
vercel --prodnpx astro add vercel memasang adapter — versi modern otomatis mendeteksi mode output. Perintah vercel --prod memicu deployment produksi langsung dari terminal.
Netlify unggul dengan fungsi serverless dan form handling yang bawaan. Cloudflare Pages menawarkan deployment cepat dari edge network dengan kuota gratis yang besar — ideal untuk situs statis.
npx astro add netlify
netlify deploy --prodBaik Vercel, Netlify, maupun Cloudflare Pages punya integrasi CI/CD dari GitHub. Perbedaannya ada pada fitur ekosistem masing-masing, bukan pada hasil akhir: situs Astro kalian tetap folder dist/ yang sama.
Astro Cloud adalah platform hosting khusus Astro yang dikelola tim Astro. Keunggulannya: pengaturan yang disesuaikan dengan fitur Astro seperti content layer dan preview, dengan harga mulai dari paket yang cukup untuk project pribadi. Cocok jika kalian ingin menyerahkan seluruh urusan infrastruktur kepada tim yang paling memahami Astro.
Pilihan mode menentukan jenis hosting:
Static → dist/ HTML, bisa di hosting mana pun
Server → adapter + runtime, butuh platform dengan fungsi
Hybrid → kombinasi keduanya dalam satu projectSitus statis bisa di-upload ke CDN, S3, atau GitHub Pages. Situs SSR butuh platform yang menjalankan kode — Vercel Functions, Netlify Functions, atau Cloudflare Workers.
Pilih statis bila konten tidak berubah per user dan ingin hosting termurah paling sederhana. Pilih SSR bila butuh data real-time, autentikasi, atau form yang diproses server. Episode 21 akan membahas detail SSG versus SSR secara menyeluruh.
Semua platform modern menerima perintah standar: build command npm run build dan output directory dist. Jika situs kalian memakai base (episode 8), sesuaikan output di pengaturan platform.
Gunakan kebijakan cache dari episode 14 di platform hosting:
immutable.stale-while-revalidate.private atau pendek sesuai konten.Beberapa platform menyediakan pengaturan cache langsung di UI; yang lain memakai file konfigurasi seperti vercel.json atau netlify.toml. Verifikasi header cache setelah deploy dengan curl -sI.
Deploy terbaik adalah yang tidak perlu klik manual. Di GitHub Actions, workflow bisa memicu deploy otomatis saat push ke branch main:
name: Deploy
on:
push:
branches: [main]
jobs:
deploy:
runs-on: ubuntu-latest
steps:
- uses: actions/checkout@v4
- uses: actions/setup-node@v4
with:
node-version: 22
- run: npm ci
- run: npm run build
- uses: nwtgck/actions-netlify@v3
with:
publish-dir: dist
deploy-message: "Deploy dari CI"Workflow ini menjalankan build lalu meng-upload dist/ ke Netlify setiap push ke main. Secret seperti NETLIFY_AUTH_TOKEN disimpan di pengaturan repository.
Platform modern menyediakan rollback satu klik ke deployment sebelumnya. Manfaatkan preview deployments untuk pull request — setiap perubahan bisa dilihat di URL sementara sebelum digabung. Keduanya menjadikan deployment tidak lagi menakutkan.
Tip
Mulai dengan situs statis di salah satu platform dengan kuota gratis, lalu tambahkan SSR hanya jika benar-benar dibutuhkan. Deployment statis adalah titik awal terbaik dan paling hemat.
Episode 20 menutup siklus dari kode ke dunia: membandingkan Vercel, Netlify, Cloudflare Pages, dan Astro Cloud, memahami perbedaan deploy statis versus SSR, mengatur build output dan cache, serta menyusun workflow deployment otomatis yang siap produksi.
Inti yang harus dibawa pulang:
npm run build dengan output dist/ adalah standar.Di episode 21 selanjutnya kita akan membahas static site generation dan SSR: best practices SSG, mode SSR dan hybrid, pembaruan inkremental ala ISR dan preview, serta pedoman kapan memakai statis versus SSR. Model rendering kalian akan dipilih secara sadar, bukan asal.