Memahami proxy provider dan outpost di Authentik: mode forward auth, single application, dan proxy, outpost embedded versus standalone Docker dan Kubernetes, header yang dikirim ke aplikasi, serta contoh deployment outpost dengan Docker Compose.

Empat episode terakhir membangun jembatan OIDC untuk aplikasi modern. Tapi di dunia nyata, banyak aplikasi yang tidak mendukung OIDC, SAML, atau LDAP sama sekali: tools lama, dashboard sederhana, atau aplikasi yang hanya menerima reverse proxy biasa. Apakah mereka harus dibiarkan tanpa autentikasi? Tidak.
Di episode ini kalian akan mengenal proxy provider dan outpost — cara Authentik melindungi aplikasi apa pun tanpa mengubah kode aplikasinya. Analoginya begini: OIDC seperti meminta setiap penghuni kompleks memiliki kartu identitas masing-masing. Proxy provider seperti satu pos keamanan di gerbang kompleks — siapa pun yang lewat harus menunjukkan identitasnya di sana, terlepas dari siapa penghuninya.
Outpost adalah komponen terpisah yang menjalankan logika jenis provider tertentu. Beberapa provider — proxy, LDAP, RADIUS, dan RAC — tidak berjalan di dalam core Authentik, melainkan di outpost yang bisa dideploy di mana saja asalkan bisa terhubung ke API Authentik.
Keuntungannya nyata:
Outpost hadir dalam dua bentuk utama:
Berikut perbandingannya:
| Aspek | Embedded | Standalone |
|---|---|---|
| Setup | Otomatis, tanpa langkah ekstra | Perlu kontainer atau deployment |
| Isolasi | Berbagi sumber daya core | Terpisah dan independen |
| Skalabilitas | Terbatas | Bisa direplikasi dan diletakkan dekat aplikasi |
| Pengelolaan | Ikut lifecycle core | Otomatis via Docker/Kubernetes integration |
Proxy provider punya tiga mode yang menentukan bagaimana trafik mengalir:
Warning
Forward auth mode domain level menggunakan satu provider untuk semua aplikasi, jadi policy yang di-bind ke provider tersebut berlaku seragam. Jika setiap aplikasi butuh aturan berbeda, pisahkan ke provider single application masing-masing.
Mode forward auth bekerja seperti penjaga pintu yang memanggil pusat verifikasi identitas. Urutannya:
Aplikasi tidak pernah tahu cara Authentik bekerja — ia hanya membaca header yang diberikan.
Header inilah yang menjadi jembatan antara Authentik dan aplikasi. Aplikasi membaca header untuk mengenali siapa yang sedang mengakses:
| Header | Isi |
|---|---|
| X-Authentik-Username | Username user yang login |
| X-Authentik-Groups | Grup user, dipisah pipa: foo|bar|baz |
| X-Authentik-Email | Alamat email user |
| X-Authentik-Name | Nama lengkap user |
| X-Authentik-UID | Identitas user dalam bentuk hash |
| X-Authentik-Meta-Outpost | Nama outpost yang menangani request |
Outpost juga menyediakan beberapa meta header tambahan, dan kalian bisa menambah header statis lewat atribut additionalHeaders pada user atau grup. Outpost mendengarkan di port 9000 untuk HTTP, 9443 untuk HTTPS, dan 9300 untuk metrik Prometheus.
Pengelolaan outpost berpusat di halaman Applications > Outposts pada Admin interface:
Important
Token outpost adalah kunci yang memberi akses baca ke konfigurasi provider. Jangan menaruhnya di file yang masuk version control — gunakan environment variable atau secret manager. Token yang bocor bisa dipakai untuk memalsukan outpost.
Untuk outpost standalone, Authentik menyediakan image proxy resmi. Contoh docker-compose.yml:
version: "3.8"
services:
authentik-proxy:
image: ghcr.io/goauthentik/proxy:2026.5.1
container_name: authentik-proxy
environment:
AUTHENTIK_HOST: "https://auth.example.com"
AUTHENTIK_INSECURE: "false"
AUTHENTIK_TOKEN: "token-dari-halaman-outpost"
ports:
- "9000:9000"
- "9300:9300"
restart: unless-stoppedAUTHENTIK_HOST: alamat instance Authentik yang dipakai outpost untuk berkomunikasi.AUTHENTIK_TOKEN: token yang dihasilkan saat membuat outpost di Admin interface.9000 untuk trafik HTTP, 9300 untuk metrik.Lalu jalankan:
docker compose up -dTip
Pada environment production, jangan hardcode token di compose file. Ganti nilai AUTHENTIK_TOKEN dengan environment variable milik host, misalnya AUTHENTIK_OUTPOST_TOKEN, agar token tidak pernah tersimpan di file yang dibagikan.
Poin kunci episode ini:
X-authentik-username dan X-authentik-groups menjadi bahasa yang dibaca aplikasi.Fondasi sudah lengkap: kalian tahu apa itu outpost, cara kerjanya, dan cara men-deploy-nya. Di episode 12, waktunya menghubungkan outpost ini ke reverse proxy sungguhan — kalian akan mengintegrasikan Traefik dengan forward auth Authentik, lengkap dengan middleware, label, dan pengaturan header agar aplikasi kalian terlindungi dengan mulus.