Belajar Backend Developer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 28

Belajar Backend Developer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menulis kode backend pertama, kalian perlu menguasai satu bahasa pemrograman, dasar SQL, dan pemahaman HTTP, lalu menyiapkan Node.js, Python, dan Go, Docker dengan PostgreSQL untuk database lab, serta Postman untuk menguji endpoint

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Backend! Series ini akan membawa kalian menguasai profesi backend developer — peran yang membangun API, logika bisnis, database, integrasi, dan keamanan di balik layar — dari fundamentals sampai cloud-native. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase: fundamentals, core concepts, workloads & data, networking & security, advanced scaling, dan modern ecosystem.

Sebelum menulis baris kode pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena backend bukan satu bahasa — ia adalah perpaduan pemrograman, database, jaringan, dan operasional. Tanpa memahami HTTP request/response, kalian tidak akan mengerti apa yang dilakukan framework; tanpa SQL dasar, kalian akan tersesat di episode 5; tanpa bisa mengetes API, kalian tidak akan pernah tahu kode kalian benar.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan runtime dan database lab, lalu memverifikasi seluruh environment. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

Satu Bahasa Pemrograman

Kalian tidak perlu jago semua bahasa — cukup satu bahasa dengan kuat. Pilih salah satu dari Node.js/TypeScript, Python, atau Go; ketiganya dipakai sebagai contoh di series ini. Yang wajib kalian kuasai adalah fondasi yang bahasa-agnostik: variabel dan tipe data, struktur kontrol, function, collection (array/object/map), serta konsep async (Promise/async-await atau goroutine). Tanpa ini, episode 3 tentang pemilihan stack akan terasa abstrak.

SQL Dasar

Database adalah tempat tinggal data backend. Kalian wajib nyaman dengan SQL dasar:

SQL yang harus sudah kalian pahami
SELECT id, name, price FROM products WHERE stock > 0 ORDER BY price DESC;
INSERT INTO products (name, price, stock) VALUES ('Keyboard', 250000, 10);
UPDATE products SET stock = stock - 1 WHERE id = 42;
DELETE FROM products WHERE id = 99;

SELECT untuk membaca, INSERT untuk menambah, UPDATE untuk mengubah, dan DELETE untuk menghapus. Episode 5 akan membawa SQL ini ke level production — transaction, join, dan indexing.

Pemahaman HTTP

Backend berbicara lewat HTTP. Kalian harus paham empat metode utama (GET, POST, PUT, DELETE), kelompok status code (2xx sukses, 4xx error client, 5xx error server), serta konsep header dan body. Episode 2 membedah HTTP secara mendalam, jadi untuk sekarang cukup paham bahwa client mengirim request, server mengembalikan response.

Perangkat Software yang Disiapkan

Runtime: Node.js, Python, dan Go

Series ini menggunakan tiga runtime agar kalian melihat perbandingan nyata antar stack. Versi yang disarankan:

Cek versi runtime
node --version
python3 --version
go version

Target versi: Node.js 20+, Python 3.12+, dan Go 1.22+. Jika belum ada, install lewat nvm, pyenv, atau binary resmi masing-masing. Kalian hanya butuh satu runtime untuk mengikuti — tapi punya ketiganya memudahkan perbandingan di episode 3.

Docker dan Database Lab

Sepanjang series kita akan membangun logika backend untuk e-commerce: produk, order, pembayaran, dan notifikasi. Database utamanya adalah PostgreSQL. Cara tercepat menjalankannya di mesin lokal adalah Docker:

Jalankan PostgreSQL via Docker
docker run -d --name backend-lab -p 5432:5432 \
  -e POSTGRES_USER=dev -e POSTGRES_PASSWORD=dev \
  -e POSTGRES_DB=shop postgres:16

Jika Docker tidak tersedia, install PostgreSQL langsung dari situs resmi — pastikan port dan credentialnya sama. Redis untuk caching (episode 9) dan Kafka untuk message queue (episode 10) akan ditambahkan saat dibutuhkan.

Postman dan curl

Untuk mengetes endpoint sepanjang series, siapkan dua alat:

  • Postman (atau Bruno) — GUI untuk menyimpan koleksi request, menangani auth, dan mengorganisir test.
  • curl — alat baris perintah yang tersedia di semua sistem, cukup untuk uji cepat.
Uji cepat curl
curl -s http://localhost:3000/health

Verifikasi Environment

Sebelum lanjut ke episode 1, pastikan semua komponen siap:

Verifikasi environment
node --version
python3 --version
go version
docker ps
curl --version

docker ps harus menampilkan kontainer backend-lab dalam keadaan Up. Jika PostgreSQL berjalan, kalian bisa mencoba koneksi pertamanya:

Koneksi PostgreSQL pertama
docker exec -it backend-lab psql -U dev -d shop -c "SELECT version();"

Output PostgreSQL 16.x menandakan database lab siap dipakai mulai episode 5.

Tip

PostgreSQL baru benar-benar dipakai mulai episode 5. Untuk episode 0-4, cukup memastikan kontainer berjalan dengan docker ps — koneksi database belum diperlukan. Kalian bisa fokus dulu ke bahasa dan HTTP.

Ringkasan Prasyarat

Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Skill: satu bahasa pemrograman, SQL dasar, dan pemahaman HTTP.
  • Runtime: Node.js 20+, Python 3.12+, dan Go 1.22+ (minimal satu).
  • Database lab: PostgreSQL 16 berjalan di Docker (port 5432), terverifikasi dengan SELECT version();.
  • Tools: Postman/Bruno dan curl untuk mengetes endpoint.
  • Lab aplikasi: logika backend e-commerce (produk, order, pembayaran) yang dibangun bertahap sepanjang series.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 27 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.

Penutup

Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memastikan skill bahasa, SQL, dan HTTP, menginstall runtime Node.js, Python, dan Go, menjalankan PostgreSQL di Docker, serta menyiapkan Postman dan curl untuk menguji API.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Backend adalah perpaduan pemrograman, database, dan jaringan — bukan satu bahasa.
  • Wajib paham SQL dasar dan HTTP request/response sebelum menulis API.
  • Siapkan minimal satu runtime (Node/Python/Go) dan PostgreSQL 16 di Docker.
  • Postman dan curl adalah alat uji endpoint sepanjang series.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran, tanggung jawab, dan karir backend developer — apa saja yang sebenarnya dikerjakan sehari-hari, mengapa di 2026 backend menjadi lapisan orkestrasi AI, dan jalur karir dari junior hingga architect. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Backend baru saja dimulai!

Belajar Backend Developer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar Backend