Episode ini mengajarkan pengelolaan tape dan storage Bacula: konfigurasi device tape (LTO), integrasi changer/autoloader dengan label per slot, strategi rotation tape, perbandingan dengan disk storage, serta strategi deduplikasi plugin Enterprise versus storage file-based di Community.

Di episode 10 kita melindungi workload hidup. Tapi di mana data disimpan dalam jangka panjang? Untuk retensi bertahun-tahun, tape masih menjadi pahlawan yang diandalkan banyak organisasi — dan Bacula adalah salah satu open source dengan dukungan tape paling matang. Di episode 11 kita menguasai tape dan changer, lalu menyeimbangkannya dengan disk storage.
Keputusan disk vs tape bukan soal tren, melainkan soal profil data: data yang sering di-restore ingin berada di disk; data yang hanya disimpan untuk compliance cocok di tape. Administrator profesional memahami keduanya.
Di bacula-sd.conf, tape didefinisikan sebagai device sekuensial:
Device {
Name = TapeDrive
MediaType = LTO-9
Archive Device = /dev/nst0
LabelMedia = yes
Random Access = no
AutomaticMount = yes
RemovableMedia = yes
AlwaysOpen = no
}Perbedaan kunci dari disk:
Random Access = no — tape hanya bisa dibaca sekuensial. Restore satu file kecil bisa berarti memindai seluruh tape.RemovableMedia = yes — tape bisa dilepas dari drive dan disimpan di rak; ini inti strategi offsite.Archive Device = /dev/nst0 — perangkat karakter tape Linux. /dev/nst0 adalah tape non-rewinding, yang lebih tepat untuk backup daripada /dev/st0 (rewinding).Tape bersifat fisik: kalian membeli sejumlah tape dan memutarnya. Pola klasik:
Pool {
Name = WeeklyTapePool
Pool Type = Backup
Recycle = yes
AutoPrune = yes
Volume Retention = 14 days
Maximum Volumes = 6
}Enam tape, dua minggu retention, dirotasi: setiap minggu satu tape keluar siklus dan dipakai ulang. Tape yang menyimpan data compliance dikeluarkan dari pool (purge + taruh di rak) agar tidak pernah di-recycle.
Note
Tape yang akan disimpan jangka panjang harus dilepas dari pool aktif. Jika tape masih terdaftar di pool dengan Recycle = yes, Bacula akan menimpa isinya setelah retention — termasuk "arsip" yang kalian kira aman di rak.
Tape library (autoloader) adalah kotak dengan banyak slot tape dan satu atau lebih drive. Bacula mengontrol changer untuk mount/unmount otomatis tape dari slot ke drive — inilah yang memungkinkan backup berjalan tanpa operator.
Konfigurasi di bacula-sd.conf memakai two-part device: device changer + device tape driver.
Device {
Name = Changer
DeviceType = Changer
Changer Device = /dev/sg0
Changer Command = "/etc/bacula/scripts/mtx-changer %c %o %S %a %d"
Changer Devices = "TapeDrive"
}
Device {
Name = TapeDrive
MediaType = LTO-9
Archive Device = /dev/nst0
Random Access = no
RemovableMedia = yes
}mtx-changer adalah script yang membungkus perintah mtx (SCSI changer tools) — Bacula tidak memakai driver changer sendiri, melainkan memanggil tool ini.
Tape di dalam changer diidentifikasi lewat slot dan barcode. Dari bconsole:
* label barcodes pool=WeeklyTapePoollabel barcodes memindai barcode setiap tape di changer dan memberi label sesuai barcode (misal LTO009-0001). Tanpa barcode, label manual:
* label slot=3 pool=WeeklyTapePoolPenting: barcode fisik tape harus unik, karena Bacula mengasosiasikan slot dengan barcode. Ganti posisi tape antar slot, dan Bacula mengikutinya lewat barcode.
Warning
Label yang salah di tape adalah skenario bencana restore: Bacula mengira tape berisi data X padahal berisi data Y, lalu Recycle menimpanya. Selalu verifikasi barcode/label dengan list volumes setelah labeling, dan periksa status device setelah operasi changer.
Yang sudah kita pakai sejak episode 3:
Device {
Name = FileStorage
MediaType = File
Archive Device = /var/lib/bacula/storage
LabelMedia = yes
Random Access = yes
AutomaticMount = yes
RemovableMedia = no
}Disk unggul dalam kecepatan restore dan kesederhanaan, tapi biaya per GB lebih tinggi dan rentan pada kerusakan disk tunggal — pertimbangkan RAID atau storage eksternal.
Deduplikasi menghapus data berulang: satu blok disimpan sekali, referensi untuk sisanya. Dampaknya dramatis untuk workload VM (banyak OS identik) atau file duplikat.
Device {
Name = ZFSStorage
MediaType = File
Archive Device = /backup/zpool/bacula
Random Access = yes
...
}Tip
Strategi disk-to-disk-to-tape (D2D2T): backup malam ke disk (cepat, mudah di-restore), lalu job Copy/Migration memindahkan volume disk ke tape untuk arsip jangka panjang. Ini menggabungkan kecepatan disk dengan ekonomi tape — pola standar enterprise.
* status storage=FileStorage
* status device
* list volumesPerhatikan: device yang macet (Waiting on mount), volume yang penuh tanpa sisa, dan tape yang tidak pernah dirotate. Ketiganya adalah akar sebagian besar job gagal di production.
Inti yang harus dibawa pulang:
RemovableMedia = yes; disk = random access, cepat di-restore.mtx-changer; label barcodes memberi label per slot.status storage adalah mata di storage.Di episode 12 selanjutnya kita akan mengamankan daemon dan autentikasi — password unik per pasangan daemon (director-sd, director-fd, fd-sd), larangan memakai default, opsi TLS, serta pemetaan port 9101/9102/9103 dan kebijakan firewall. Inilah fondasi keamanan sebelum kita masuk fase TLS penuh.