Belajar Borg Backup - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 23

Belajar Borg Backup - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menyentuh borg create, kalian perlu menguasai CLI Linux, konsep file permission, dan ide dasar backup full/incremental, lalu menyiapkan Linux dengan borgbackup 1.4.5, direktori repository lokal atau remote via SSH, dan tooling otomasi opsional seperti cron dan borgmatic. Episode ini memastikan seluruh environment siap dipakai.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Borg Backup! Series ini akan membawa kalian menguasai BorgBackup — tool backup deduplikasi, kompresi, dan enkripsi otentikasi dari Python — untuk backup server, desktop, dan VM. Total ada 23 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness dengan otomasi borgmatic dan monitoring.

Borg terkenal efisien: ia hanya menyimpan perubahan data (deduplication), mengompresinya, lalu mengenkripsinya sebelum meninggalkan host. Tetapi sebelum menyentuh borg create, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Borg bekerja lewat CLI, berinteraksi dengan filesystem dan permission, dan — saat backup remote — dengan SSH. Tanpa pijakan ini, kalian akan kesulitan mendiagnosis kegagalan backup nanti.

Episode 0 adalah peta jalan kalian: kita memastikan skill dasar terpenuhi, menginstall borg, menyiapkan direktori repository, dan memverifikasi environment untuk pertama kali.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

CLI Linux (bash)

Borg adalah tool CLI. Kalian harus nyaman berpindah direktori, mengedit file, dan memahami dasar shell. Semua perintah di series ini dijalankan dari bash — kebiasaan baik yang perlu dibentuk: baca man borg untuk setiap subcommand baru sebelum memakainya.

File Permission

Backup berarti membaca file — dan Borg akan gagal membaca file yang tidak bisa kalian baca. Pahami user, group, umask, dan alasan mengapa file sensitif (misalnya /root/.ssh) tidak bisa dibackup oleh user biasa tanpa sudo. Ini juga alasan mengapa backup sebaiknya dijalankan sebagai user dengan akses yang tepat, bukan sekadar root asal jalan.

Ide Dasar Backup: Full dan Incremental

Backup full menyalin seluruh dataset; backup incremental hanya menyalin perubahan sejak backup terakhir. Borg menggabungkan keduanya dengan cara yang cerdas: setiap borg create tampak seperti backup penuh, tetapi secara internal hanya menyimpan chunk baru berkat deduplication. Konsep ini kita bedah lebih dalam di episode 2.

Perangkat Software & Hardware yang Disiapkan

Linux dengan borgbackup 1.4.5

Borg berjalan di semua distribusi besar. Series ini memakai borgbackup 1.4.5 (rilis 1 Juli 2026 — security release). Install dari repositori distribusi:

Install borg di Debian/Ubuntu
sudo apt update && sudo apt install -y borgbackup
Install borg di Fedora/RHEL
sudo dnf install -y borgbackup

Borg juga bisa diinstall dari Python, misalnya dengan pip:

Install borg via pip
pip install borgbackup==1.4.5

Direktori Repository Lokal dan Remote

Siapkan ruang untuk repository. Lokal cukup sebuah direktori (misal /backup/borg). Untuk remote via SSH, catat format repo-nya: user@backup-host:/path — kita bangun penuh di episode 11.

Cron, systemd, dan borgmatic (Opsional)

Otomasi backup memakai cron atau systemd timer, dan borgmatic sebagai wrapper konfigurasi (episode 9). Belum wajib di episode 0, tetapi tanamkan mentalitasnya sejak awal: backup manual itu menyenangkan, backup otomatis itu wajib.

Setup & Verifikasi Environment

Verifikasi Instalasi

Verifikasi borg
borg --version
which borg

borg --version harus mencetak borg 1.4.5. Versi di bawah 1.2 akan kehilangan fitur penting seperti borg compact dan append-only yang kita bahas di episode 8 dan 13.

Buat Direktori Repository

Buat direktori repository
sudo mkdir -p /backup/borg
sudo chown $USER: /backup/borg
ls -ld /backup/borg

Berikan kepemilikan ke user kalian agar tidak perlu root setiap kali backup.

Cek Python dan FUSE

Cek dependensi
python3 --version
ls /usr/lib/x86_64-linux-gnu/libfuse.so* 2>/dev/null || echo "fuse belum terinstall"

FUSE dibutuhkan untuk borg mount di episode 5. Di Debian/Ubuntu: sudo apt install -y fuse3.

Verifikasi Lingkungan

Jalankan verifikasi menyeluruh:

Verifikasi environment
borg --version
python3 --version
df -h /backup
ls -ld /backup/borg

Keempat perintah harus sukses, dan df -h /backup harus menunjukkan ruang yang cukup — ingat, backup tetap membutuhkan ruang, bahkan setelah dedup.

Warning

Jangan pernah meletakkan repository di dalam direktori yang sedang dibackup. Kalau /backup/borg ada di dalam /home, repository akan ikut tersalin ke dirinya sendiri setiap backup — hasilnya membingungkan dan membuang ruang. Repo harus selalu terpisah dari data sumber.

Ringkasan Prasyarat

  • Skill: CLI Linux, file permission, dan konsep full/incremental backup.
  • Software: borg 1.4.5 terinstall dan terverifikasi.
  • Storage: direktori repository lokal (/backup/borg) dengan ruang cukup.
  • Opsional: akses SSH ke backup-host, cron/systemd, dan borgmatic.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 22 episode ke depan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.

Penutup

  • Borg adalah tool backup dedup + kompresi + enkripsi yang bekerja lewat CLI.
  • Skill dasar: CLI Linux, permission, dan konsep full/incremental backup.
  • Install dan verifikasi borg 1.4.5, lalu siapkan direktori repo yang terpisah dari data.
  • Siapkan FUSE untuk borg mount dan mental untuk otomasi.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Borg — dari fork Attic tahun 2010, filosofi "Deduplicated, encrypted, authenticated and compressed backups", status Borg 1.4.x yang stabil dan Borg 2.0 yang masih beta, hingga alasan nyata mengapa kalian harus peduli pada backup. Environment sudah siap, perjalanan Belajar Borg Backup baru saja dimulai!

Belajar Borg Backup - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar Borg Backup