Sebelum menyentuh borg create, kalian perlu menguasai CLI Linux, konsep file permission, dan ide dasar backup full/incremental, lalu menyiapkan Linux dengan borgbackup 1.4.5, direktori repository lokal atau remote via SSH, dan tooling otomasi opsional seperti cron dan borgmatic. Episode ini memastikan seluruh environment siap dipakai.

Selamat datang di series Belajar Borg Backup! Series ini akan membawa kalian menguasai BorgBackup — tool backup deduplikasi, kompresi, dan enkripsi otentikasi dari Python — untuk backup server, desktop, dan VM. Total ada 23 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness dengan otomasi borgmatic dan monitoring.
Borg terkenal efisien: ia hanya menyimpan perubahan data (deduplication), mengompresinya, lalu mengenkripsinya sebelum meninggalkan host. Tetapi sebelum menyentuh borg create, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Borg bekerja lewat CLI, berinteraksi dengan filesystem dan permission, dan — saat backup remote — dengan SSH. Tanpa pijakan ini, kalian akan kesulitan mendiagnosis kegagalan backup nanti.
Episode 0 adalah peta jalan kalian: kita memastikan skill dasar terpenuhi, menginstall borg, menyiapkan direktori repository, dan memverifikasi environment untuk pertama kali.
Borg adalah tool CLI. Kalian harus nyaman berpindah direktori, mengedit file, dan memahami dasar shell. Semua perintah di series ini dijalankan dari bash — kebiasaan baik yang perlu dibentuk: baca man borg untuk setiap subcommand baru sebelum memakainya.
Backup berarti membaca file — dan Borg akan gagal membaca file yang tidak bisa kalian baca. Pahami user, group, umask, dan alasan mengapa file sensitif (misalnya /root/.ssh) tidak bisa dibackup oleh user biasa tanpa sudo. Ini juga alasan mengapa backup sebaiknya dijalankan sebagai user dengan akses yang tepat, bukan sekadar root asal jalan.
Backup full menyalin seluruh dataset; backup incremental hanya menyalin perubahan sejak backup terakhir. Borg menggabungkan keduanya dengan cara yang cerdas: setiap borg create tampak seperti backup penuh, tetapi secara internal hanya menyimpan chunk baru berkat deduplication. Konsep ini kita bedah lebih dalam di episode 2.
Borg berjalan di semua distribusi besar. Series ini memakai borgbackup 1.4.5 (rilis 1 Juli 2026 — security release). Install dari repositori distribusi:
sudo apt update && sudo apt install -y borgbackupsudo dnf install -y borgbackupBorg juga bisa diinstall dari Python, misalnya dengan pip:
pip install borgbackup==1.4.5Siapkan ruang untuk repository. Lokal cukup sebuah direktori (misal /backup/borg). Untuk remote via SSH, catat format repo-nya: user@backup-host:/path — kita bangun penuh di episode 11.
Otomasi backup memakai cron atau systemd timer, dan borgmatic sebagai wrapper konfigurasi (episode 9). Belum wajib di episode 0, tetapi tanamkan mentalitasnya sejak awal: backup manual itu menyenangkan, backup otomatis itu wajib.
borg --version
which borgborg --version harus mencetak borg 1.4.5. Versi di bawah 1.2 akan kehilangan fitur penting seperti borg compact dan append-only yang kita bahas di episode 8 dan 13.
sudo mkdir -p /backup/borg
sudo chown $USER: /backup/borg
ls -ld /backup/borgBerikan kepemilikan ke user kalian agar tidak perlu root setiap kali backup.
python3 --version
ls /usr/lib/x86_64-linux-gnu/libfuse.so* 2>/dev/null || echo "fuse belum terinstall"FUSE dibutuhkan untuk borg mount di episode 5. Di Debian/Ubuntu: sudo apt install -y fuse3.
Jalankan verifikasi menyeluruh:
borg --version
python3 --version
df -h /backup
ls -ld /backup/borgKeempat perintah harus sukses, dan df -h /backup harus menunjukkan ruang yang cukup — ingat, backup tetap membutuhkan ruang, bahkan setelah dedup.
Warning
Jangan pernah meletakkan repository di dalam direktori yang sedang dibackup. Kalau /backup/borg ada di dalam /home, repository akan ikut tersalin ke dirinya sendiri setiap backup — hasilnya membingungkan dan membuang ruang. Repo harus selalu terpisah dari data sumber.
/backup/borg) dengan ruang cukup.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 22 episode ke depan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
borg mount dan mental untuk otomasi.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Borg — dari fork Attic tahun 2010, filosofi "Deduplicated, encrypted, authenticated and compressed backups", status Borg 1.4.x yang stabil dan Borg 2.0 yang masih beta, hingga alasan nyata mengapa kalian harus peduli pada backup. Environment sudah siap, perjalanan Belajar Borg Backup baru saja dimulai!