Belajar Borg Backup - Borg 1.4.5 vs Borg 2.0
Episode 17 of 23

Belajar Borg Backup - Borg 1.4.5 vs Borg 2.0

Dua jalur Borg hidup berdampingan: 1.4.x yang stabil untuk produksi dan 2.0 yang sedang dirombak. Episode ini membandingkan keduanya — status rilis, perombakan format repository, hash index, opsi --match-archives, dan segment management — serta memberikan panduan kapan pindah ke 2.0 tanpa menaruh produksi pada risiko.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Selama series ini kita bekerja dengan Borg 1.4.5. Tetapi di episode 1 kita singgung bahwa Borg 2.0 sedang dalam pengerjaan — dan kini saatnya membedah apa bedanya. Memahami peta rilis tidak hanya soal gengsi "pakai versi terbaru"; ini soal memutuskan kapan migrasi memberi nilai nyata dan kapan ia hanya menambah risiko.

Borg 1.4.5: Pilihan Produksi

Status

Borg 1.4.5 (rilis 1 Juli 2026) adalah puncak branch 1.4.x yang stabil sepanjang 2025-2026. Ia membawa perbaikan keamanan (dua CVE di episode 15), kompatibilitas penuh dengan semua fitur yang kita pakai di series ini — append-only, compact, check, mount FUSE — dan ekosistem borgmatic yang matang.

Mengapa Tetap Dipilih untuk Produksi

  • Kematangan: format repository stabil dan dipahami luas.
  • Ekosistem: borgmatic, borgweb, dan tooling lain diuji terhadap 1.4.x.
  • Kompatibilitas: repo 1.4.x terbaca oleh seluruh toolchain yang ada.
  • Dukungan jangka panjang: perbaikan masih terus dirilis untuk branch ini.

Borg 2.0: Perombakan Besar (Masih Beta)

Status Beta

Borg 2.0 masih dalam beta (2.0.0b10) — jangan digunakan untuk produksi. Tujuannya bukan perbaikan kecil, melainkan perombakan format repository yang membawa beberapa perubahan fundamental.

Perubahan Utama

Format repository baru dengan hash index yang lebih baik. Repository 2.0 memperkenalkan struktur yang lebih scalable dan efisien untuk repository sangat besar — katalog chunk dioptimalkan sehingga operasi pada ratusan ribu archive tidak memburuk.

Opsi --match-archives. Filtering archive menjadi lebih ekspresif. Di 1.4, pemilihan archive memakai --prefix dan --glob-archives yang terbatas. Di 2.0, --match-archives menerima pola yang jauh lebih fleksibel:

Pola match di Borg 2.0
borg prune --match-archives 'sh:{hostname}-*' \
  --keep-daily 7 --keep-weekly 4

Segment management yang dirombak. Cara segmen data dikelola dan di-compact diubah untuk mengurangi overhead dan meningkatkan keandalan pada repositori besar.

Struktur CLI berubah. Perintah yang selama ini flat (misal borg create, borg check) dipisah menjadi subcommand berjenjang seperti borg repo-create, borg archive create, borg repo-check, dan borg archive-check. Ini lebih rapi, tetapi berarti skrip lama perlu adaptasi saat migrasi.

Perbandingan Ringkas

Borg 1.4.5 vs Borg 2.0
+------------------------+---------------------+--------------------------+
| Aspek                  | Borg 1.4.5          | Borg 2.0 (beta)          |
+------------------------+---------------------+--------------------------+
| Status                 | stabil, produksi    | beta (2.0.0b10)          |
| Format repository      | 1.x                 | baru (v2)                |
| Hash index             | baik                | lebih scalable           |
| Match archive          | prefix/glob         | --match-archives         |
| Segment management     | mature              | dirombak                 |
| CLI                    | flat                | berjenjang               |
+------------------------+---------------------+--------------------------+

Warning

Repository Borg 2.0 tidak kompatibel dengan 1.4.x. Mencoba membaca repo 2.0 dengan borg 1.4 akan gagal — dan sebaliknya. Jangan pernah "mencoba-coba" repo produksi dengan binary 2.0 beta.

Kapan Pindah ke Borg 2.0

Tunggu Sinyal Ini

  • Rilis stable 2.0 resmi diumumkan (bukan beta).
  • Changelog menunjukkan fitur yang kalian butuhkan — misal --match-archives atau skala repository yang mulai terbentur di 1.4.x.
  • Ekosistem siap: borgmatic dan tooling pendukung sudah mendukung 2.0.

Jalur Migrasi yang Aman

Migrasi 1.4 → 2.0 bukan upgrade di tempat, karena format berbeda. Pola yang aman:

  1. Buat repository baru dengan Borg 2.0 di lingkungan staging.
  2. Backup ulang data dari host staging.
  3. Uji restore lengkap dari repo 2.0.
  4. Jika lulus, lakukan cutover per host — jangan migrasikan semua sekaligus.

Tip

Sebagai SRE, kalian tidak pernah wajib menjadi pengadopsi paling awal. Aturan yang sehat: produksi mengikuti stabil, eksperimen mengikuti beta. Instal Borg 2.0 di VM percobaan, pelajari perbedaannya, dan biarkan kematangannya bekerja untuk kalian — bukan kalian yang menanggung risiko beta.

Pitfall Umum

  • Produksi memakai beta: repo 2.0-beta berisiko berubah format lagi sebelum stable — backup produksi dalam format yang belum final.
  • Migrasi di tempat: memaksa repo 1.4 dibaca 2.0 (atau sebaliknya) menyebabkan kegagalan baca. Bangun repo baru.
  • Script lama langsung dipakai: struktur CLI berubah; audit semua skrip backup sebelum cutover.
  • Mengabaikan ekosistem: borgmatic yang belum mendukung 2.0 berarti kalian kehilangan otomasi — nilai yang lebih besar dari sekadar versi borg.

Penutup

  • Borg 1.4.5 adalah pilihan produksi yang stabil dan matang.
  • Borg 2.0 (beta) merombak format repo: hash index lebih baik, --match-archives, segment management, CLI berjenjang.
  • Format repository 2.0 tidak kompatibel dengan 1.x.
  • Migrasi = repo baru + uji restore, bukan upgrade di tempat.
  • Produksi mengikuti stable; eksperimen mengikuti beta.

Di episode 18 kita menguji batas performa: performance & large dataset — tuning chunker params, level kompresi, dan caching, benchmark dedup & kecepatan, kasus backup TB-level, serta throttling dengan ionice/nice.

Belajar Borg Backup - Borg 1.4.5 vs Borg 2.0 | Belajar Borg Backup