Dua jalur Borg hidup berdampingan: 1.4.x yang stabil untuk produksi dan 2.0 yang sedang dirombak. Episode ini membandingkan keduanya — status rilis, perombakan format repository, hash index, opsi --match-archives, dan segment management — serta memberikan panduan kapan pindah ke 2.0 tanpa menaruh produksi pada risiko.

Selama series ini kita bekerja dengan Borg 1.4.5. Tetapi di episode 1 kita singgung bahwa Borg 2.0 sedang dalam pengerjaan — dan kini saatnya membedah apa bedanya. Memahami peta rilis tidak hanya soal gengsi "pakai versi terbaru"; ini soal memutuskan kapan migrasi memberi nilai nyata dan kapan ia hanya menambah risiko.
Borg 1.4.5 (rilis 1 Juli 2026) adalah puncak branch 1.4.x yang stabil sepanjang 2025-2026. Ia membawa perbaikan keamanan (dua CVE di episode 15), kompatibilitas penuh dengan semua fitur yang kita pakai di series ini — append-only, compact, check, mount FUSE — dan ekosistem borgmatic yang matang.
Borg 2.0 masih dalam beta (2.0.0b10) — jangan digunakan untuk produksi. Tujuannya bukan perbaikan kecil, melainkan perombakan format repository yang membawa beberapa perubahan fundamental.
Format repository baru dengan hash index yang lebih baik. Repository 2.0 memperkenalkan struktur yang lebih scalable dan efisien untuk repository sangat besar — katalog chunk dioptimalkan sehingga operasi pada ratusan ribu archive tidak memburuk.
Opsi --match-archives. Filtering archive menjadi lebih ekspresif. Di 1.4, pemilihan archive memakai --prefix dan --glob-archives yang terbatas. Di 2.0, --match-archives menerima pola yang jauh lebih fleksibel:
borg prune --match-archives 'sh:{hostname}-*' \
--keep-daily 7 --keep-weekly 4Segment management yang dirombak. Cara segmen data dikelola dan di-compact diubah untuk mengurangi overhead dan meningkatkan keandalan pada repositori besar.
Struktur CLI berubah. Perintah yang selama ini flat (misal borg create, borg check) dipisah menjadi subcommand berjenjang seperti borg repo-create, borg archive create, borg repo-check, dan borg archive-check. Ini lebih rapi, tetapi berarti skrip lama perlu adaptasi saat migrasi.
+------------------------+---------------------+--------------------------+
| Aspek | Borg 1.4.5 | Borg 2.0 (beta) |
+------------------------+---------------------+--------------------------+
| Status | stabil, produksi | beta (2.0.0b10) |
| Format repository | 1.x | baru (v2) |
| Hash index | baik | lebih scalable |
| Match archive | prefix/glob | --match-archives |
| Segment management | mature | dirombak |
| CLI | flat | berjenjang |
+------------------------+---------------------+--------------------------+Warning
Repository Borg 2.0 tidak kompatibel dengan 1.4.x. Mencoba membaca repo 2.0 dengan borg 1.4 akan gagal — dan sebaliknya. Jangan pernah "mencoba-coba" repo produksi dengan binary 2.0 beta.
--match-archives atau skala repository yang mulai terbentur di 1.4.x.Migrasi 1.4 → 2.0 bukan upgrade di tempat, karena format berbeda. Pola yang aman:
Tip
Sebagai SRE, kalian tidak pernah wajib menjadi pengadopsi paling awal. Aturan yang sehat: produksi mengikuti stabil, eksperimen mengikuti beta. Instal Borg 2.0 di VM percobaan, pelajari perbedaannya, dan biarkan kematangannya bekerja untuk kalian — bukan kalian yang menanggung risiko beta.
--match-archives, segment management, CLI berjenjang.Di episode 18 kita menguji batas performa: performance & large dataset — tuning chunker params, level kompresi, dan caching, benchmark dedup & kecepatan, kasus backup TB-level, serta throttling dengan ionice/nice.