Belajar Borg Backup - Restore & Extract
Episode 5 of 23

Belajar Borg Backup - Restore & Extract

Backup tanpa restore yang teruji bukanlah backup. Episode ini mengajarkan cara mengembalikan data dengan borg extract, memilih file secara selektif lewat --path, menjelajah archive dengan borg mount (FUSE), serta praktik terbaik: restore ke direktori bersih, dry-run, dan verifikasi hasil.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah backup pertama di episode 4, saatnya menghadapi pertanyaan yang sesungguhnya: apakah kalian bisa mengembalikan data itu? Banyak tim melakukan backup rutin bertahun-tahun, tetapi baru tahu backup mereka rusak saat bencana benar-benar terjadi. Episode ini memastikan kalian menguasai borg extract dan borg mount, plus kebiasaan uji restore yang menyelamatkan karier.

Extract: Mengembalikan Data

Prinsip Kerja

borg extract membaca archive dan menulis file ke direktori kerja saat ini (cwd). Kalian tidak bisa memilih direktori tujuan lewat argumen — jadi kontrol cwd adalah langkah pertama:

Restore penuh ke direktori bersih
mkdir -p /tmp/restore
cd /tmp/restore
borg extract /backup/borg::"web-01-2026-08-13T10:30:00"

Seluruh isi archive (/home, /etc) akan ditarik ke /tmp/restore, dengan struktur path aslinya.

Dry-run dan Perencanaan

Sebelum ekstraksi besar, pastikan dulu apa yang akan dikeluarkan:

Simulasi restore
borg extract --dry-run --list /backup/borg::"web-01-2026-08-13T10:30:00" --path home/arman

--dry-run tidak menulis apa pun; --list menampilkan file yang akan dipulihkan.

Ekstraksi Selektif dengan --path

Tidak semua bencana butuh restore penuh. Kehilangan satu file cukup diatasi dengan ekstraksi selektif:

Restore satu direktori
cd /tmp/restore
borg extract /backup/borg::"web-01-2026-08-13T10:30:00" \
  --path home/arman/dokumen
  • --path bisa diulang untuk beberapa path sekaligus.
  • --strip-components N menghilangkan N komponen path pertama — berguna jika kalian ingin memindahkan file ke lokasi baru tanpa struktur lengkap:
Restore tanpa komponen path awal
cd /tmp/restore
borg extract /backup/borg::"web-01-2026-08-13T10:30:00" \
  --path etc/nginx \
  --strip-components 1

Hasilnya, isi etc/nginx diletakkan langsung di /tmp/restore/nginx.

Mount: Menjelajah Archive via FUSE

Konsep

borg mount memetakan archive sebagai direktori biasa menggunakan FUSE. Kalian bisa browsing, menyalin file tertentu, bahkan menjalankan tool pencarian — tanpa restore penuh. Ini cara tercepat menjawab pertanyaan "file mana yang hilang?".

Mount archive
mkdir -p /mnt/borg
borg mount /backup/borg::"web-01-2026-08-13T10:30:00" /mnt/borg
ls /mnt/borg

Semua archive juga bisa di-mount sekaligus dengan menghilangkan nama archive:

Mount seluruh repository
borg mount /backup/borg /mnt/borg
ls /mnt/borg

Setiap archive muncul sebagai subdirektori. Lepas mount dengan:

Unmount
borg umount /mnt/borg

FUSE adalah mekanisme read-only — kalian tidak bisa menulis ke archive, yang merupakan properti yang justru kita inginkan (episode 2).

Alternatif: borg export-tar

Untuk menyerahkan backup ke pihak lain dalam format universal, ekspor sebagai tarball:

Ekspor archive ke tar.gz
borg export-tar /backup/borg::"web-01-2026-08-13T10:30:00" backup.tar.gz

tar.gz hasil ekspor bisa dipindah ke mana pun dan dibuka dengan tar biasa.

Best Practice: Restore yang Benar

Restore ke Direktori Bersih

Jangan pernah mengekstrak archive ke direktori yang masih berisi file aktif — file yang dihapus dari sumber tidak akan dihapus dari cwd, dan file lama bisa tercampur dengan file baru. Selalu buat direktori kosong, seperti contoh /tmp/restore, lalu verifikasi.

Verifikasi Hasil

Setelah extract, verifikasi bahwa hasil benar-benar bisa dipakai:

Verifikasi hasil restore
cd /tmp/restore
test -f etc/nginx/nginx.conf && echo "config OK"
ls -la home/arman/dokumen | head

Untuk verifikasi menyeluruh, bandingkan checksum file penting antara sumber dan hasil restore — atau cukup buktikan aplikasi bisa dijalankan dari hasil restore tersebut.

Important

Jadikan uji restore ritual rutin, bukan acara sekali-sekali. Aturan industri: restore drill bulanan untuk data kritis. Kalian tidak ingin menguji kemampuan restore saat server produksi sudah mati dan pengguna sudah menunggu.

Pitfall Umum

  • Extract di direktori salah: borg extract selalu menulis ke cwd. Pastikan cd dulu, baru ekstrak.
  • Restore penuh ke sistem hidup: menimpa sistem yang sedang berjalan dengan file lama bisa merusak state. Restore ke area staging, uji, baru dipindahkan.
  • Lupa passphrase/key: tanpa key, tidak ada extract. Ini pengingat lain untuk episode 7.
  • Mengira mount bisa menulis: archive read-only; untuk modifikasi, extract dulu ke direktori.

Penutup

  • borg extract mengembalikan data ke cwd; selalu cd ke direktori bersih dulu.
  • --path dan --strip-components memberi kontrol selektif.
  • borg mount (FUSE) membuka archive sebagai direktori read-only untuk browsing cepat.
  • borg export-tar menghasilkan arsip universal untuk dipindahkan.
  • Verifikasi hasil dan jadwalkan uji restore rutin.

Di episode 6 kita mengoptimalkan penyimpanan: kompresi zstd, lz4, dan zlib — memahami trade-off CPU vs ruang, memilih level kompresi, dan membaca rasio kompresi dari borg info.

Belajar Borg Backup - Restore & Extract | Belajar Borg Backup