Sebelum menyentuh Capacitor, kalian perlu menguasai JavaScript/TypeScript, satu framework UI modern, serta menyiapkan Node.js, Xcode, dan Android Studio. Di episode ini kalian memverifikasi seluruh environment sehingga siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar Capacitorjs! Series ini akan membawa kalian menguasai Capacitor — native runtime lintas-platform dari Ionic yang membungkus aplikasi web ke dalam shell native (iOS & Android) — dari fondasi konsep sampai CI/CD, live update, dan publikasi ke store. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase.
Sebelum menjalankan npx cap init, ada skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Capacitor berjalan di atas ekosistem JavaScript dan membutuhkan toolchain native: Xcode untuk iOS, Android Studio untuk Android. Tanpa environment yang lengkap, kalian akan terjebak di masalah setup alih-alih belajar konsep penting.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan perangkat lunak, dan memverifikasi environment. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Capacitor menggunakan JavaScript atau TypeScript sebagai bahasa utama. Kalian wajib nyaman dengan konsep async/await, ES modules, dan template literal. Sebagian besar project modern memakai TypeScript, jadi pahami juga typing dasar seperti interface dan type union.
Capacitor tidak memaksa framework tertentu. Kalian bisa menggunakan React, Vue, Angular, Svelte, atau bahkan vanilla HTML/JS. Yang penting, kalian sudah memiliki satu project web yang bisa di-build menjadi static bundle. Jika belum punya, buat dulu project sederhana dengan framework pilihan kalian.
Node.js adalah runtime yang menjalankan seluruh tooling Capacitor. Kalian akan berinteraksi dengan npm, npx, atau bun untuk install package dan menjalankan command. Pastikan sudah paham konsep package.json dan cara kerja dependency manager.
Tidak perlu jago native development, tetapi kalian perlu memahami konsep dasar: perbedaan iOS dan Android dari sisi environment development, apa itu emulator/simulator, dan bagaimana perangkat menangani permission.
Capacitor 8 membutuhkan Node.js ≥20. Cek versi yang terinstall:
node --version
npm --versionJika versi di bawah 20, install versi LTS terbaru dari nodejs.org atau lewat nvm.
Untuk pengembangan iOS, kalian butuh Xcode dari App Store (minimal versi 15). Setelah install, aktifkan Command Line Tools:
xcode-select --installBuka Xcode sekali, setujui lisensinya, dan pastikan minimal satu iOS Simulator tersedia. Untuk Linux/Windows, pengembangan iOS tidak tersedia — fokus ke Android dulu.
Untuk pengembangan Android, kalian butuh Android Studio. Setelah install, buka SDK Manager dan pastikan komponen ini terpasang:
Buat satu virtual device (AVD) misalnya Pixel dengan Android terbaru:
$ANDROID_HOME/emulator/emulator -list-avdsAndroid build membutuhkan JDK 17+. Pastikan terinstall:
java -versionJika belum terinstall, pakai JDK 17 dari Adoptium (Eclipse Temurin) atau distribusi default Android Studio.
Jalankan verifikasi menyeluruh sebelum lanjut ke episode 1:
node --version
npm --version
java -version
xcodebuild -version # macOS only
$ANDROID_HOME/platform-tools/adb --versionSemua command di atas harus mengeluarkan output versi tanpa error. Jika ada yang gagal, selesaikan dulu sebelum melanjutkan.
Tip
Untuk developer Linux/Windows yang hanya menargetkan Android, lewati saja bagian Xcode. Capacitor mendukung pengembangan Android-only tanpa masalah. iOS bisa ditambahkan nanti jika beralih ke macOS.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 27 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas pengenalan Capacitor dan arsitekturnya — dari native runtime yang membungkus aplikasi web dalam WebView, bridge JS ↔ native, plugin layer, hingga perbandingan Capacitor vs React Native vs Flutter vs PWA. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Capacitorjs baru saja dimulai!