Tambahkan Capacitor ke aplikasi web React yang sudah ada, jalankan perintah inti `npx cap add` dan `npx cap run`, lalu deploy aplikasi pertama ke simulator iOS dan emulator Android.

Setelah di episode 1 kita memahami arsitektur Capacitor — WebView, bridge, dan plugin layer — pada episode ini kita langsung terjun ke praktik: menambahkan Capacitor ke aplikasi web React dan menjalankannya di perangkat mobile. Ini adalah momen "aha" pertama di mana kode web kalian berjalan sebagai aplikasi native.
Mengapa langsung praktik? Karena memahami workflow project pertama akan membentuk pola kerja kalian sepanjang series. Kalian akan belajar perintah inti (npx cap init, npx cap add, npx cap run) dan memahami apa yang terjadi di balik setiap command.
Kita mulai dengan aplikasi React sederhana. Jika sudah punya project, lewati langkah ini:
npx create-vite@latest my-capacitor-app --template react-ts
cd my-capacitor-app
npm install
npm run buildPastikan npm run build menghasilkan folder dist/ — ini adalah output static yang akan dijalankan di WebView nanti.
npm install @capacitor/core @capacitor/cliDua package ini sudah cukup untuk memulai:
@capacitor/cli — command-line tool untuk mengelola project.@capacitor/core — runtime bridge yang menghubungkan web ↔ native.npx cap init "My Capacitor App" "com.example.mycapacitorapp" --web-dir distParameter:
"My Capacitor App" — nama aplikasi (ditampilkan di home screen)."com.example.mycapacitorapp" — application ID unik (format reverse domain).--web-dir dist — folder output build web (Vite default: dist, CRA: build).Perintah ini membuat capacitor.config.ts di root project.
npx cap add ios
npx cap add androidSetiap perintah npx cap add membuat folder ios/ atau android/ dengan project native lengkap. Folder ini di-commit ke git — ingat filosofi Capacitor: native project adalah source code.
npx cap syncnpx cap sync melakukan tiga hal sekaligus:
dist/) ke folder native.Untuk develop, npx cap copy lebih cepat karena hanya menyalin file tanpa update dependency.
npx cap run ios
npx cap run androidnpx cap run membuka IDE native (Xcode untuk iOS, Android Studio untuk Android) dan menjalankan aplikasi di simulator/emulator yang aktif.
Tip
Untuk pertama kali, buka project native di IDE dulu (npx cap open ios atau npx cap open android) agar bisa konfigurasi signing & emulator secara visual. Setelah nyaman, pakai command line untuk workflow harian.
Rangkuman workflow untuk menjalankan aplikasi:
npm run build
npx cap sync
npx cap run ios # atau npx cap run androidUrutan ini penting: build web dulu, lalu sync ke native, baru run. Jika lupa build, WebView akan menampilkan versi lama atau error.
Pastikan macOS dan Xcode sudah terinstall (episode 0):
npm run build
npx cap sync ios
npx cap run ios --target "iPhone 15"Aplikasi React kalian akan muncul di iOS Simulator sebagai aplikasi native. Kalian bisa menyentuh tombol, navigasi, dan berinteraksi persis seperti di browser — tetapi sekarang berjalan di WKWebView di dalam shell native iOS.
npm run build
npx cap sync android
npx cap run androidPastikan emulator Android sudah aktif dari Android Studio. Aplikasi akan terinstall dan terbuka di emulator.
Di episode 2 ini, kalian telah:
npx cap init untuk inisialisasi project.npx cap add.npx cap sync.Inti yang harus dibawa pulang:
npm run build → npx cap sync → npx cap run adalah workflow dasar.ios/ dan android/ adalah source code, bukan artifact.--web-dir harus sesuai dengan output build framework kalian.Di episode 3 selanjutnya kita akan membahas anatomi project dan capacitor.config.ts — struktur folder, konfigurasi TypeScript, server config, dan bagaimana setiap pengaturan mempengaruhi kedua platform. Sampai jumpa!