Belajar Cilium (CNI berbasis eBPF untuk networking, security, dan observability di Kubernetes) dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkan Cilium, konsep dasar & arsitektur utama, setup & installasi, networking dasar pod-to-pod & service, identity-based security model, CiliumNetworkPolicy dasar, Hubble observability, kube-proxy replacement & service mesh dasar, IPAM, DNS-based policy FQDN, bandwidth management & QoS, egress & ingress gateway, L7 policy & API-aware security, encryption & zero trust networking, Cilium service mesh & gateway API, runtime security dengan Tetragon, multi-cluster & ClusterMesh, GitOps & policy as code, performance & troubleshooting, fitur stabil terbaru 1.19 & 1.20, production-ready architecture, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh Cilium, kalian perlu menguasai Kubernetes dasar (Pod, Service, kube-proxy, NetworkPolicy), Linux networking, dan konsep CNI. Di episode ini kalian juga menyiapkan cluster uji lokal, menginstall Cilium CLI dan hubble CLI, serta memverifikasi seluruh environment siap untuk mengikuti series ini.

Episode ini menelusuri asal-usul Cilium dari proyek internal Isovalent pada 2017 hingga menjadi proyek CNCF yang graduated di versi 1.20.x. Kalian juga mempelajari fondasi eBPF, keterbatasan kube-proxy, dan masalah NetworkPolicy yang tidak memahami identitas workload.

Episode ini membedah arsitektur Cilium dari dua proses utama, yaitu Cilium Agent per node dan Cilium Operator per cluster, hingga komponen pendukung seperti CNP, CCNP, Hubble, dan IPAM. Kalian juga memahami bagaimana dataplane eBPF menangani L3/L4/L7 tanpa iptables.

Episode ini memandu instalasi Cilium dengan dua cara: Cilium CLI dan Helm chart, lalu memverifikasi dengan cilium status serta cilium connectivity test. Kalian juga membandingkan mode tunnel dengan direct routing dan mempelajari integrasi dengan containerd serta CRI-O.

Episode ini membahas bagaimana Cilium mengalokasikan alamat IP, mengalirkan traffic pod-to-pod di dalam dan antar node, serta menangani masquerading. Kalian juga melihat cara Cilium mereplikasi Service ClusterIP, NodePort, dan LoadBalancer langsung di dalam program eBPF tanpa kube-proxy.

Episode ini membahas keamanan berbasis identitas di Cilium: bagaimana label Kubernetes dipetakan menjadi identity numerik, mengapa ini lebih unggul daripada policy berbasis IP, serta bagaimana default allow dan deny bekerja. Kalian juga belajar membaca identity lewat Cilium CLI dan objek CiliumIdentity di Kubernetes.

Episode ini memandu pembuatan CiliumNetworkPolicy pertama: struktur CNP, pemilihan target dengan label selector, serta rule ingress dan egress dengan port dan range. Kalian juga menerapkan policy dan mengujinya menggunakan hubble observe untuk memastikan allow-list bekerja sesuai harapan.

Episode ini membedah Hubble sebagai lapisan observability Cilium: cara mengaktifkan relay dan UI, membaca flow logs dengan hubble observe, melacak koneksi yang diizinkan, memverifikasi policy, dan menemukan traffic yang ter-drop. Kalian juga belajar memakai Hubble UI sebagai dashboard visual.

Episode ini membahas penggantian kube-proxy dengan eBPF: cara Cilium mereplikasi ClusterIP, NodePort, dan LoadBalancer, keunggulan socket load balancing, session affinity, serta DSR. Kalian juga mempelajari mode strict dan kompatibilitas dengan cloud load balancer.

Episode ini membahas IPAM di Cilium: mode cluster-pool untuk pengalamatan sederhana, Multi-Pool yang stabil di versi 1.19 untuk kontrol granular, serta mode cloud-native seperti ENI dan Azure. Kalian juga mempelajari dukungan dual-stack IPv4 dan IPv6.
