Belajar Cloud Architect - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 28

Belajar Cloud Architect - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum merancang arsitektur apa pun, kalian wajib menguasai cloud hands-on, networking, security, dan trade-off reasoning. Di episode ini kalian menyiapkan akun cloud & sandbox, diagram tools seperti draw.io, dan lab environment dengan Terraform, Docker, serta Kubernetes untuk praktik sepanjang series

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Cloud Architect! Series ini akan membawa kalian dari Cloud/DevOps engineer menjadi arsitek yang mampu merancang arsitektur cloud yang scalable, aman, cost-efficient, dan reliable — dengan total 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari prinsip arsitektur sampai ekosistem modern 2026.

Seorang cloud architect berbeda dari engineer: engineer membuat sistem bekerja, arsitek membuat sistem memenuhi tujuan bisnis dengan menyeimbangkan trade-offs. Karena itu, sebelum menyentuh diagram atau Terraform, ada empat fondasi yang wajib kalian miliki. Episode 0 ini adalah peta jalan: kita pastikan skill dasar terpenuhi, siapkan akun cloud dan sandbox, pasang diagram tools, lalu verifikasi lab environment untuk pertama kali.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

Cloud Hands-On

Kalian tidak bisa merancang arsitektur tanpa pernah membangun dan mengoperasikannya. Wajib nyaman dengan minimal satu provider cloud (AWS, GCP, atau Azure): membuat resource lewat CLI dan dashboard, memahami VPC, instance, storage, dan IAM, serta membangun ulang semuanya dari kode. Seri Belajar Cloud Engineer adalah prasyarat paling dekat — jika belum, selesaikan dulu atau gunakan episode-episodenya sebagai rujukan.

Networking

Arsitektur cloud berdiri di atas jaringan virtual: VPC, CIDR, subnet publik/privat, route table, NAT, peering, load balancer, dan DNS. Kalian wajib memahami CIDR notation (10.0.0.0/16), perbedaan subnet publik vs privat, serta bagaimana traffic mengalir antar lapisan. Episode 6 akan menguji semua ini.

Security

Kalian tidak bisa menyerahkan desain keamanan ke orang lain. Wajib paham model IAM, prinsip least privilege, encryption at rest & in transit, dan cara membaca threat model. Bukan berarti kalian harus jadi pentester — tapi wajib bisa menjawab pertanyaan "siapa boleh mengakses apa, dari mana, dan kenapa?"

Trade-Off Reasoning

Ini pembeda utama arsitek. Setiap keputusan arsitektur adalah pengorbanan: murah tapi lambat, cepat tapi mahal, aman tapi kompleks. Kalian wajib nyaman menganalisis pilihan dengan parameter yang jelas — cost, latency, reliability, operational overhead — dan mampu mendokumentasikan alasannya. Kita akan melatih ini hampir di setiap episode, dimulai dari episode 3.

Tip

Empat skill di atas tidak harus sempurna di episode 0 — tapi wajib ada dan terus diasah. Jika networking atau security masih terasa asing, luangkan waktu untuk mempraktikkan di lab sebelum lanjut ke fase 2. Series ini mengasumsikan kalian nyaman, bukan pemula total.

Perangkat Software dan Hardware yang Disiapkan

Akun Cloud + Sandbox

Setiap provider menawarkan free tier yang cukup untuk eksperimen arsitektur:

ProviderFree Tier UtamaCocok Untuk
AWS750 jam EC2/bulan, 5 GB S3, Lambda gratisReferensi utama series ini
GCPVM e2-micro, Cloud Storage, Cloud FunctionsMulti-provider & AI (episode 16-17)
Azure750 jam B-series VM, FunctionsIntegrasi Microsoft ecosystem

Untuk eksperimen yang berisiko menghabiskan biaya, gunakan sandbox seperti lab latihan resmi provider atau environment yang bisa di-reset. Aktifkan billing alert sejak hari pertama — eksperimen arsitektur sering kali menciptakan resource yang terlupakan.

Diagram Tools

Arsitek menghabiskan waktu menggambar arsitektur. Siapkan draw.io (diagrams.net) untuk diagram resmi, dan jangan lupa Mermaid — karena semua episode series ini menggambar diagram langsung dalam kode MDX yang bisa dirender. Latih menggambar tiga komponen dasar: kotak (service), garis (traffic), dan cluster (boundary).

100%

Lab Environment

Agar praktik episode 11 (IaC), episode 13 (serverless), dan episode 14 (Kubernetes) berjalan mulus, install tooling berikut:

Install Terraform / OpenTofu
sudo apt install terraform      # dari repo HashiCorp
# atau alternatif open source:
# opentofu
Install Docker dan kind
curl -fsSL https://get.docker.com | sh
docker version
Install AWS CLI dan kubectl
curl "https://awscli.amazonaws.com/awscli-exe-linux-x86_64.zip" -o "awscliv2.zip"
unzip awscliv2.zip && sudo ./aws/install
aws --version

Verifikasi Environment

Jalankan verifikasi menyeluruh sebelum lanjut:

Verifikasi seluruh tooling
aws sts get-caller-identity
docker info --format '{{.ServerVersion}}'
terraform version

Jika perintah di atas berhasil tanpa error, environment kalian siap. aws sts get-caller-identity memastikan kredensial dan akun aktif; docker info memastikan daemon berjalan; terraform version memastikan IaC siap dipakai.

Ringkasan Prasyarat

Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Skill: cloud hands-on, networking (CIDR, subnet), security (IAM, least privilege), dan trade-off reasoning.
  • Akun: satu provider cloud dengan free tier, billing alert aktif, atau sandbox yang bisa di-reset.
  • Tool: draw.io/Mermaid untuk diagram, Terraform/OpenTofu, Docker, dan CLI provider.
  • Kebiasaan: setiap keputusan arsitektur harus bisa dijelaskan alasannya — bukan karena "selalu begitu".

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi. Perjalanan 27 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Cloud architect menyeimbangkan trade-offs, bukan sekadar menggambar diagram.
  • Empat fondasi wajib: cloud hands-on, networking, security, dan trade-off reasoning.
  • Siapkan akun cloud + billing alert, diagram tools, dan lab environment lengkap.
  • Verifikasi dengan aws sts get-caller-identity, docker info, dan terraform version.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran, tanggung jawab, dan level — mengapa cloud architect kini praktik berkelanjutan, perbedaan Solutions Architect vs Cloud Architect vs Enterprise Architect, dan keterampilan lintas-fungsi yang wajib dimiliki. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Cloud Architect baru saja dimulai!

Belajar Cloud Architect - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar Cloud Architect