Sebagian besar pekerjaan arsitek bukan membangun baru — melainkan memodernisasi sistem legacy tanpa menghentikan bisnis. Episode ini membedah strategi 6R (rehost, replatform, refactor, dll), strangler pattern untuk migrasi bertahap, dan cloud adoption framework

Sejauh ini series ini membangun arsitektur baru. Realita di lapangan berbeda: sebagian besar pekerjaan arsitek adalah memodernisasi sistem lama — aplikasi berumur 10 tahun, database di server tua, dan dependensi yang tidak lagi terpelihara. Dan semuanya harus berubah tanpa menghentikan bisnis di prosesnya.
Episode ini membangun kemampuan modernisasi: kapan memilih strategi mana (6R), cara mengganti sistem legacy sedikit demi sedikit tanpa "big bang" (strangler pattern), dan kerangka adopsi dari provider (Cloud Adoption Framework).
Setiap aplikasi legacy harus diputuskan satu jalurnya. Enam R yang umum:
| Strategi | Arti | Effort | Benefit |
|---|---|---|---|
| Rehost | Pindah apa adanya (lift & shift) | Rendah | Cepat, hemat jangka pendek |
| Replatform | Pindah dengan optimasi ringan (managed DB) | Sedang | Manfaat tanpa tulis ulang |
| Refactor | Tulis ulang arsitektur (modern) | Tinggi | Manfaat penuh jangka panjang |
| Repurchase | Ganti dengan SaaS | Bervariasi | Hentikan pengembangan |
| Retire | Matikan yang tidak terpakai | Rendah | Hemat langsung |
| Retain | Biarkan di tempat | Nol | Risiko ditunda |
Tip
Aturan emas: jangan refactor sebelum rehost/replatform terbukti tidak cukup. Mayoritas aplikasi mendapatkan nilai besar dari rehost + replatform (managed database, otomasi, observability) tanpa biaya tulis ulang. Refactor hanya untuk aplikasi yang benar-benar jadi beban.
App billing (10 tahun, dipakai semua orang)
→ Replatform: pindah VM, pakai managed DB, otomasi
App inventory (kode berantakan, sering gagal)
→ Refactor: tulis ulang dengan pola modern (episode 12)
App forms (duplikat dari tool yang sudah dibeli)
→ Repurchase: ganti dengan SaaS yang sudah ada
Server batch (tidak dipakai lagi)
→ Retire: matikan, hemat biaya langsungMengganti seluruh sistem legacy sekaligus adalah salah satu penyebab kegagalan proyek terbesar: satu kesalahan dan bisnis berhenti. Strangler pattern memilih jalur sebaliknya — potong sedikit demi sedikit: sistem baru secara bertahap mengambil alih fungsi, sistem lama mati pelan-pelan.
Setiap iterasi: satu fitur dipindahkan dari legacy ke service baru di belakang gateway; traffic diarahkan; jika baru stabil, fitur lama dimatikan. Bisnis tidak pernah berhenti — setiap langkah kecil dan bisa di-rollback.
Jika sistem terlalu terjalin untuk dipisah, strategi lain (rehost dulu, lalu strangle di lingkungan baru) lebih masuk akal.
Setiap provider punya kerangka adopsi: AWS CAF (Cloud Adoption Framework), Google Cloud Adoption Framework, Microsoft CAF. Meski berbeda nama, strukturnya sama — adopsi cloud bukan proyek teknis, melainkan perubahan di banyak lini:
| Perspektif | Pertanyaan Utama |
|---|---|
| Business | Value apa yang dicari? Bagaimana diukur? |
| People | Siapa yang menjalankan? Skill apa yang dibutuhkan? |
| Governance | Bagaimana kepatuhan & kontrol (episode 23)? |
| Platform | Bagaimana landasan cloud dibangun (landing zone)? |
| Security | Bagaimana risiko dikelola (episode 7, 19)? |
| Operations | Bagaimana sistem dioperasikan (episode 10)? |
Salah satu konsep paling penting: landing zone — fondasi cloud standar yang disiapkan sekali dan dipakai semua workload: hierarki akun, networking dasar, IAM, logging, dan security baseline (episode 18-20). Modernisasi di atas landing zone yang baik jauh lebih mudah.
Kerangka rencana:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 25 selanjutnya kita akan membahas strategic & business architecture — menghubungkan arsitektur ke business outcomes, TCO, dan komunikasi dengan stakeholder. Sampai jumpa di episode 25!