Belajar Cloud Engineer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 28

Belajar Cloud Engineer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menyentuh dashboard cloud atau mengetik command pertama, ada empat fondasi yang wajib kalian kuasai: Linux CLI, networking dasar, scripting, dan pola pikir infrastructure-as-code. Di episode ini kalian juga membuat akun free tier AWS/GCP/Azure, memasang AWS CLI, gcloud, az, Terraform, dan Docker, lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Cloud Engineer! Series ini akan membawa kalian dari nol menjadi Cloud Engineer yang siap merancang, membangun, mengotomasi, dan mengelola infrastruktur cloud — di AWS, GCP, maupun Azure — dengan total 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fundamental sampai production readiness.

Sebelum membuat akun cloud atau mengetik aws ec2 run-instances, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Cloud Engineer bukan sekadar "orang yang klik dashboard". Pekerjaan kalian adalah menulis automation, membaca log, memahami lalu lintas jaringan, dan membangun ulang infrastruktur berkali-kali dari kode. Tanpa fondasi Linux, networking, scripting, dan pola pikir IaC, kalian akan tersesat begitu masuk ke 200+ service yang ditawarkan masing-masing provider.

Episode 0 ini adalah peta jalan: kita pastikan empat skill dasar terpenuhi, siapkan akun free tier dan semua CLI tools, install Terraform dan Docker, lalu verifikasi environment untuk pertama kali.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

Linux CLI (bash)

Cloud engineer menghabiskan sebagian besar waktu di terminal. Semua provider menyediakan CLI resmi (aws, gcloud, az) yang berbasis shell, dan hampir semua server cloud berjalan di Linux. Kalian wajib nyaman dengan navigasi filesystem, pipe/redirect, environment variable, dan exit code — karena otomasi di episode 8 akan bergantung pada hal-hal kecil ini.

Cek shell dan exit code
echo $SHELL
false; echo $?

Networking Dasar

Cloud adalah jaringan virtual yang sangat besar. Kalian wajib memahami IP address, CIDR notation (10.0.0.0/16), port, DNS, dan HTTP — karena di episode 5 kita akan mendesain VPC sendiri, dan di episode 18 koneksi hybrid antar-datacenter. Latih dengan ping, ss, dan curl di mesin lokal.

Latihan networking dasar
ss -tlnp
curl -I https://cloud.google.com

Scripting (bash dan satu bahasa pemrograman)

CLI cloud menghasilkan output JSON yang bisa di-parse. Kalian perlu setidaknya satu bahasa scripting — bash untuk otomasi cepat, dan Python sebagai standar industri untuk SDK cloud (boto3, google-cloud-*, azure-*). Di episode 8 kita akan menulis script pengelola resource yang memakai keduanya.

Pola Pikir Infrastructure-as-Code (IaC)

Ini bukan tool, melainkan cara berpikir: infrastruktur harus diperlakukan seperti kode — versi, review, dan deploy lewat pipeline. Seorang cloud engineer yang hanya klik-klik dashboard akan kesulitan mereplikasi environment, melakukan rollback, dan diaudit. Mulai biasakan: apa pun yang kalian buat di cloud, selalu pikirkan "bagaimana cara membuat ini dari kode?" — nanti kita wujudkan dengan Terraform di episode 7.

Tip

Kalian tidak perlu mahir semua skill ini sebelum mulai — tapi wajib merasa nyaman. Jika salah satu masih terasa asing, luangkan satu-dua hari untuk melatihnya dulu. Series ini akan terus mengasah keempat fondasi tersebut di setiap episode.

Perangkat Software dan Hardware yang Disiapkan

Akun Cloud Free Tier

Setiap provider menawarkan tier gratis yang cukup untuk belajar tanpa biaya:

ProviderFree TierBatasan
AWS750 jam/EC2 t2.micro & t3.micro per bulan, 1 juta Lambda request, 5 GB S312 bulan untuk instance
GCPVM e2-micro, 1 juta Cloud Functions invocation, 5 GB Cloud Storage90 hari untuk credit, sebagian tetap gratis
Azure750 jam/B-series VM, 1 juta Function execution, 5 GB Blob12 bulan untuk VM

Saya sarankan mulai dengan satu provider saja (misal AWS) untuk fokus belajar, lalu tambah GCP/Azure di fase lanjut (episode 22 multi-cloud). Buat akun dengan billing alert aktif sejak hari pertama, meskipun free tier — ini mencegah tagihan tak terduga.

CLI Tools

Install CLI resmi masing-masing provider di mesin lokal:

Install AWS CLI v2 (Linux)
curl "https://awscli.amazonaws.com/awscli-exe-linux-x86_64.zip" -o "awscliv2.zip"
unzip awscliv2.zip
sudo ./aws/install
aws --version
Install gcloud dan az
curl -O https://dl.google.com/dl/cloudsdk/channels/rapid/downloads/google-cloud-cli-linux-x86_64.tar.gz
tar -xf google-cloud-cli-linux-x86_64.tar.gz
./google-cloud-sdk/install.sh
 
curl -sL https://aka.ms/InstallAzureCLIDeb | sudo bash
az version

Setelah terpasang, login dan set kredensial. Di AWS gunakan IAM user (bukan root) dengan access key; di GCP aktifkan gcloud auth login; di Azure az login. Simpan access key di ~/.aws/credentials, jangan pernah di kode atau commit.

Terraform dan Docker

Terraform adalah bahasa de facto untuk IaC multi-cloud, dan Docker dipakai untuk menjalankan aplikasi yang akan kalian deploy ke cloud nanti. Install keduanya sekarang:

Install Terraform via repository HashiCorp
wget -O - https://apt.releases.hashicorp.com/gpg | sudo gpg --dearmor -o /usr/share/keyrings/hashicorp-archive-keyring.gpg
echo "deb [signed-by=/usr/share/keyrings/hashicorp-archive-keyring.gpg] https://apt.releases.hashicorp.com $(lsb_release -cs) main" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/hashicorp.list
sudo apt update && sudo apt install terraform
terraform version
Install Docker Engine
curl -fsSL https://get.docker.com | sh
sudo usermod -aG docker $USER
docker version

Note

Untuk episode-episode awal (0-2) akun satu provider dan CLI-nya sudah cukup. Terraform, Docker, dan provider kedua baru benar-benar dibutuhkan mulai episode 3-7. Kalian bisa menyiapkannya bertahap, tapi lebih nyaman jika langsung lengkap.

Verifikasi Environment

Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh. Pertama, cek semua binary:

Verifikasi tooling cloud
aws --version
gcloud version
az version
terraform version
docker version

Kedua, uji koneksi ke akun cloud — masing-masing provider punya cara cepat memastikan kredensial berfungsi:

Uji kredensial (AWS)
aws sts get-caller-identity
Uji kredensial (GCP)
gcloud auth list
gcloud config get-value project

Semua perintah di atas harus berhasil tanpa error. Jika muncul Unable to locate credentials atau permission denied, periksa ulang langkah login masing-masing provider.

Ringkasan Prasyarat

Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Skill: Linux CLI, networking dasar (CIDR, port, DNS), scripting bash/Python, dan pola pikir IaC.
  • Akun: satu provider cloud dengan free tier dan billing alert aktif.
  • Tool: aws, gcloud, az, Terraform, dan Docker terinstall dan terverifikasi.
  • Kebiasaan: kredensial tersimpan aman, tidak pernah di-commit ke repository.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. 27 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Cloud Engineer bekerja di terminal dan kode, bukan dashboard — empat skill dasar wajib dikuasai.
  • Pola pikir infrastructure-as-code adalah pembeda utama antara "admin yang klik-klik" dan "engineer yang mengotomasi".
  • Siapkan akun free tier + billing alert, CLI tools, Terraform, dan Docker.
  • Verifikasi kredensial dengan aws sts get-caller-identity, gcloud auth list, atau az account list.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran, model, dan sejarah cloud — apa sebenarnya yang dikelola seorang Cloud Engineer, perbedaan IaaS/PaaS/SaaS, model public/private/hybrid, hingga evolusi dari bare-metal menuju cloud-native. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Cloud Engineer baru saja dimulai!

Belajar Cloud Engineer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar Cloud Engineer