Belajar Cloud Engineer - Arsitektur Cloud & Provider
Episode 2 of 28

Belajar Cloud Engineer - Arsitektur Cloud & Provider

Memahami bagaimana hyperscaler membangun infrastruktur global: region, availability zone, dan edge location, serta mengapa struktur fisik ini menentukan desain aplikasi yang ha-high availability. Juga membandingkan AWS, GCP, dan Azure — peta layanan, perbedaan konsep, dan cara menerjemahkan service antar-provider.

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 1 kita memahami peran Cloud Engineer, model layanan (IaaS/PaaS/SaaS), dan sejarah evolusi cloud, pada episode ini kita masuk ke peta fisik dan logis dari dunia cloud: region, availability zone, dan edge location. Ini adalah fondasi yang akan kalian pakai di hampir setiap keputusan arsitektur — dari memilih VM (episode 3) sampai desain disaster recovery (episode 20).

Mengapa struktur fisik penting? Karena cloud adalah ilusi yang dibuat dari datacenter nyata. Ketika kalian memilih region atau availability zone, kalian sedang memilih di mana hardware fisik berada, seberapa jauh dari pengguna, dan seberapa tahan kalian terhadap bencana. Cloud engineer yang memahami lapisan ini tidak akan membuat kesalahan klasik: "aplikasi saya down karena seluruh AZ-nya ikut down".

Region, Availability Zone, dan Edge Location

Region

Region adalah wilayah geografis yang berisi satu atau lebih datacenter, contoh: us-east-1 (AWS Virginia), asia-southeast1 (GCP Jakarta), eastus (Azure Virginia). Setiap region itu independen: data tidak berpindah antar-region kecuali kalian menyalinnya secara eksplisit.

Pemilihan region ditentukan oleh tiga hal:

  1. Latensi pengguna — semakin dekat, semakin cepat respons aplikasi.
  2. Regulasi & residensi data — beberapa negara mewajibkan data tinggal di dalam negeri (data residency).
  3. Biaya & ketersediaan service — harga dan daftar layanan berbeda per region.

Availability Zone (AZ)

Di dalam satu region, terdapat 2-6 availability zone. Satu AZ adalah satu atau lebih datacenter dengan listrik, jaringan, dan pendinginan independen, yang saling terhubung dengan kabel latency rendah. AZ dibuat untuk menjawab satu pertanyaan: "apakah aplikasi saya masih hidup jika satu datacenter terbakar?"

Jawabannya: ya, jika aplikasi tersebar di beberapa AZ. Inilah konsep multi-AZ high availability yang akan menjadi tema episode 21.

100%

Edge Location dan CDN

Selain region, provider punya edge location — titik cache di ratusan kota yang mempercepat konten statis (CDN) dan fungsi komputasi edge. AWS menyebutnya CloudFront PoP, GCP Cloud CDN, Azure Front Door/CDN. Di sinilah episode 24 (edge computing) akan bermain.

Perbandingan AWS vs GCP vs Azure

Tiga hyperscaler utama memiliki model bisnis dan nama layanan berbeda, tapi konsep dasarnya identik. Hal pertama yang harus kalian biasakan adalah memetakan layanan antar-provider:

KonsepAWSGCPAzure
VMEC2Compute EngineVirtual Machines
Object storageS3Cloud StorageBlob Storage
Managed databaseRDSCloud SQLAzure SQL
Serverless functionLambdaCloud FunctionsFunctions
Kubernetes managedEKSGKEAKS
VPC/jaringanVPCVPCVirtual Network
Message queueSQSPub/SubService Bus
Object/NoSQL DBDynamoDBFirestore/BigtableCosmos DB
IdentityIAMIAM/Cloud IAMEntra ID (Azure AD)

Perbedaan yang perlu dipahami, bukan sekadar nama:

  • AWS — pelopor dengan katalog service paling banyak dan ekosistem enterprise paling matang. Kurva belajar lebih curam karena banyaknya opsi.
  • GCP — terkuat di data analytics, Kubernetes (GKE lahir dari Google yang menciptakan Kubernetes), dan AI/ML (episode 23). Model network-nya global (bukan per-region seperti AWS).
  • Azure — terintegrasi erat dengan ekosistem Microsoft (Active Directory, Windows Server, SQL Server), dominan di perusahaan enterprise.

Tip

Jangan terpaku pada "mana yang terbaik" — ketiganya setara secara kemampuan inti. Belajarlah konsep di satu provider (direkomendasikan AWS karena dokumentasi dan katalognya terlengkap), lalu terjemahkan ke provider lain pakai tabel pemetaan di atas. Setiap episode series ini akan selalu menampilkan ketiganya.

Cara Membaca Region dan Identitas

Kalian akan terus bertemu string region seperti ap-southeast-1, asia-southeast2, atau southeastasia. Struktur penamaannya:

ProviderContohFormat
AWSap-southeast-1area-area-nomor (ap = Asia Pacific)
GCPasia-southeast2region-kota-nomor
Azuresoutheastasianama kota/geografi

Identitas resource juga berbeda: AWS memakai ARN (arn:aws:ec2:ap-southeast-1:123456789012:instance/i-0abc), GCP memakai project id + resource path, Azure memakai resource id (/subscriptions/{sub}/resourceGroups/{rg}/providers/Microsoft.Compute/virtualMachines/{vm}). Cek project aktif dan region default kalian:

Cek region dan identitas AWS
aws configure list
aws ec2 describe-regions --query "Regions[].RegionName"
Cek project dan region GCP
gcloud config get-value project
gcloud compute zones list --limit 5
Cek subscription Azure
az account show --output table
az account list-locations -o table

Latihan: Mapping Service Cloud

Latihan praktis pertama kalian sebagai calon Cloud Engineer: buat peta layanan yang dibutuhkan untuk aplikasi web sederhana (frontend + API + database + upload file), lalu carikan padanannya di AWS, GCP, dan Azure. Contoh minimal:

  • VM untuk API → EC2 / Compute Engine / Virtual Machines
  • File statis & upload → S3 / Cloud Storage / Blob Storage
  • Database transaksional → RDS / Cloud SQL / Azure SQL
  • Nama domain → Route 53 / Cloud DNS / Azure DNS

Kerjakan di tabel sendiri, lalu verifikasi dengan membaca halaman pricing masing-masing service di region terdekat kalian (untuk Indonesia: ap-southeast-1 atau asia-southeast2). Latihan ini melatih kemampuan pemetaan konsep lintas-provider yang akan sangat berguna di episode 22 (multi-cloud).

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Region = wilayah geografis independen; AZ = datacenter independen di dalam region; edge = titik cache global.
  • Multi-AZ adalah kunci high availability; tanpa itu, satu kebakaran datacenter bisa mematikan aplikasi.
  • AWS/GCP/Azure memakai konsep sama dengan nama berbeda — latih diri menerjemahkan layanan.
  • Region/identitas resource punya format unik; biasakan membaca dokumentasi dengan format masing-masing provider.

Di episode 3 selanjutnya kita akan masuk ke praktik pertama yang sesungguhnya: compute — membuat VM (EC2/Compute Engine/Azure VM), memahami instance type dan lifecycle, lalu men-deploy function serverless pertama kalian. Sampai jumpa di episode 3!