Belajar Cloud Engineer - Networking Cloud
Episode 5 of 28

Belajar Cloud Engineer - Networking Cloud

Jaringan virtual adalah fondasi setiap deployment cloud: VPC dengan CIDR, subnet publik & privat, Internet Gateway, NAT, security group/firewall rules, peering, hingga load balancer. Kalian mendesain VPC multi-tier lengkap — web, aplikasi, dan database — dengan access control yang benar sejak awal.

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 3 kita membuat VM dan di episode 4 merancang lapisan data, sekarang kita bangun jaringan yang menyatukan semuanya. Networking cloud adalah lapisan yang paling sering diremehkan oleh pemula — sampai sebuah deployment tidak bisa diakses, atau lebih buruk: bisa diakses oleh semua orang karena firewall terbuka lebar.

Episode 5 membahas fondasi jaringan virtual cloud: VPC, subnet, gateway, security group/firewall rules, NAT, peering, dan load balancer. Di akhir episode kalian akan mendesain VPC multi-tier — pola arsitektur standar yang memisahkan web, aplikasi, dan database ke lapisan berbeda dengan akses yang dibatasi ketat.

VPC dan Subnet

Virtual Private Cloud (VPC)

VPC adalah jaringan virtual milik kalian di dalam cloud — seperti menggambar "ruangan" sendiri di atas datacenter provider. Setiap VPC punya blok CIDR (rentang IP), contoh 10.0.0.0/16 (65.536 alamat). Di AWS, GCP, dan Azure konsep ini sama, hanya penamaan yang berbeda (VPC / VPC / Virtual Network).

Subnet: Publik dan Privat

VPC dipecah menjadi subnet — potongan kecil jaringan yang dikaitkan ke satu availability zone. Pembagian paling penting dalam desain cloud:

SubnetAkses InternetIsi
PublikLangsung via Internet Gateway (IGW)Load balancer, NAT gateway, bastion host
PrivatTidak langsung — keluar lewat NATVM aplikasi, database
Desain CIDR VPC multi-tier 10.0.0.0/16
VPC: 10.0.0.0/16 (us-east-1)
├─ 10.0.1.0/24  subnet publik  AZ-a   (web/LB)
├─ 10.0.2.0/24  subnet privat  AZ-a   (app)
├─ 10.0.3.0/24  subnet privat  AZ-a   (database)
└─ 10.0.4.0/24  subnet publik  AZ-b   (web/LB cadangan)

Mengapa perlu multi-AZ? Karena jika satu AZ down, subnet di AZ kedua tetap hidup — fondasi high availability yang akan kita perluas di episode 21. Mengapa database di subnet privat? Karena database tidak boleh diakses dari internet sama sekali — hanya VM aplikasi di dalam VPC yang boleh menyentuhnya.

Warning

Kesalahan paling umum: menaruh database di subnet publik "biar mudah diakses dari rumah". Ini sama dengan menaruh brankas di trotoar. Database (dan apa pun yang menyimpan data sensitif) harus selalu di subnet privat, diakses hanya dari lapisan aplikasi lewat internal network.

Gateway: IGW dan NAT

  • Internet Gateway (IGW) — pintu keluar-masuk antara VPC dan internet. Tanpa IGW, resource publik tidak bisa diakses dari luar dan VM privat tidak bisa keluar.
  • NAT Gateway — memungkinkan resource di subnet privat untuk keluar ke internet (download package, update), tetapi internet tidak bisa masuk ke resource tersebut. Satu arah: inisiasi dari dalam.
Buat Internet Gateway dan attach ke VPC
aws ec2 create-internet-gateway
aws ec2 attach-internet-gateway \
  --internet-gateway-id igw-0abc --vpc-id vpc-0def
aws ec2 create-nat-gateway \
  --subnet-id subnet-0pub --allocation-id eipalloc-0abc

GCP memakai Cloud NAT untuk VM privat, Azure memakai NAT Gateway — konsep identik, nama berbeda.

Security Group dan Firewall Rules

Ini adalah firewall virtual yang menentukan siapa boleh masuk (ingress) dan keluar (egress). Dua lapisan yang harus dipahami:

  • Security Group (AWS) — stateful, dilampirkan ke resource (bukan subnet). Jika inbound diizinkan, outbound response otomatis diizinkan.
  • Firewall Rules (GCP) / Network Security Group (Azure) — lampiran ke subnet atau VM, model stateful/stateless sedikit berbeda.
Security group: hanya izinkan HTTP/HTTPS dari internet
aws ec2 create-security-group --group-name web-sg \
  --description "Allow web traffic" --vpc-id vpc-0def
aws ec2 authorize-security-group-ingress \
  --group-id sg-0abc \
  --protocol tcp --port 80 --cidr 0.0.0.0/0
aws ec2 authorize-security-group-ingress \
  --group-id sg-0abc \
  --protocol tcp --port 443 --cidr 0.0.0.0/0
aws ec2 authorize-security-group-ingress \
  --group-id sg-0abc \
  --protocol tcp --port 22 --cidr 203.0.113.5/32

Perhatikan baris terakhir: SSH hanya diizinkan dari IP spesifik (/32), bukan 0.0.0.0/0. Membuka SSH/port admin ke seluruh internet adalah salah satu temuan teratas security audit — dan kita akan memperkuat praktik ini di episode 15.

Peering dan Koneksi VPC

  • VPC Peering — menghubungkan dua VPC (di dalam atau lintas akun/region) lewat jaringan internal, tanpa melewati internet.
  • Transit Gateway / VPC Network Peering / VNet Peering — hub untuk menghubungkan banyak VPC sekaligus.
  • Koneksi ke datacenter on-premise (VPN, Direct Connect) kita bahas di episode 18 (advanced networking).

Load Balancer

Load balancer adalah "satpam lalu lintas" yang membagi request ke banyak instance. Ketiga provider menyediakan:

ProviderLoad BalancerL7 / HTTP
AWSELB (ALB, NLB)ALB
GCPCloud Load BalancingURL maps
AzureLoad Balancer / Application GatewayApplication Gateway
Buat target group dan register instance
aws elbv2 create-target-group --name app-tg \
  --protocol HTTP --port 8080 --vpc-id vpc-0def \
  --target-type instance
aws elbv2 register-targets --target-group-arn arn:aws:elasticloadbalancing:... \
  --targets Id=i-0aaa,Id=i-0bbb

Dengan load balancer di depan, kalian bisa: health check otomatis (instance yang gagal dikeluarkan), scaling (ditambah/dikurangi instance di belakangnya — episode 21), dan SSL termination di satu titik. User hanya mengenal satu alamat — detail di belakangnya abstrak.

Latihan: Desain VPC Multi-Tier

Desain lengkap VPC multi-tier untuk aplikasi web production:

100%

Langkah praktiknya:

  1. Buat VPC 10.0.0.0/16 + dua subnet publik dan dua subnet privat (AZ berbeda).
  2. Pasang Internet Gateway di subnet publik, NAT Gateway di satu subnet publik.
  3. Buat security group: web-sg (80/443 dari internet), app-sg (hanya dari web-sg), db-sg (hanya port database dari app-sg).
  4. Deploy satu VM di subnet publik dan satu di privat; buktikan VM privat bisa keluar internet (curl) tapi tidak bisa diakses dari luar.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • VPC + subnet membagi jaringan; publik vs privat adalah garis pemisah paling penting dalam desain.
  • IGW untuk masuk-keluar internet; NAT untuk akses keluar satu arah dari subnet privat.
  • Security group/firewall menerapkan least privilege — jangan pernah buka port admin ke seluruh internet.
  • Load balancer memberi health check, scaling, dan satu pintu masuk yang rapi.
  • VPC multi-tier memisahkan web/app/database — pola yang akan kalian pakai di hampir semua desain production.

Di episode 6 selanjutnya kita akan membahas IAM & identity — user, group, role, policy, service account, dan prinsip least privilege — untuk mengamankan akses seluruh resource cloud yang barusan kalian bangun. Sampai jumpa di episode 6!

Belajar Cloud Engineer - Networking Cloud | Belajar Cloud Engineer