Sebelum menyentuh Cloud Hypervisor, kalian perlu menguasai Linux admin dasar (KVM, CLI, networking TAP/bridge), memahami konsep VMM dan guest OS, serta menyiapkan host x86_64/aarch64 dengan KVM, kernel, cloud image, dan firmware yang benar. Di episode ini kalian juga menginstall binary Cloud Hypervisor dan memverifikasi seluruh environment siap.

Selamat datang di series Belajar Cloud Hypervisor! Series ini akan membawa kalian menguasai Cloud Hypervisor — Virtual Machine Monitor (VMM) modern berbasis Rust yang menjalankan VM cloud (Linux/Windows) dengan boot cepat, footprint kecil, dan dukungan hotplug, snapshot/restore, serta live migration. Total ada 23 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness sebagai backend Kata Containers.
Sebelum menyentuh cloud-hypervisor --kernel ..., ada skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Cloud Hypervisor bekerja di lapisan kernel: ia memanfaatkan KVM, membangun virtual device (virtio), dan mengatur jaringan TAP. Tanpa memahami lapisan-lapisan ini, kalian akan kesulitan mendiagnosis masalah saat VM tidak boot atau jaringan tidak terhubung.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan host, menginstall tooling, dan memverifikasi environment untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Cloud Hypervisor adalah type-2 VMM yang memanfaatkan KVM di host. Kalian wajib memahami cara kerja kernel Linux: modul kvm dan kvm_intel/kvm_amd, konsep vCPU, dan alasan mengapa hypercall diperlukan. Cek dulu apakah host kalian mendukung virtualisasi:
grep -E "(vmx|svm)" /proc/cpuinfo | head -5
ls -l /dev/kvm/dev/kvm yang ada berarti KVM aktif. Kalau tidak ada, hidupkan virtualisasi di BIOS/UEFI host atau pakai instance cloud yang mendukung nested virtualization (kita bahas di episode 19).
VM butuh jaringan. Cloud Hypervisor memakai TAP device — antarmuka virtual yang menghubungkan VM dengan network stack host. Kalian harus paham konsep bridge (menyatukan beberapa TAP), routing, dan sedikit iptables/firewall. Konsep ini akan dipakai terus mulai episode 7.
Pahami perbedaan VMM (perangkat lunak yang mengelola VM, contohnya Cloud Hypervisor) dengan guest OS (sistem operasi yang berjalan di dalam VM). Mengerti juga istilah virtio — standar device paravirtualisasi yang memungkinkan disk, NIC, dan perangkat lain berbagi ring buffer dengan guest. Di episode 2 kita bedah arsitekturnya lebih dalam.
Gunakan host x86_64 atau aarch64 dengan kernel Linux modern dan KVM. Pastikan ada ruang disk yang cukup (minimal 20 GB untuk cloud image dan disk VM). Cek spesifikasi dasar:
uname -m
uname -r
nproc
free -hUnduh binary prebuilt dari halaman rilis resmi GitHub. Untuk series ini kita memakai v53.0 (rilis 12 Juli 2026). Pilih file sesuai arsitektur:
wget https://github.com/cloud-hypervisor/cloud-hypervisor/releases/download/v53.0/cloud-hypervisor-static-x86_64
chmod +x cloud-hypervisor-static-x86_64
sudo mv cloud-hypervisor-static-x86_64 /usr/local/bin/cloud-hypervisorAlternatifnya, kalian bisa build dari source dengan cargo build --release — kita lakukan keduanya di episode 3.
Kalian butuh kernel Linux untuk direct boot dan cloud image sebagai disk guest. Kernel bisa berupa vmlinux (dari distribusi atau build manual), sedangkan cloud image contohnya Ubuntu cloudimg dari https://cloud-images.ubuntu.com. Kita unduh dan konfigurasikan lebih detail di episode 4 dan 9.
Untuk boot OS penuh (Ubuntu dengan GRUB, atau Windows), Cloud Hypervisor butuh firmware: rust-hypervisor-firmware (hypervisor-fw) atau CLOUDHV.fd (UEFI berbasis edk2). Siapkan keduanya dari halaman rilis resmi.
Cloud Hypervisor perlu membuat TAP device — operasi yang butuh CAP_NET_ADMIN. Alih-alih menjalankan semuanya sebagai root, beri capability spesifik pada binary:
sudo setcap cap_net_admin+ep /usr/local/bin/cloud-hypervisorsetcap cap_net_admin+ep menambahkan effective dan permitted CAP_NET_ADMIN ke binary, sehingga bisa membuat TAP tanpa menjadi root penuh. Ini praktik keamanan yang lebih baik dan akan kita bahas lebih jauh di episode 13.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
cloud-hypervisor --version
ls -l /dev/kvm
grep -E "(vmx|svm)" /proc/cpuinfo | wc -l
getcap /usr/local/bin/cloud-hypervisorKeempat perintah harus sukses. cloud-hypervisor --version harus mencetak versi (misal v53.0), dan getcap harus menampilkan cap_net_admin=ep.
Warning
Cloud Hypervisor membutuhkan KVM. Host tanpa /dev/kvm (misal kontainer Docker tanpa --device /dev/kvm, atau cloud instance tanpa nested virtualization) tidak akan bisa menjalankan VM. Selalu cek /dev/kvm sebelum menuntaskan episode 4.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
/dev/kvm aktif dan kernel modern.cloud-hypervisor v53.0 terinstall dan diberi setcap cap_net_admin+ep.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 22 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
/dev/kvm, binary cloud-hypervisor, kernel, cloud image, dan firmware.setcap cap_net_admin+ep agar TAP bisa dibuat tanpa root penuh.cloud-hypervisor --version dan cek /dev/kvm.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Cloud Hypervisor — dari inisiasi Intel tahun 2019, open governance bersama AMD, Arm, dan Microsoft, rilis LTS pertama v28 (November 2022), hingga masalah nyata yang diselesaikannya: VMM yang cepat, minimal, dan aman untuk cloud workload modern. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Cloud Hypervisor baru saja dimulai!