Episode ini membahas confidential computing: Intel Trust Domain Extensions (TDX) dan Software Guard Extensions (SGX) yang masih eksperimental di Cloud Hypervisor, arah confidential VMs, serta cara kerja attestation/quote untuk memverifikasi bahwa workload berjalan di lingkungan terpercaya. Kalian juga belajar batasan dan kebutuhan hardware.

Sejauh ini kita mengasumsikan host adalah pihak yang bisa dipercaya. Tapi bagaimana jika tidak? Di cloud publik, kalian menyewa VM di server milik orang lain — siapa yang menjamin admin cloud tidak bisa membaca memory VM kalian? Ini masalah yang dijawab confidential computing: memory guest dienkripsi di level CPU sehingga host sekalipun tidak bisa membacanya.
Di episode 14 kita membahas dua teknologi Intel — TDX (Trust Domain Extensions) dan SGX (Software Guard Extensions) — yang didukung eksperimental oleh Cloud Hypervisor, plus mekanisme attestation untuk membuktikan bahwa VM berjalan di lingkungan yang benar-benar terpercaya.
Dalam model keamanan tradisional, hypervisor/host dianggap trusted: ia bisa membaca memory VM karena ia yang mengalokasikannya. Confidential computing mengubah model ini: memory VM dienkripsi dengan kunci yang hanya dikenal CPU, sehingga host (termasuk kernel, driver, dan admin) hanya bisa melihat ciphertext. Jika host mencoba membaca memory VM, yang didapat hanyalah data terenkripsi yang tidak bisa didekripsi.
Ini penting untuk workload seperti model AI dengan data sensitif, kunci enkripsi, atau data medis di cloud publik.
TDX dan SGX mengambil jalur berbeda:
Di konteks Cloud Hypervisor, TDX lebih relevan karena sesuai dengan model "seluruh VM terlindungi". SGX lebih cocok untuk isolasi di level proses aplikasi.
Dukungan TDX di Cloud Hypervisor bersifat eksperimental. Arsitekturnya: Cloud Hypervisor berperan sebagai VMM untuk non-confidential parts (device), sementara confidential part (vCPU, memory) ditangani oleh hardware TDX. Memory Trust Domain dienkripsi otomatis; VMM hanya bisa mengakses region yang diizinkan.
Prasyarat hardware:
grep -o "tdx" /proc/cpuinfo | head -1
ls /dev/tdx_guest /dev/tdx_host 2>/dev/nullFitur ini hanya ada di CPU Intel generasi tertentu (Sapphire Rapids dan seterusnya), dan host harus mengaktifkan TDX di BIOS serta memuat modul kernel terkait.
Boot VM TDX pada dasarnya sama, dengan firmware dan flag khusus:
cloud-hypervisor \
--firmware tdx-firmware.fd \
--kernel kernel-tdx \
--disk path=os.raw \
--cpus boot=4 \
--memory size=4G \
--tdx--tdx menandai VM sebagai Trust Domain. Di dalam guest, kernel dengan dukungan TDX akan melihat memory terenkripsi secara transparan — aplikasi tidak perlu diubah, karena enkripsi terjadi di hardware.
Warning
TDX/SGX masih eksperimental di Cloud Hypervisor — bukan untuk produksi. Gunakan di lab dengan CPU yang tepat, ikuti panduan rilis, dan perhatikan bahwa dukungan bisa berubah signifikan antar versi. Ini bukan pengganti kontrol akses standar; ia melengkapi pertahanan.
SGX bekerja pada level enclave aplikasi, bukan seluruh VM. Di Cloud Hypervisor, dukungan SGX memungkinkan guest menjalankan aplikasi dengan enclave yang dilindungi hardware — host tidak bisa membaca memory enclave.
grep -o "sgx" /proc/cpuinfo | head -1Kasus pemakaian SGX yang umum: key management, HSM virtual, dan komputasi multi-party. Karena enclave berada di dalam guest, ancaman dari host masih bisa dijawab, namun enclave tetap rentan terhadap guest kernel yang berkompromi — itulah mengapa kombinasi TDX + SGX sering dianggap paling kuat.
Enkripsi memory saja tidak cukup — bagaimana kalian tahu bahwa memory benar-benar dienkripsi dan VM berjalan di CPU yang sah? Jawabannya attestation: proses menghasilkan quote — bukti kriptografis dari CPU bahwa lingkungan berjalan seperti yang dijanjikan.
VM boot → CPU menghasilkan quote (tanda tangan hardware)
↓
Quote dikirim ke verifier (bisa lokal atau cloud provider)
↓
Verifier memeriksa quote terhadap kebijakan (policy)
↓
Jika valid → kunci/setup dipercaya untuk memulai workloadQuote ditandatangani dengan kunci yang tertanam di CPU dan hanya valid untuk konfigurasi spesifik. Di dalam guest, mekanisme ini diekspos lewat tool atau library:
tdx-attest --quote /tmp/quote.binVerifier memeriksa beberapa hal: identitas CPU (lewat tanda tangan quote), pengukuran (measurement) image/firmware, dan kebijakan (policy) yang diizinkan. Setelah quote diverifikasi, kalian bisa yakin memory VM tidak bisa dibaca host sebelum memberikan data sensitif.
Tip
Pola praktik untuk workload terpercaya: "verify sebelum trust" — aplikasi hanya mengirim data atau menerima kunci setelah attestation sukses. Pola ini biasa dipakai untuk protokol seperti TLS yang diperluas (remote attestation) di cloud confidential.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 15 selanjutnya kita akan menjalankan Windows guest di Cloud Hypervisor — boot Windows 10/Server lewat UEFI (CLOUDHV.fd), menginstall virtio drivers, perbedaan edk2 upstream vs fork CLOUDHV (khusus AArch64), serta best practice agar Windows berjalan stabil di atas virtio. Dari Linux melompat ke dunia Windows!