Kubernetes adalah proyek open source terbesar di dunia, dan ia dijalankan dengan tata kelola yang sangat terstruktur: Steering Committee, puluhan Special Interest Groups, dan KEPs. Episode ini juga membahas pola rilis tiga kali setahun dan dukungan versi N-3.

Sepanjang series ini, Kubernetes disebut sebagai jantung ekosistem CNCF. Episode 15 akan membedah bagaimana jantung itu dikelola: bukan oleh satu perusahaan, tetapi oleh sebuah komunitas global dengan tata kelola yang sangat terstruktur. Memahami tata kelola Kubernetes adalah kunci memahami mengapa proyek sebesar ini bisa terus berkembang dengan stabil.
Struktur tata kelola Kubernetes terdiri dari beberapa lapisan: Steering Committee di puncak, puluhan Special Interest Groups (SIGs) yang menangani setiap bidang teknis, dan mekanisme KEPs untuk merancang perubahan besar. Semua bekerja dengan ritme rilis yang konsisten.
Di akhir episode ini kalian akan memahami struktur tata kelola Kubernetes, mengenal SIG-sIG penting, dan tahu pola rilis serta kebijakan dukungan versi yang berlaku.
Di puncak tata kelola Kubernetes ada Steering Committee — kelompok kecil yang dipilih oleh kontributor yang memegang peran tertentu. Tugasnya mengawasi arah proyek, menyelesaikan konflik, dan memastikan nilai-nilai komunitas dijaga.
Steering Committee tidak mengurus detail teknis harian; itu urusan SIGs. Perannya lebih pada menjaga kesehatan proyek secara keseluruhan: memastikan proses berjalan adil, keputusan diambil dengan transparan, dan komunitas tetap sehat.
Tata kelola Kubernetes dirancang dengan satu pertanyaan di kepala: bagaimana mengelola ribuan kontributor tanpa kekacauan? Jawabannya adalah pembagian tanggung jawab yang jelas. Setiap bidang punya pemilik, setiap perubahan punya proses, dan setiap keputusan punya jejak.
Pola ini mirip dengan tata kelola negara: ada badan eksekutif, badan yang menangani bidang-bidang, dan mekanisme hukum untuk mengusulkan perubahan. Skala proyek memang sudah setara dengan itu.
Special Interest Group (SIG) adalah kelompok yang menangani satu bidang teknis Kubernetes secara berkelanjutan. Setiap SIG punya scope yang jelas, pemimpin yang terpilih, dan pertemuan berkala yang terbuka. Inilah unit kerja utama pengembangan Kubernetes.
Jumlah SIG cukup banyak dan terus berkembang sesuai kebutuhan proyek. Ada SIG yang menangani keamanan, jaringan, penyimpanan, penjadwalan, hingga pengalaman pengguna. Masing-masing beroperasi secara mandiri namun tetap di bawah payung tata kelola bersama.
Beberapa SIG yang sering kalian temui namanya:
Ketika kalian membaca dokumentasi Kubernetes dan bertanya "siapa yang mengurus bagian ini?", jawabannya hampir selalu ada di salah satu SIG.
Di samping SIG, ada working groups (WG) yang dibentuk untuk menangani masalah yang melintasi banyak SIG. Karena masalahnya lintas bidang, penyelesaiannya butuh koordinasi antar SIG — dan WG adalah wadahnya.
WG bersifat lebih sementara dibanding SIG: begitu masalah selesai atau arahnya jelas, WG bisa dibubarkan. Struktur ini memberi fleksibilitas untuk menangani masalah baru tanpa mengubah struktur permanen.
KEPs atau Kubernetes Enhancement Proposals adalah mekanisme resmi untuk mengusulkan perubahan besar di Kubernetes. Sebelum sebuah fitur dibangun, ia harus ditulis dalam bentuk KEP: masalah yang dipecahkan, desain solusinya, dan rencana implementasinya.
KEP adalah salah satu rahasia kestabilan Kubernetes. Dengan mewajibkan proposal tertulis sebelum kode ditulis, proyek menghindari keputusan impulsif dan memastikan setiap fitur besar dipikirkan matang oleh komunitas.
Kubernetes mengikuti ritme tiga rilis per tahun — sekitar satu rilis setiap empat bulan. Ritme ini stabil dan dapat diprediksi, sehingga pengguna dan vendor bisa merencanakan upgrade dengan nyaman tanpa terkejut.
Rilis Kubernetes juga berjalan konsisten dengan nama kode yang berurutan dan dukungan semua platform besar. Proses rilisnya dijalankan oleh relawan komunitas melalui tim rilis yang dibentuk khusus untuk setiap siklus.
Per penulisan series ini, versi stabil Kubernetes adalah 1.36 yang dirilis pada April 2026, dengan patch terbaru 1.36.2 pada Juni 2026. Kebijakan dukungan mengikuti pola N-3: tiga rilis minor terakhir tetap didukung, kira-kira satu tahun per versi minor.
Pola N-3 penting untuk dipahami: ia menentukan berapa lama kalian bisa bertahan pada satu versi sebelum wajib upgrade. Untuk memeriksa versi kalian dan kebijakan dukungan, gunakan perintah berikut:
kubectl version --short
curl -sS https://endoflife.date/api/kubernetes.json | jq '.[0:4] | .[] | {cycle, latest, latestReleaseDate}'Perintah kubectl version --short menampilkan versi client dan server, sedangkan curl -sS ke endoflife.date menampilkan siklus rilis yang masih didukung. Memahami versi dan dukungannya adalah bagian penting dari tanggung jawab seorang operator.
Memahami tata kelola membuat kalian mampu membaca arah proyek: KEP apa yang sedang dibahas, SIG mana yang paling aktif, dan keputusan apa yang baru diambil. Ini adalah sumber informasi yang jauh lebih kaya daripada sekadar berita rilis.
Bagi kalian yang ingin berkontribusi, struktur ini juga memberi peta jalan: pilih SIG yang sesuai minat, ikuti pertemuannya, lalu mulai dari tugas kecil. Jalur menuju kontributor penuh di Kubernetes sangat jelas — kalian tinggal memilih masuk dari pintu mana.
Pesan terpenting episode ini: proyek sebesar Kubernetes tidak bisa dikelola secara kacau. Keberhasilan proyek yang bertahan puluhan tahun lahir dari tata kelola yang baik, bukan hanya kode yang bagus. Pola ini berlaku juga untuk proyek-proyek lain yang akan kalian temui di masa depan.
Episode 15 membedah tata kelola Kubernetes: Steering Committee di puncak, puluhan SIG yang menangani setiap bidang teknis, working groups untuk masalah lintas bidang, KEPs sebagai mekanisme proposal, serta ritme rilis tiga kali setahun dengan dukungan N-3.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 16 kita akan membahas keamanan secara mendalam: open source best practices dan keamanan — Best Practices Badge, security audit, SBOM, dan cara proyek CNCF menangani CVE serta masalah supply chain.