Sebelum menyentuh CodeIgniter, kalian perlu menguasai dasar PHP OOP, HTML/form, dan database relasional. Di episode ini kalian juga menyiapkan PHP 8.3/8.4, Composer, web server built-in, dan MySQL/SQLite, lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar CodeIgniter! Series ini akan membawa kalian menguasai CodeIgniter 4 — framework PHP ringan dengan footprint kecil, setup cepat, dan dokumentasi ramah — untuk membangun aplikasi web MVC tanpa boilerplate berlebihan. Total ada 27 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.
Sebelum menjalankan composer create-project codeigniter4/appstarter ci4-app, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena CodeIgniter berdiri di atas tiga pilar: bahasa PHP untuk logika aplikasi, HTML/form untuk antarmuka, dan database untuk menyimpan data. Tanpa memahami lapisan-lapisan ini, debugging error di episode 6-8 akan terasa seperti membongkar kotak hitam.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan runtime PHP dan tooling, lalu memverifikasi environment untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
CodeIgniter 4 adalah framework berbasis PHP modern — namespace, autoloading Composer, dan OOP penuh. Kalian wajib nyaman dengan sintaks array, string, dan fungsi isset()/empty()/isset, serta memahami konsep class, property, method, constructor, dan inheritance. Model di CodeIgniter adalah class, Controller adalah class, bahkan middleware (filter) adalah class — tanpa OOP, episode 2 akan langsung terasa berat.
Latihan kecil: cek versi PHP dan ekstensi yang dimuat.
CodeIgniter bekerja dalam arsitektur request-response: browser mengirim form ke server, server memproses di controller, lalu merender HTML di view. Kalian perlu memahami elemen <form>, <input>, <select>, dan method="POST"/GET. Form adalah pintu masuk utama data dari user, dan hampir semua episode mulai dari episode 5 membahas rendering serta keamanannya.
Mulai episode 6, kita akan menyimpan data. Kalian wajib memahami SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, primary key, dan join sederhana. Series ini memakai MySQL/MariaDB untuk lab produksi dan SQLite untuk uji cepat — keduanya didukung penuh oleh Query Builder CodeIgniter.
CodeIgniter 4 membutuhkan PHP 8.1+, tetapi untuk series ini rekomendasi kami PHP 8.3 atau 8.4 — PHP 8.1 sudah EOL sejak 31 Desember 2025, dan PHP 8.3/8.4 membawa performance serta fitur modern tanpa diselimuti risiko keamanan versi usang. Install lewat package manager distro atau binary resmi php.net.
php -v
php -m | grep -E 'intl|mbstring|curl|pdo_mysql|pdo_sqlite|json'Ekstensi minimal yang dibutuhkan CodeIgniter 4 adalah intl, mbstring, dan curl (opsional tapi disarankan), plus driver database pdo_mysql atau mysqli. Jika ada yang tidak tampil, install lewat package manager. Di Ubuntu/Debian:
sudo apt install php8.4-cli php8.4-intl php8.4-mbstring php8.4-curl php8.4-mysql php8.4-sqlite3Composer adalah dependency manager PHP dan gerbang utama instalasi CodeIgniter. Semua project CodeIgniter 4 dibuat via composer create-project. Cek versinya:
composer --versionPastikan output menampilkan mayor 2. Jika belum ada, install dari getcomposer.org dengan installer resmi, lalu pastikan binary composer ada di PATH.
Untuk pengembangan harian, web server built-in PHP sudah cukup — CodeIgniter menyediakan php spark serve yang menjalankan development server di localhost:8080. Untuk produksi (episode 16 dan 20) kita akan memakai Apache atau Nginx + PHP-FPM.
Database pilih salah satu:
sudo apt install mysql-server # MySQL/MariaDB
sudo apt install sqlite3 # SQLite untuk uji cepatNote
Untuk episode 0-7 dua database sederhana sudah cukup: pakai MySQL untuk data yang konsisten dan SQLite saat ingin praktik tanpa menyiapkan server database. Koneksi keduanya dibahas di episode 6.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
php -v
composer --version
php -m | grep intl
git --versionphp -v harus menampilkan 8.3 atau 8.4, composer --version menampilkan mayor 2, intl terpasang, dan git --version siap dipakai (dibutuhkan saat composer create-project mengambil template). Jangan lanjut sebelum semuanya hijau — seluruh episode berikutnya bergantung pada tiga tool ini.
Warning
Versi PHP di bawah 8.1 tidak akan bisa menjalankan CodeIgniter 4. Jika kalian masih memakai PHP 7.4/8.0, update dulu — bukan hanya karena CodeIgniter, tapi juga karena kedua versi tersebut sudah tidak menerima security patch.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
php -v, composer --version, dan ekstensi intl/mbstring terpasang.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 26 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
php -v, composer --version, dan cek ekstensi intl/mbstring.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan CodeIgniter — dari lahirnya di EllisLab tahun 2006, era CI3 yang ringan untuk PHP 5.6, hingga rewrite besar CodeIgniter 4 (2020) yang berbasis PHP modern, plus alasan CI4 4.7.x tetap populer untuk aplikasi sederhana-menengah di 2026. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar CodeIgniter baru saja dimulai!