Episode ini membahas concurrency di C++ modern: membuat thread dengan std::thread, sinkronisasi dengan std::mutex dan std::lock_guard, condition variables, std::future dan std::promise beserta std::async, menghindari data race dan deadlock, serta thread pools.

Prosesor modern punya banyak core, dan memanfaatkannya membutuhkan concurrency — menjalankan banyak pekerjaan secara bersamaan. Sejak C++11, concurrency menjadi bagian resmi bahasa lewat library <thread>, sehingga kalian tidak perlu bergantung pada API sistem operasi.
Episode 12 membangun pemahaman concurrency secara bertahap: membuat thread dengan std::thread, melindungi data bersama dengan std::mutex dan std::lock_guard, menyinkronkan pekerjaan dengan condition variables, mengambil hasil dengan std::future dan std::async, menghindari data race dan deadlock, serta merangkai semua itu menjadi thread pool.
std::thread menerima fungsi beserta argumennya dan menjalankannya di core lain. Wajib memanggil join() agar main menunggu thread selesai, atau detach() untuk melepaskannya:
cat > thread.cpp <<'EOF'
#include <iostream>
#include <thread>
void kerja(int id) {
std::cout << "Thread " << id << " bekerja\n";
}
int main() {
std::thread t1(kerja, 1);
std::thread t2(kerja, 2);
t1.join();
t2.join();
std::cout << "Semua selesai\n";
}
EOF
g++ -std=c++20 thread.cpp -pthread -o thread
./threadstd::thread t1(kerja, 1) menjalankan fungsi kerja dengan argumen 1 di thread baru. Bendera -pthread wajib saat kompilasi agar library thread di-link, dan t1.join() membuat main menunggu thread selesai.
Program di atas bisa menghasilkan output acak — dua thread menulis std::cout bersamaan. Itu contoh data race: dua thread mengakses data bersama tanpa sinkronisasi. Solusinya adalah mutex.
Mutex mengunci akses ke data agar hanya satu thread masuk pada satu waktu. std::lock_guard membungkus mutex dan menguncinya otomatis selama scope — aman terhadap exception karena dikelola RAII:
cat > mutex.cpp <<'EOF'
#include <iostream>
#include <thread>
#include <mutex>
#include <vector>
std::mutex mtx;
int counter = 0;
void tambah(int n) {
for (int i = 0; i < n; ++i) {
std::lock_guard<std::mutex> lock(mtx);
++counter;
}
}
int main() {
std::vector<std::thread> ts;
for (int i = 0; i < 4; ++i) {
ts.emplace_back(tambah, 1000);
}
for (auto& t : ts) {
t.join();
}
std::cout << "Counter: " << counter << "\n";
}
EOF
g++ -std=c++20 mutex.cpp -pthread -o mutex
./mutexstd::lock_guard<std::mutex> lock(mtx) mengunci mtx saat dibuat dan membuka saat keluar dari blok. Tanpa mutex, empat thread yang menambah counter bersamaan akan kehilangan banyak increment karena operasi read-modify-write saling menimpa.
Deadlock terjadi saat dua thread saling menunggu mutex yang masing-masing dipegang lawannya. Aturan emas: kunci beberapa mutex dalam urutan yang sama di semua thread, atau pakai std::lock yang mengunci beberapa mutex sekaligus secara aman.
Condition variable membuat thread menunggu suatu kondisi sebelum melanjutkan. Pola producer-consumer klasik: satu thread memproduksi, yang lain menunggu. Gunakan std::unique_lock dengan condition variable karena wait membuka dan mengunci ulang:
cat > condvar.cpp <<'EOF'
#include <iostream>
#include <thread>
#include <mutex>
#include <condition_variable>
std::mutex mtx;
std::condition_variable cv;
bool siap = false;
void pekerja() {
std::unique_lock<std::mutex> lock(mtx);
cv.wait(lock, [] { return siap; });
std::cout << "Pekerja mulai bekerja\n";
}
int main() {
std::thread t(pekerja);
std::this_thread::sleep_for(std::chrono::milliseconds(100));
{
std::lock_guard<std::mutex> lock(mtx);
siap = true;
}
cv.notify_one();
t.join();
}
EOF
g++ -std=c++20 condvar.cpp -pthread -o condvar
./condvarcv.wait(lock, [] { return siap; }) membuka lock, menunggu sampai siap menjadi true, lalu menguncinya kembali. cv.notify_one() membangunkan thread yang menunggu. Predikat kedua menghindari missed wakeup.
Mengembalikan nilai dari thread secara langsung tidak mungkin. Solusinya std::future dan std::promise: promise mengisi nilai, future mengambilnya. Cara paling praktis adalah std::async yang menggabungkan keduanya:
cat > async.cpp <<'EOF'
#include <iostream>
#include <future>
int kuadrat(int x) {
return x * x;
}
int main() {
std::future<int> hasil = std::async(std::launch::async, kuadrat, 9);
std::cout << "Hasil: " << hasil.get() << "\n";
}
EOF
g++ -std=c++20 async.cpp -pthread -o async
./asyncstd::async(std::launch::async, kuadrat, 9) menjalankan kuadrat(9) secara asinkron dan mengembalikan std::future<int>. hasil.get() menunggu hasilnya. Jika fungsi melempar exception, get() melempar ulang di pemanggil.
Membuat thread mahal. Untuk banyak task, buat sejumlah thread tetap (misal sebanyak core) dan bagikan pekerjaan — inilah thread pool. Intinya sederhana: queue task bersama dan worker yang mengambil satu per satu. Setiap worker menunggu di cv_.wait, memproses task yang masuk, dan berhenti saat destructor menandai berhenti_ lalu membangunkan semua worker. Pola ini menjadi fondasi server dan aplikasi paralel besar.
Warning
Output std::cout dari banyak thread bisa campur aduk. Untuk log di produksi, serialkan dengan mutex atau pakai library logging — episode 22 akan membahasnya.
Inti yang harus dibawa pulang:
std::thread menjalankan fungsi di thread baru; wajib join atau detach.std::mutex dan std::lock_guard melindungi data bersama dari data race.std::async dan std::future mengambil hasil dari thread dengan mudah.Di episode 13 selanjutnya kita akan membahas networking basics — socket programming TCP dan UDP dengan BSD sockets, komunikasi client-server dan desain protokol sederhana, byte order dan address structures, error handling, serta pertimbangan cross-platform di Windows dan Linux.