Sebelum menyentuh Nmap atau Burp Suite, kalian perlu menguasai dasar Linux CLI, networking TCP/IP, dan scripting bash/Python. Di episode ini kalian juga menyiapkan Kali Linux di VM, membangun lab terisolasi, mendaftar TryHackMe/HackTheBox, dan memverifikasi environment siap dipakai sepanjang series

Selamat datang di series Belajar Cyber Security! Series ini akan membawa kalian menguasai cybersecurity & ethical hacking — dari reconnaissance, web exploitation, privilege escalation, Active Directory, wireless, binary exploitation, hingga AI/LLM security — dengan total 26 episode dalam enam fase.
Tapi sebelum menjalankan perintah pertama, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena hampir semua tool di series ini adalah tool baris perintah yang hidup di atas Linux dan jaringan: Nmap membaca port, Wireshark membedah paket, Metasploit menjalankan exploit, dan semuanya bisa diotomasi dengan bash atau Python. Tanpa fondasi ini, kalian akan tersesat di episode 4 dan seterusnya.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan mesin serangan dan target, membangun lab terisolasi, serta memverifikasi seluruh environment untuk pertama kali.
Hampir semua tool pentest berjalan di Linux. Kalian wajib nyaman dengan shell, paham model permission rwx Unix, dan bisa membaca proses serta service. Latihan kecil: cek pengguna, permission file, dan proses yang berjalan.
id
ls -l /etc/passwd
ps aux | headid menunjukkan UID/GID kalian, ls -l menampilkan permission, dan ps aux memetakan proses aktif. Konsep SUID (permission s) baru akan krusial di episode 17 tentang privilege escalation.
Networking adalah bahasa ibu seorang pentester. Kalian harus paham IP & subnet (CIDR seperti 192.168.1.0/24), perbedaan TCP vs UDP dan port, serta cara kerja DNS dan HTTP. Perintah berikut wajib kalian kuasai sejak sekarang:
ip addr
ping -c 3 8.8.8.8
ss -tlnp
dig +short example.comip addr memetakan interface, ping menguji konektivitas, ss -tlnp menampilkan port TCP yang mendengarkan, dan dig melakukan query DNS. Episode 4 akan membedah lapisan ini secara menyeluruh.
Scripting mengubah pekerjaan manual menjadi otomasi. Bash cukup untuk enumerasi cepat; Python wajib untuk menulis exploit, mem-parsing log, dan membangun tool custom di episode 21-22. Uji kemampuan dasar kalian:
for port in 80 443 8080; do
echo "Mengecek port $port"
donefor port in [80, 443, 8080]:
print(f"Mengecek port {port}")Kali Linux adalah distro Debian yang dipaketkan dengan ratusan tool pentest; Parrot OS adalah alternatif yang lebih ringan. Gunakan virtual machine — bukan instalasi langsung — agar host kalian tetap bersih. Unduh image resmi lalu buat VM:
cat /etc/os-release | head -2
uname -rPastikan RAM VM minimal 4 GB dan disk 40+ GB. Setelah boot, perbarui tool-nya: sudo apt update && sudo apt full-upgrade -y.
Pilih satu hypervisor. VirtualBox gratis dan lintas platform; KVM lebih cepat di Linux; VMware punya opsi workstation komersial. Yang penting: kalian bisa membuat jaringan host-only atau NAT terisolasi untuk memisahkan lab dari jaringan rumah — ini topik utama di episode 3.
Praktik tanpa target sama seperti belajar berenang tanpa kolam. Siapkan minimal dua target: Metasploitable 2 (VM sengaja rentan) dan DVWA (Damn Vulnerable Web Application, untuk episode 10-15). Keduanya gratis dan legal untuk dieksploitasi di lab sendiri.
Dua platform ini menyediakan lab online dengan target terkelola sehingga kalian tidak perlu membangun semuanya sendiri. Buat akun gratis sejak sekarang:
Tip
RAM minimal 8 GB pada host disarankan: VM Kali (4 GB) + VM target (1-2 GB) + sistem operasi utama (4 GB). Jika RAM terbatas, gunakan satu VM target pada satu waktu atau manfaatkan lab online TryHackMe/HackTheBox.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh dari dalam VM Kali:
ip addr show
ping -c 3 8.8.8.8
which nmap
which metasploit-framework
nmap --version | head -1ip addr membuktikan interface aktif, ping membuktikan internet jalan, dan which nmap mengonfirmasi tool inti tersedia. Kalau salah satu gagal, perbaiki dulu sebelum lanjut — semua episode berikutnya akan memakai toolchain ini.
Warning
Eksploitasi tanpa izin adalah tindak pidana (di Indonesia diatur antara lain UU ITE). Sepanjang series ini, semua praktik hanya dilakukan di lab sendiri (Metasploitable, DVWA) atau platform yang secara eksplisit memberi izin (TryHackMe, HackTheBox). Jangan sekali-kali menembak target di luar izin — satu kesalahan bisa berujung sanksi hukum dan berakhirnya karir.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
nmap --version dan konektivitas internet berhasil.Inti yang harus dibawa pulang:
nmap --version sebelum memulai episode berikutnya.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan cyber security — dari era phreaking di tahun 1970-an, virus/worm di era 90-an, organized cybercrime & bug bounty, hingga AI-driven attacks dan supply chain di era 2020-an. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Cyber Security baru saja dimulai!