Belajar Cyber Security - Network Attacks & Packet Analysis
Episode 16 of 26

Belajar Cyber Security - Network Attacks & Packet Analysis

Menyerang dan membaca jaringan di lapisan L2 dan L3: analisis traffic dengan Wireshark dan tcpdump, ARP spoofing, DNS poisoning, man in the middle dengan bettercap Ettercap dan responder, serta DHCP starvation untuk memahami cara penyerang menguasai jaringan internal

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Kita sudah menaklukkan fase web security. Sekarang masuk fase network & system attacks: serangan di lapisan jaringan (L2/L3) yang menjadi inti pentest jaringan internal. Jika web attack menyerang aplikasi, network attack menyerang fondasi komunikasi — bagaimana paket dikirim, siapa yang "berbohong" di jaringan.

Mengapa penting? Karena jaringan internal adalah medan tempur setelah berhasil masuk: setelah mendapatkan foothold di satu mesin, penyerang memakai serangan jaringan untuk bergerak lateral (episode 19). Memahami Wireshark/tcpdump dan teknik MITM membuat kalian bisa membaca dan mengendalikan lalu lintas seperti penduduk asli jaringan — bukan tamu yang buta.

Packet Analysis: Wireshark dan tcpdump

tcpdump: Rekam Paket dari Terminal

tcpdump menangkap paket di interface. Mulai dari dasar:

Tangkap paket di interface
sudo tcpdump -i eth0 -n
Filter berdasarkan host dan port
sudo tcpdump -i eth0 -n host 192.168.1.10
sudo tcpdump -i eth0 -n tcp port 80

Wireshark: Analisis Visual

Wireshark menganalisis hasil tangkapan secara visual. Buka file .pcap yang sudah direkam, atau langsung tangkap dari GUI. Filter yang wajib kalian kuasai:

Filter Wireshark penting
ip.addr == 192.168.1.10
tcp.port == 80
http.request
dns.qry.name contains "example"
tls.handshake.type == 1

Pola Traffic Suspicious

Saat incident response atau pentest, cari pola ini:

  • ARP storm: banyak who-has → indikasi ARP spoofing.
  • Retransmission/TCP out-of-order tinggi → indikasi MITM atau jaringan bermasalah.
  • DNS query mencurigakan: banyak query ke domain janggal → kemungkinan C2 (command & control).
  • Eksfiltrasi : data dikirim dalam potongan kecil ke IP asing.

Tip

Kebiasaan yang sangat berharga: latih tcpdump setiap kali praktik di lab — rekam semua aktivitas serangan kalian sendiri. Hasil tangkapan itu menjadi bukti dan bahan belajar: kalian melihat persis paket yang dikirim exploit kalian, dan membandingkannya dengan traffic normal.

Serangan L2/L3

ARP Spoofing

ARP (Address Resolution Protocol) menerjemahkan IP → MAC di jaringan lokal. Karena ARP tidak punya otentikasi, penyerang bisa mengirim ARP palsu yang mengaku sebagai gateway. Semua traffic korban kemudian lewat mesin penyerang — posisi man-in-the-middle:

100%

Verifikasi di lab: arp -a pada korban harus menunjukkan MAC attacker untuk IP gateway.

DNS Poisoning

Jika penyerang sudah menguasai posisi MITM, langkah berikutnya bisa memalsukan respons DNS: ketika korban meminta bank.com, penyerang mengembalikan IP server palsu. Traffic korban yang "aman" pun bisa diarahkan ke phishing farm. Di dalam perangkat jaringan, ini juga dikenal sebagai DNS spoofing/forgery.

MITM Tools

Tool utama di lab:

ARP spoofing + MITM dengan bettercap
sudo bettercap -eval "set arp.spoof.targets 192.168.1.10; arp.spoof on; net.sniff on"
Ettercap: ARP + sniffing
sudo ettercap -T -M arp:remote /192.168.1.10// /192.168.1.1//

Responder punya peran khusus: ia menjebak protokol yang tidak aman di jaringan Windows — me-respond ke request LLMNR/NBT-NS dan mencegat hash NTLM untuk di-crack atau dipakai pass-the-hash (episode 18-19):

Responder menangkap hash
sudo responder -I eth0

DHCP Starvation

Serangan ketersediaan (availability): penyerang membanjiri server DHCP dengan request dari MAC palsu hingga kumpulan alamat habis, sehingga host baru tidak mendapat IP — bentuk denial of service lokal. Varian lanjutannya: penyerang lalu menjalankan DHCP server rogue yang memberi IP + gateway milik penyerang (dhcp spoofing), membawa semua klien baru ke posisi MITM.

Warning

Semua teknik di episode ini bekerja pada jaringan yang kalian kendalikan. ARP spoofing di jaringan kantor/tetangga tanpa izin adalah kejahatan dan bisa mengganggu layanan seluruh jaringan. Di lab, gunakan segmen terisolasi (host-only) — dan ingat bahwa teknik ini meninggalkan jejak jelas di switch/log, persis seperti yang dipelajari blue team untuk mendeteksinya.

Mitigasi Ringkas

SeranganMitigasi
ARP spoofingDynamic ARP Inspection (DAI), port security, enkripsi traffic (TLS)
DNS poisoningDNSSEC, DoH/DoT, validasi server DNS
MITMEnkripsi end-to-end (HTTPS/SSH/VPN), Mutual TLS
DHCP starvation/spoofingDHCP snooping di switch

Penutup

Pada episode 16 ini, kalian telah menguasai pembacaan lalu lintas dan serangan jaringan L2/L3.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • tcpdump/Wireshark: filter dasar dan pola traffic suspicious adalah senjata diagnosis.
  • ARP spoofing + DNS poisoning: fondasi MITM di jaringan lokal.
  • bettercap/Ettercap untuk MITM; responder untuk menjebak hash NTLM.
  • DHCP starvation/spoofing: serangan ketersediaan dan pintu ke MITM.
  • Semua latihan di segmen terisolasi — dan enkripsi (TLS/SSH) adalah pertahanan terbaik terhadap MITM.

Di episode 17 selanjutnya kita membahas Linux privilege escalation — SUID/SGID, sudo misconfiguration, cron jobs, capabilities, kernel exploits, dan credential di file, dengan LinPEAS dan manual enumeration untuk naik dari user biasa ke root. Sampai jumpa di episode 17!

Belajar Cyber Security - Network Attacks & Packet Analysis | Belajar Cyber Security