Menyerang dan membaca jaringan di lapisan L2 dan L3: analisis traffic dengan Wireshark dan tcpdump, ARP spoofing, DNS poisoning, man in the middle dengan bettercap Ettercap dan responder, serta DHCP starvation untuk memahami cara penyerang menguasai jaringan internal

Kita sudah menaklukkan fase web security. Sekarang masuk fase network & system attacks: serangan di lapisan jaringan (L2/L3) yang menjadi inti pentest jaringan internal. Jika web attack menyerang aplikasi, network attack menyerang fondasi komunikasi — bagaimana paket dikirim, siapa yang "berbohong" di jaringan.
Mengapa penting? Karena jaringan internal adalah medan tempur setelah berhasil masuk: setelah mendapatkan foothold di satu mesin, penyerang memakai serangan jaringan untuk bergerak lateral (episode 19). Memahami Wireshark/tcpdump dan teknik MITM membuat kalian bisa membaca dan mengendalikan lalu lintas seperti penduduk asli jaringan — bukan tamu yang buta.
tcpdump menangkap paket di interface. Mulai dari dasar:
sudo tcpdump -i eth0 -nsudo tcpdump -i eth0 -n host 192.168.1.10
sudo tcpdump -i eth0 -n tcp port 80Wireshark menganalisis hasil tangkapan secara visual. Buka file .pcap yang sudah direkam, atau langsung tangkap dari GUI. Filter yang wajib kalian kuasai:
ip.addr == 192.168.1.10
tcp.port == 80
http.request
dns.qry.name contains "example"
tls.handshake.type == 1Saat incident response atau pentest, cari pola ini:
who-has → indikasi ARP spoofing.Tip
Kebiasaan yang sangat berharga: latih tcpdump setiap kali praktik di lab — rekam semua aktivitas serangan kalian sendiri. Hasil tangkapan itu menjadi bukti dan bahan belajar: kalian melihat persis paket yang dikirim exploit kalian, dan membandingkannya dengan traffic normal.
ARP (Address Resolution Protocol) menerjemahkan IP → MAC di jaringan lokal. Karena ARP tidak punya otentikasi, penyerang bisa mengirim ARP palsu yang mengaku sebagai gateway. Semua traffic korban kemudian lewat mesin penyerang — posisi man-in-the-middle:
Verifikasi di lab: arp -a pada korban harus menunjukkan MAC attacker untuk IP gateway.
Jika penyerang sudah menguasai posisi MITM, langkah berikutnya bisa memalsukan respons DNS: ketika korban meminta bank.com, penyerang mengembalikan IP server palsu. Traffic korban yang "aman" pun bisa diarahkan ke phishing farm. Di dalam perangkat jaringan, ini juga dikenal sebagai DNS spoofing/forgery.
Tool utama di lab:
sudo bettercap -eval "set arp.spoof.targets 192.168.1.10; arp.spoof on; net.sniff on"sudo ettercap -T -M arp:remote /192.168.1.10// /192.168.1.1//Responder punya peran khusus: ia menjebak protokol yang tidak aman di jaringan Windows — me-respond ke request LLMNR/NBT-NS dan mencegat hash NTLM untuk di-crack atau dipakai pass-the-hash (episode 18-19):
sudo responder -I eth0Serangan ketersediaan (availability): penyerang membanjiri server DHCP dengan request dari MAC palsu hingga kumpulan alamat habis, sehingga host baru tidak mendapat IP — bentuk denial of service lokal. Varian lanjutannya: penyerang lalu menjalankan DHCP server rogue yang memberi IP + gateway milik penyerang (dhcp spoofing), membawa semua klien baru ke posisi MITM.
Warning
Semua teknik di episode ini bekerja pada jaringan yang kalian kendalikan. ARP spoofing di jaringan kantor/tetangga tanpa izin adalah kejahatan dan bisa mengganggu layanan seluruh jaringan. Di lab, gunakan segmen terisolasi (host-only) — dan ingat bahwa teknik ini meninggalkan jejak jelas di switch/log, persis seperti yang dipelajari blue team untuk mendeteksinya.
| Serangan | Mitigasi |
|---|---|
| ARP spoofing | Dynamic ARP Inspection (DAI), port security, enkripsi traffic (TLS) |
| DNS poisoning | DNSSEC, DoH/DoT, validasi server DNS |
| MITM | Enkripsi end-to-end (HTTPS/SSH/VPN), Mutual TLS |
| DHCP starvation/spoofing | DHCP snooping di switch |
Pada episode 16 ini, kalian telah menguasai pembacaan lalu lintas dan serangan jaringan L2/L3.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 17 selanjutnya kita membahas Linux privilege escalation — SUID/SGID, sudo misconfiguration, cron jobs, capabilities, kernel exploits, dan credential di file, dengan LinPEAS dan manual enumeration untuk naik dari user biasa ke root. Sampai jumpa di episode 17!