Belajar Cyber Security - Information Gathering & OSINT
Episode 6 of 26

Belajar Cyber Security - Information Gathering & OSINT

Belajar mengumpulkan intel tanpa menyentuh target: Google dorking Shodan Censys whois email dan username enumeration serta Have I Been Pwned, kemudian mengorganisir semua temuan dengan theHarvester dan Recon-ng untuk memetakan footprint target secara legal dan sistematis

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 5 kita menguasai kriptografi. Sekarang kita mulai fase operasional pertama dari workflow pentest: reconnaissance. Semua pentest serius dimulai bukan dengan menembak server, melainkan dengan mengumpulkan informasi — dan sebagian besar tanpa menyentuh target sama sekali.

Inilah esensi OSINT (Open Source Intelligence): intel yang diambil dari sumber publik. Mengapa ini yang pertama? Karena informasi yang dikumpulkan menentukan semua langkah berikutnya: nama subdomain menentukan target scan, alamat email menentukan username untuk brute force, teknologi yang terdeteksi menentukan exploit yang relevan. Semakin baik recon, semakin kecil kemungkinan menembak kosong.

Passive vs Active Recon

Ada dua pendekatan yang wajib kalian bedakan:

  • Passive recon: tidak menyentuh target secara langsung. Data diambil dari sumber pihak ketiga — search engine, DNS publik, database breach, sertifikat. Sulit (bahkan hampir tidak mungkin) dideteksi target.
  • Active recon: berinteraksi dengan target — port scan, banner grab, request langsung. Lebih kaya data tapi meninggalkan jejak di log target.

Episode 6-7 ini fokus ke passive; episode 8-9 akan masuk ke active.

Google Dorking

Google (dan search engine lain) bisa dipakai sebagai database informasi target. Google dorking memakai operator pencarian khusus:

OperatorFungsiContoh
site:Batasi ke domainsite:example.com
intitle:Kata di judulintitle:"index of"
filetype:Tipe filefiletype:env
inurl:Kata di URLinurl:admin

Beberapa dork paling berharga untuk pentester:

Google dorks yang berguna
site:example.com filetype:env
site:example.com inurl:phpinfo.php
site:example.com intitle:"index of" /backup
site:example.com "password" filetype:xlsx

Pola filetype:env atau intitle:"index of" sering membocorkan file konfigurasi dan direktori yang seharusnya privat. Catatan etika: dorking itu legal sebagai teknik pencarian, tapi mengakses file yang terbuka tanpa izin untuk mengambil datanya tetap termasuk akses ilegal.

Shodan dan Censys

Shodan adalah search engine untuk perangkat yang terhubung internet — bukan halaman web, melainkan banner layanan, port, dan metadata teknis. Censys adalah alternatifnya. Contoh query Shodan yang umum:

Query Shodan
country:ID port:3389
apache country:US
proftpd product:"vsftpd 2.3.4"
"ETag" + "MikroTik"

Query-query ini memungkinkan kalian menemukan perangkat dengan service/versi tertentu di internet — termasuk yang rentan. Untuk lab, cek apakah target lab kalian muncul di Shodan (biasanya tidak, karena host-only).

Warning

Shodan/Censys menampilkan data publik, tapi meng-eksploitasi perangkat yang kalian temukan di sana tetap ilegal tanpa izin. Untuk praktik, batasi diri pada target yang kalian miliki sendiri atau platform yang memberi izin (TryHackMe/HackTheBox) — jangan tergoda menguji perangkat acak di internet.

whois dan Informasi Registrasi

whois membuka data registrasi domain: nama organisasi, email kontak, nameserver, dan tanggal kadaluarsa. Informasi ini berguna untuk menemukan asset lain milik organisasi yang sama.

Cek registrasi domain
whois example.com

Perhatikan bahwa GDPR membatasi data pribadi pada whois, tapi data organisasi dan nameserver biasanya tetap terlihat.

Email dan Username Enumeration

Setelah punya nama domain, kita cari alamat email yang terasosiasi. Ini memberi bahan untuk username, target phishing (episode 24), dan bruteforce (episode 9).

Cari email dengan theHarvester
theHarvester -d example.com -b all

theHarvester menarik email dari search engine, PGP keyserver, dan sumber lain. Pola umum email seperti nama@example.com juga bisa ditebak dari nama karyawan yang ditemukan lewat LinkedIn — ini disebut footprinting persona, bahan utama social engineering.

Data Breach dan Have I Been Pwned

Ketika database sebuah layanan bocor, alamat email dan password ikut tersebar. Have I Been Pwned (HIBP) melacak breach ini; cek apakah sebuah email pernah bocor:

Cek email di HIBP
curl -s "https://haveibeenpwned.com/api/v3/breachedaccount/test@example.com" \
  -H "hibp-api-key: KEY_ANDA" | jq

Data dari breach menjadi bahan credential stuffing: password yang bocor di layanan A dicoba di layanan B. Ini juga alasan mengapa kalian harus cek apakah password lab kalian pernah bocor — kebiasaan kecil dengan dampak besar.

Mengorganisir Intel

Intel yang tidak terorganisir tidak berguna. Kumpulkan semua temuan ke dalam satu struktur. Recon-ng adalah framework yang merapikan workflow OSINT dalam modul-modul:

Recon-ng
recon-ng
marketplace install recon/domains-hosts/brute_hosts
workspaces create lab-target
Struktur intel yang harus dikumpulkan
├── 01-domain.txt        (domain & subdomain)
├── 02-emails.txt        (email & username)
├── 03-tech.txt          (teknologi & versi dari banner)
├── 04-hosts.txt         (IP & CIDR milik organisasi)
└── 05-notes.md          (catatan asumsi & hipotesis)

Tip

Biasakan mencatat setiap asumsi dan sumbernya selama OSINT. Di akhir pentest, laporan harus bisa ditelusuri balik: "subdomain X ditemukan lewat crt.sh" jauh lebih berharga daripada "subdomain X ada". Laporan seperti inilah yang dipakai audit dan episode 25 akan membahas caranya menulis.

Penutup

Pada episode 6 ini, kalian telah belajar mengumpulkan intel pasif tanpa menyentuh target.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Passive recon tidak meninggalkan jejak; active recon meninggalkan jejak — mulai dari passive.
  • Google dorking membuka file & direktori yang tidak sengaja publik.
  • Shodan/Censys menemukan perangkat & banner dari seluruh internet.
  • whois, theHarvester, HIBP melengkapi email/username dan riwayat breach.
  • Organisir semua intel — OSINT tanpa struktur sama seperti catatan tanpa sistem.

Di episode 7 selanjutnya kita akan membahas DNS & subdomain enumeration — zone transfer dengan dig AXFR, brute subdomain dengan subfinder dan amass, serta certificate transparency lewat crt.sh untuk menemukan attack surface tersembunyi. Sampai jumpa di episode 7!

Belajar Cyber Security - Information Gathering & OSINT | Belajar Cyber Security