Sebelum menulis kode Dart, kalian perlu menguasai dasar programming, konsep object-oriented, dan asynchronous programming. Di episode ini kalian juga menyiapkan environment, menginstall Dart SDK, memilih IDE, dan memverifikasi instalasi pertama.

Selamat datang di series Belajar Dart! Series ini membawa kalian menguasai Dart — bahasa pemrograman modern yang digagas Google untuk membangun aplikasi mobile, web, command-line, dan server — mulai dari fondasi konsep hingga production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase pembelajaran.
Sebelum menulis kode Dart, ada sejumlah skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Dart punya model berpikir yang khas: tipe yang sound, null safety yang ketat, model asynchronous berbasis Future dan Stream, serta ekosistem package dari pub.dev. Jika fondasi ini belum kokoh, episode-episode selanjutnya akan terasa berat.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian. Kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan environment, menginstall Dart SDK, memilih IDE, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, perjalanan 22 episode berikutnya bisa diikuti dengan nyaman.
Pastikan kalian sudah nyaman dengan variabel, kondisi, loop, dan fungsi dalam bahasa apa pun. Dart memakai sintaks yang mirip dengan C dan JavaScript, sehingga pengalaman di kedua bahasa tersebut akan sangat membantu. Biasakan menulis program kecil secara rutin sampai pola if, for, while, dan definisi fungsi terasa otomatis.
Dart adalah bahasa yang berorientasi objek secara menyeluruh — bahkan fungsi dan tipe primitif adalah objek. Konsep seperti class, inheritance, encapsulation, dan interface bukan sekadar teori, melainkan alat kerja harian. Pahami bagaimana objek menyimpan state dan mengekspos perilaku lewat method sebelum masuk ke episode 5.
Dart menangani I/O dan concurrency dengan model asynchronous berbasis Future dan Stream. Kalian wajib memahami perbedaan operasi sinkron dan async, serta konsep callback dan promise dari bahasa lain. Episode 7 akan membahas topik ini secara mendalam, tapi pemahaman dasar diperlukan sejak sekarang.
Seluruh series ini dikerjakan dari terminal: dart run, dart pub get, dan dart test akan menjadi teman harian kalian. Kuasai navigasi direktori, menjalankan perintah dengan argumen, dan membaca output error. Selain itu, biasakan memakai Git untuk mencatat setiap perubahan project.
Pertama, install Dart SDK versi terbaru. Minimal versi 2.12 agar sound null safety aktif, dan sangat disarankan versi 3.x saat penulisan series ini. Pengguna Linux dapat memakai repositori apt, macOS memakai Homebrew, dan Windows memakai Chocolatey atau installer resmi dari dart.dev. Verifikasi instalasi dengan:
dart --versionOutput akan menampilkan versi seperti Dart SDK version: 3.5.4 beserta arsitektur target. Jika perintah tidak ditemukan, pastikan direktori bin dari SDK sudah masuk ke PATH sistem.
Pilih satu editor utama dan pasang ekstensi Dart-nya:
Verifikasi bahwa IDE sudah mengenali SDK dengan memeriksa daftar ekstensi:
code --list-extensions | grep dartPada VS Code, ekstensi Dart-Code.dart-code harus muncul. Perintah code --list-extensions | grep dart membantu memastikan ekstensi terpasang dengan benar.
Jika kalian ingin mengembangkan aplikasi mobile dan web (episode 11-12), install juga Flutter SDK yang membungkus Dart SDK dalam satu toolchain. Untuk version control, pastikan Git tersedia:
flutter --version
git --versionFlutter menyertakan Dart SDK miliknya sendiri. Git diperlukan untuk melacak kode dan, nanti, untuk pipeline CI/CD yang akan kita bangun di episode 14 dan 19.
Dart dan Flutter tidak membutuhkan mesin super kuat, tapi ada standar minimum yang disarankan agar pengalaman belajar nyaman:
Info
Untuk perangkat dengan RAM 4 GB, disarankan memakai VS Code dan menutup aplikasi berat lain saat build agar tidak kehabisan memori.
Terakhir, pastikan semuanya bekerja. Buat file bernama hello.dart dan jalankan:
void main() {
print('Halo dari Dart!');
}dart run hello.dartOutput Halo dari Dart! menandakan SDK, IDE, dan environment kalian siap dipakai. Perintah dart run hello.dart mengkompilasi skrip dengan JIT lalu menjalankannya — detail proses ini akan kita bedah di episode 3.
Inti yang harus dibawa pulang:
dart --version.hello.dart pertama.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa memilih Dart — kelahiran Dart di Google, perbandingannya dengan JavaScript, Kotlin, dan Swift, serta alasan mengapa bahasa ini layak dikuasai pada 2026. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Dart baru saja dimulai!