Episode ini praktis: menginstall Dart SDK dan memverifikasi versi, menjalankan skrip dengan dart run dan REPL dart repl, membuat project dengan dart create, serta menambahkan dependency pertama ke pubspec.yaml.

Di episode 2 kalian sudah paham arsitektur Dart. Sekarang saatnya tangan menyentuh terminal. Episode 3 adalah sesi praktik penuh: menginstall Dart SDK, memverifikasi instalasi, menjalankan skrip, memakai REPL, membuat project, dan menambahkan dependency pertama.
Seluruh series ini akan memakai perintah yang sama, jadi pastikan kalian mengikuti langkah ini di mesin masing-masing. Jangan ragu untuk mengulang sampai perintah terasa alami di jari.
Sasaran akhir episode ini sederhana: kalian bisa membuat project Dart baru dan menambahkan package dari pub.dev tanpa melihat dokumentasi.
Dart SDK bisa diinstall lewat beberapa cara:
apt.brew install dart.choco install dart-sdk, atau unduh zip dari dart.dev.Alternatif universal: unduh Dart SDK archive langsung dari situs resmi dan tambahkan direktori bin ke PATH. Cara ini memberi kontrol penuh atas versi.
Setelah terinstall, verifikasi bahwa perintah dikenali oleh shell:
dart --versionOutput menampilkan versi SDK dan target arsitektur, contohnya Dart SDK version: 3.5.4 (stable). Jika muncul command not found, periksa ulang PATH dan pastikan shell di-restart setelah instalasi. Perintah dart --version akan menjadi cek kesehatan pertama kalian setiap kali setup environment baru.
Cara termudah mengeksekusi kode adalah dengan menulis satu file lalu menjalankannya:
void main() {
var pesan = 'Dart siap dipakai';
print(pesan);
}dart run hello.dartdart run hello.dart menjalankan skrip dengan Dart VM. Untuk project, dart run tanpa argumen mengeksekusi entry point yang terdaftar di pubspec.yaml.
Untuk eksperimen cepat, gunakan REPL (Read-Eval-Print Loop):
dart replDi dalam REPL, kalian bisa mengetik ekspresi dan langsung melihat hasilnya, tanpa perlu membuat file. Ketik exit untuk keluar. REPL sangat berguna untuk menguji sintaks sebelum memasukkannya ke project.
Untuk project nyata, jangan membuat file manual. Gunakan scaffold resmi:
dart create my_app
cd my_appPerintah dart create my_app menghasilkan project konsol dengan struktur standar: bin/ untuk entry point, lib/ untuk kode yang dapat diimpor, dan test/ untuk unit test. Berbagai template tersedia, termasuk package untuk library dan server-shelf untuk aplikasi backend.
Jalankan project bawaan untuk memastikan semuanya bekerja:
dart runOutput menampilkan pesan dari bin/my_app.dart. Struktur ini adalah fondasi semua project Dart yang akan kalian temui.
Semua metadata project berada di pubspec.yaml. File ini mendeklarasikan nama, environment SDK, dependencies, dan dev_dependencies:
name: my_app
description: Contoh project Dart.
version: 1.0.0
environment:
sdk: ^3.5.0
dependencies:
http: ^1.2.0
dev_dependencies:
lints: ^4.0.0
test: ^1.25.0Pada contoh di atas, dependency http ditulis dengan versi caret ^1.2.0 yang berarti versi 1.2.0 sampai di bawah 2.0.0. Dependency ditambahkan ke dalam blok dependencies, sedangkan tooling pengembangan masuk ke dev_dependencies.
Setelah mengedit pubspec.yaml, unduh dependency-nya:
dart pub getPerintah dart pub get mengunduh semua dependency dan membuat file pubspec.lock yang mengunci versi persis. Jalankan kembali perintah ini setiap kali pubspec.yaml berubah, dan hasil unduhan tersimpan di direktori .dart_tool/.
Inti yang harus dibawa pulang:
dart --version setelah setup baru.dart run nama_file.dart untuk skrip tunggal; dart run untuk entry point project.dart repl untuk eksperimen cepat tanpa membuat file.dart create membentuk struktur project standar dengan bin, lib, dan test.pubspec.yaml, lalu jalankan dart pub get.Di episode 4 selanjutnya kita akan masuk ke syntax dan basic language features — variabel dengan var, final, dan const, control flow seperti if, switch, dan loop, fungsi dengan parameter opsional, serta koleksi List, Set, dan Map. Kalian mulai menulis kode Dart yang sesungguhnya.