Belajar Data Analyst - Statistika Dasar
Episode 5 of 28

Belajar Data Analyst - Statistika Dasar

Episode ini membangun fondasi statistika untuk analis: mean, median, mode, variance, standar deviasi, distribusi, skewness, dan sampling. Kalian akan belajar merangkum dan menginterpretasi dataset dengan benar, serta menghindari kesimpulan yang menyesatkan dari angka yang menipu

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 4 kalian mahir menarik data dengan SQL, kini saatnya memahami apa arti angka-angka itu. Statistika adalah bahasa analisis: ia memberi kerangka untuk merangkum data, mengukur ketidakpastian, dan membandingkan kelompok secara adil. Tanpa statistika, analis menebak; dengan statistika, analis berargumen dengan bukti.

Episode ini fokus pada statistika deskriptif — mendeskripsikan dan merangkum data dengan ukuran pemusatan, penyebaran, dan distribusi — plus dasar sampling. Kita akan bekerja dengan contoh kasus penjualan supaya setiap konsep langsung terasa relevan untuk pekerjaan sehari-hari. Statistika inferensial (uji hipotesis, p-value) akan kalian temui di episode 21.

Ukuran Pemusatan: Mean, Median, Mode

Mean (Rata-rata)

Jumlah semua nilai dibagi banyaknya nilai. Sensitif terhadap outlier.

Median

Nilai tengah setelah data diurutkan. Kokoh terhadap outlier.

Mode

Nilai yang paling sering muncul — satu-satunya ukuran pemusatan yang bisa dipakai untuk data kategorikal.

PythonUkuran pemusatan di pandas
import pandas as pd
 
penjualan = pd.Series([100, 120, 110, 95, 1500])
print("mean  :", penjualan.mean())
print("median:", penjualan.median())
print("mode  :", penjualan.mode().tolist())

Output mean = 385, sedangkan median = 110. Lihat selisihnya? Satu order aneh sebesar 1500 menyeret rata-rata jauh ke atas, sementara median nyaris tidak bergeming. Inilah mengapa analis selalu mengecek keduanya.

Important

Saat distribusi skewed (menceng), median lebih mewakili "nilai tipikal" daripada mean. Untuk data pendapatan, harga rumah, atau durasi sesi — yang hampir selalu skewed — jangan pernah melaporkan mean tanpa melaporkan median.

Ukuran Penyebaran: Range, Variance, Standar Deviasi

Mean tanpa penyebaran tidak lengkap: dua tim bisa punya rata-rata penjualan sama, tetapi satu konsisten dan satu lagi tidak menentu.

  • Range: nilai maksimum dikurangi minimum. Mudah, tetapi hanya melihat dua titik ekstrem.
  • Variance: rata-rata kuadrat selisih tiap nilai dari mean.
  • Standar deviasi: akar kuadrat variance — kembali ke satuan asli data, sehingga lebih mudah diinterpretasi.
PythonUkuran penyebaran
import numpy as np
 
tim_a = np.array([100, 102, 99, 101, 100])
tim_b = np.array([50, 150, 90, 120, 100])
 
print("std A:", tim_a.std().round(2))
print("std B:", tim_b.std().round(2))

Tim A dan B sama-sama rata-rata 100, tetapi standar deviasinya sangat berbeda. Standar deviasi kecil = konsisten; besar = bergejolak. Untuk data bisnis, ini berarti tim B jauh lebih sulit diprediksi — informasi yang tidak terlihat jika hanya melihat mean.

Distribusi dan Skewness

Distribusi menggambarkan bagaimana nilai-nilai tersebar. Dua bentuk yang paling sering kalian jumpai:

  • Normal (bell curve): simetris, mayoritas data dekat mean. Banyak fenomena (tinggi badan, error pengukuran) mengikuti pola ini.
  • Skewed (menceng): ekor panjang ke satu sisi. Distribusi pendapatan dan penjualan hampir selalu right-skewed — segelintir nilai sangat besar menarik mean ke kanan.
Kondisimean vs medianArti bisnis
Simetrismean ≈ medianData seimbang, tidak ada outlier dominan
Right-skewedmean > medianBeberapa nilai besar menarik rata-rata; median lebih mewakili
Left-skewedmean < medianBeberapa nilai sangat kecil menekan rata-rata

Cara cepat mengecek: hitung mean dan median. Jika mean &gt; median, hampir pasti skewed. Visualisasi histogram di episode 9 akan membuat pola ini jauh lebih jelas.

Sampling: Mengambil Sampel yang Mewakili

Analis jarang menganalisis seluruh populasi. Sampling memilih subset yang mewakili keseluruhan. Dua prinsip utamanya:

  1. Randomness: setiap anggota populasi punya kesempatan sama untuk terpilih — tanpa ini, sampel bias.
  2. Ukuran cukup: semakin besar sampel (dan semakin homogen populasinya), semakin presisi perkiraan kita.
Sampel acak 10% dari orders di PostgreSQL
SELECT *
FROM orders
TABLESAMPLE SYSTEM (10);

Pitfall terbesar sampling di dunia analis bukan tekniknya, melainkan sumber datanya: menganalisis hanya customer yang aktif (survivorship bias), hanya order yang sukses, atau hanya bulan yang bagus. Sampel yang "sopan" menghasilkan kesimpulan yang menyenangkan tetapi salah.

Praktik: Merangkum Dataset Penjualan

Gabungkan semuanya dalam satu alur: ambil data dari database, ringkas dengan SQL, lalu periksa distribusinya dengan Python.

Ringkasan agregat di SQL
SELECT
    COUNT(*)                AS jumlah_order,
    ROUND(AVG(amount), 2)   AS rata_rata,
    PERCENTILE_CONT(0.5) WITHIN GROUP (ORDER BY amount) AS median
FROM orders
WHERE status = 'completed';

PERCENTILE_CONT(0.5) adalah cara SQL menghitung median. Bandingkan rata_rata dan median: jika jauh berbeda, catat bahwa distribusi amount skewed — jangan laporkan rata-rata sendirian.

PythonCek skewness dan kurtosis
import pandas as pd
 
df = pd.read_csv("orders.csv")
print("skew:", df["amount"].skew().round(2))

Nilai skew positif kuat (misal > 1) menegaskan distribusi right-skewed. Laporan kalian kemudian bisa menyebut: "Rata-rata order Rp385.000, tetapi median hanya Rp110.000 — mayoritas order bernilai kecil, dinaikkan oleh segelintir order besar."

Kesalahan Umum

  • Melaporkan mean pada data skewed. Selalu cek median juga.
  • Membandingkan mean antar kelompok tanpa mengecek penyebaran. Dua mean sama bisa berasal dari distribusi yang sangat berbeda.
  • Mengabaikan outlier. Jangan otomatis buang — cek dulu apakah itu error data atau segmen bisnis yang nyata (topik episode 7).
  • Sampel bias tapi diklaim representatif. Periksa selalu: siapa yang terwakili, siapa yang tidak.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Mean sensitif outlier, median kokoh — pada data skewed, utamakan median.
  • Variance dan standar deviasi mengukur penyebaran; laporkan bersama mean.
  • Distribusi normal vs skewed menentukan interpretasi yang benar.
  • Sampel harus acak, cukup besar, dan bebas bias seleksi.

Di episode 6 selanjutnya kita masuk ke Python untuk analisis dengan pandas — DataFrame, filtering, groupby, dan NumPy di Jupyter, lengkap dengan EDA pertama kalian. SQL sudah menjadi senjata pertama, statistika sudah menjadi lensa, dan sekarang Python akan menjadi pisau bedah kalian!