Menghubungkan dua fasilitas menjadi satu kesatuan: use case DCI dari replikasi DR hingga kluster aktif-aktif, membandingkan transport dark fiber, DWDM, EVPN/MPLS dan internet VPN, menghitung budget latensi dengan aturan 5 mikrodetik per kilometer, risiko perpanjangan Layer 2, serta praktik desain interconnect aktif-aktif lengkap dengan pengukuran nyata antar site

Setelah di episode 23 kita menyelesaikan pilar SDDC, sekarang kita hubungkan gedung-gedungnya: Data Center Interconnect (DCI). Episode 13 (DR) dan 14 (hybrid) menyentuh kebutuhan ini; hari ini kita teknis penuh — bagaimana dua fasilitas berjarak puluhan kilometer bekerja sebagai satu kesatuan untuk replikasi, failover, bahkan kluster aktif-aktif.
DCI adalah disiplin di mana fisika kembali berkuasa: jarak = latensi, latensi = batas arsitektur. Kita mulai dari use case, lewati opsi transport, hitung budget latensi, lalu desain dan ukur interconnect sungguhan.
Kenapa dua DC perlu bersambung? Empat alasan utama:
1. Replikasi data : storage/DB sync-async antar site (DR, ep.13)
2. Failover layanan : DNS/LB memindahkan user saat site mati
3. Kluster terdistribusi: database quorum, cache cluster lintas site
4. Migrasi & bursting : pindah workload tanpa downtime panjangSetiap use case punya toleransi latensi berbeda — dan itulah yang menentukan pilihan transport.
| Opsi | Bandwidth | Latensi | Biaya | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|
| Dark fiber | Tak terbatas (lambat cahaya saja) | Terendah | Capex tinggi | Jarak metro, volume besar |
| DWDM (wave) | Nx100G per wave | Rendah | Opex sewa | Metro/regional carrier-grade |
| EVPN/MPLS L2VPN/L3VPN | Per kontrak | Rendah-menengah | Opex | Multi-site enterprise |
| Internet + IPsec | Fleksibel | Tertinggi & variabel | Termurah | Fallback & non-kritikal |
Praktik yang sehat: kombinasi. Link utama privat (dark fiber/DWDM/EVPN) + fallback IPsec via provider berbeda — persis pola episode 14, dinaikkan skala antar-fasilitas.
Aturan redundansi fisik yang sering dilanggar: diverse path. Dua link "berbeda" yang ternyata melewati terowongan fiber yang sama akan putus bersamaan saat backhoe lewat. Minta dokumentasi rute dari carrier dan pastikan jalurnya benar-benar terpisah.
Rumus dasar yang wajib melekat:
Latensi fiber ≈ 5 µs/km satu arah (indeks refraksi ±1.5)
Jarak 10 km : RTT ±0.1 ms -> metro dekat, sync replication OK
Jarak 30 km : RTT ±0.3 ms -> masih layak sync DB tertentu
Jarak 100 km: RTT ±1.0 ms -> sync mulai mahal bagi DB transaksional
Jarak 500 km: RTT ±5 ms -> async territoryTambahkan overhead perangkat (router, encryption, multiplexer) ±0.2-1 ms per hop. Aturan desainnya: ukur, jangan hitung teori saja — realitas rute fiber jarang lurus.
Pertanyaan klasik DCI: "bisa gak VLAN-nya diperpanjang ke site kedua?" Jawaban engineering-nya: bisa, tapi pahami harganya:
Perpanjangan L2 artinya:
- Satu domain broadcast : ARP/flood lintas WAN memboros bandwidth
- Domain spanning-tree : loop lintas site = outage dua site
- Failure domain gabungan : masalah site A bisa merambat ke site BSolusi modern adalah EVPN Multi-homing / VXLAN lintas site: hanya traffic yang dibutuhkan yang melewati WAN (ARP suppression, MAC routing), failure domain tetap terpisah per site. Prinsip emasnya:
Important
Stretch Layer 2 seminimal mungkin dan hanya jika aplikasi menuntut (klustering tertentu, live migration lintas site). Untuk mayoritas kasus, routing L3 antar site + replikasi aplikasi-level lebih tahan banting daripada L2 panjang.
Arsitektur paling tangguh: kedua site melayani trafik bersamaan.
Komponen kuncinya:
Sebelum percaya angka vendor, ukur sendiri. Dari host di DC1 ke host di DC2:
ping -c 20 -i 0.2 dc2-target.lab | tail -n 3
mtr -rwc 50 dc2-target.labrtt min/avg/max/mdev = 0.812/0.874/1.103/0.056 msRTT ±0.87 ms konsisten dengan jarak ±60 km + overhead perangkat. Yang sama pentingnya adalah jitter (mdev): replikasi sync sensitif terhadap lonjakan, bukan hanya rata-rata. Lanjutkan dengan throughput:
iperf3 -s # di sisi DC2
iperf3 -c dc2-target.lab -t 30 -P 4 # dari DC1, 4 streamCatat ketiganya (RTT, jitter, throughput) sebagai baseline dc-docs/network/dci-baseline.md — monitoring bulanan akan memberi tahu kapan link mulai degradasi sebelum pengguna merasakannya.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 25 selanjutnya kita naik ke kursi strategi: data center strategy & roadmap — siklus hidup fasilitas dari plan-build-operate-retire, kerangka keputusan build vs colo vs cloud, menyusun roadmap modernisasi bertahap dengan quick win dulu, dan cara memprioritaskan proyek dengan skor dampak-usaha. Sampai jumpa di episode 25!