Membedah pola arsitektur data modern yang menjadi bahasa bersama industri: medallion architecture bronze-silver-gold, perbandingan Lambda vs Kappa, keputusan batch vs streaming, serta reference architecture data platform lengkap yang dipraktikkan lewat desain arsitektur sederhana

Setelah di episode 1 kita memetakan peran dan ekosistem data, sekarang saatnya menyusun arsitektur: bagaimana data mengalir dari sumber mentah sampai siap dianalisis. Arsitektur adalah keputusan paling mahal yang akan kalian buat — salah memilih arsitektur berarti membangun ulang pipeline yang sudah terlanjur dipakai ratusan orang.
Mengapa arsitektur data modern penting? Karena pipeline data tidak lagi hanya "copy dari database ke warehouse". Ada data real-time dari event stream, data mentah yang harus di-query, dan kebutuhan berbagi data antar tim. Episode ini memberikan kalian bahasa bersama untuk mendeskripsikan dan mendesain sistem data: medallion, Lambda/Kappa, dan keputusan batch vs streaming.
Pola paling populer di industri saat ini (dipopulerkan Databricks) adalah medallion architecture: data mengalir melalui tiga lapisan penyimpanan yang semakin bersih dan terstruktur.
| Lapisan | Nama | Isi | Tujuan |
|---|---|---|---|
| Bronze | Raw | Data mentah persis seperti asal, tidak diubah | Menyimpan fakta yang tidak bisa direkonstruksi |
| Silver | Cleansed | Data sudah dibersihkan, deduplikasi, dan distandarkan | Sumber kebenaran untuk analisis & pengembangan |
| Gold | Curated | Data agregat per kebutuhan bisnis (mart) | Konsumsi langsung analyst & dashboard |
Kenapa pola ini efektif? Karena bronze mempertahankan data mentah selamanya — jika logika transformasi berubah, kalian tidak perlu kembali ke sumber asli, cukup re-process dari silver. Bronze adalah jaring pengaman, silver adalah fondasi pemrosesan, dan gold adalah produk yang dikonsumsi.
Sebelum memilih arsitektur pipeline, kalian harus memutuskan satu pertanyaan fundamental: apakah data perlu hadir seketika?
Data diproses dalam interval terjadwal — tiap jam, tiap malam, atau tiap minggu. Karakteristiknya:
Data diproses terus-menerus begitu muncul di event stream. Karakteristiknya:
Tip
Aturan praktis industri: mulai dari batch. Streaming menambah kompleksitas (ordering, late data, replay) yang tidak perlu jika kebutuhan bisnisnya masih bisa menunggu 15 menit. Tambahkan streaming hanya ketika ada kebutuhan nyata: fraud detection, monitoring real-time, atau personalisasi instan.
Dua arsitektur klasik untuk menggabungkan data historis dan real-time.
Menjalankan dua jalur paralel: batch layer (memproses data historis lengkap, hasilnya akurat) dan speed layer (memproses data real-time, hasilnya cepat tapi bisa tidak lengkap), lalu menggabungkan keduanya di serving layer.
Menjalankan satu jalur streaming untuk semuanya: data historis dianggap sebagai stream yang diputar ulang dari awal, dan semua data melewati pipeline streaming yang sama.
Di tahun 2026, kecenderungan industri adalah Kappa yang dipragmatiskan: data diingest lewat streaming (Kafka) lalu diproses dengan model micro-batch, atau streaming dipakai hanya di lapisan ingesti sementara transformasi berat tetap batch. Yang penting: kalian memahami trade-off, bukan menghafal dogma.
Mari rangkai semua konsep menjadi satu reference architecture yang realistis:
Komponen utamanya:
Sekarang praktikkan: bayangkan sebuah e-commerce ingin menganalisis pesanan secara harian dan mendeteksi anomali pembayaran secara real-time. Desainlah arsitekturnya:
orders diekstrak tiap malam ke bronze, dibersihkan ke silver (dedupe, standardisasi mata uang), lalu diagregasi ke gold daily_sales untuk dashboard.Ini menggambarkan keputusan arsitektur nyata: data yang butuh analisis historis memakai jalur batch + medallion, sedangkan data yang butuh respons seketika memakai jalur streaming — sering kali dalam satu platform yang sama.
Langsung streaming tanpa kebutuhan. Pipeline streaming menambah kompleksitas operasional besar; pastikan kebutuhan latency benar-benar ada.
Melewatkan lapisan bronze. Menyimpan hanya hasil transformasi (tanpa raw) membuat kalian tidak bisa merekonstruksi data saat logika berubah. Bronze adalah asuransi.
Lambda tanpa disiplin. Dua codebase yang tidak sinkron akan menghasilkan angka yang berbeda antar jalur — pertanyaan paling umum analyst: "kenapa angka batch dan real-time beda?"
Desain tanpa mempertimbangkan konsumen. Arsitektur yang tidak menyertakan kebutuhan dashboard dan ML akan menghasilkan platform yang jarang dipakai.
Di episode 2 ini kalian telah menguasai fondasi arsitektur data modern:
Di episode 3 selanjutnya kita masuk ke fase operasional: SQL & database fundamental untuk data engineering — perbedaan OLTP vs OLAP, query lanjutan dengan CTE dan window functions, serta modeling query untuk kebutuhan analytics. Sampai jumpa di episode 3!