Belajar Database Administrator - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 28

Belajar Database Administrator - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum mengelola database produksi, kalian perlu menguasai SQL, Linux server, troubleshooting, dan pemahaman storage/IO, lalu menyiapkan PostgreSQL, MySQL, dan MongoDB di atas VM atau cloud free tier plus tool monitoring seperti pgAdmin dan Prometheus. Episode ini adalah peta jalan sekaligus verifikasi environment agar seluruh series bisa diikuti nyaman

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Database Administrator! Series ini akan membawa kalian meniti peran Database Administrator (DBA) — orang yang bertanggung jawab menjaga database produksi tetap stabil, aman, cepat, dan recoverable. Total ada 28 episode dalam enam fase, dari fondasi skill dasar sampai production readiness di era cloud-first 2026.

Sebelum menjalankan pg_dump, EXPLAIN ANALYZE, atau systemctl restart postgresql, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena DBA bekerja di persimpangan tiga lapisan: bahasa SQL (logika data), sistem operasi (proses, memori, storage), dan jaringan (koneksi, keamanan). Tanpa memahami ketiganya, kalian akan kesulitan saat debugging — misalnya query yang melambat bukan karena SQL-nya, tapi karena disk I/O yang penuh.

Episode 0 ini adalah peta jalan: kita memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan VM/lab, menginstall tiga database utama, dan memverifikasi environment untuk pertama kali.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

SQL Dasar hingga Menengah

DBA adalah penjaga SQL. Kalian harus nyaman menulis SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, join, subquery, dan memahami transaction (ACID). Kalian tidak perlu hafal window functions, tapi harus bisa membaca query kompleks yang ditulis developer — karena kalian yang akan menjelaskan kenapa query itu lambat. Jika terasa kurang, tuntaskan dulu series Belajar SQL PostgreSQL sebelum lanjut.

Linux Server

Hampir semua database produksi berjalan di Linux. Kalian wajib tahu cara memeriksa proses dan resource:

Cek resource dasar
systemctl status postgresql
ps aux | grep postgres
free -h
df -h
iostat -x 1

free -h menampilkan memori (termasuk cache yang dipakai PostgreSQL), df -h menampilkan sisa disk, dan iostat -x 1 menampilkan I/O disk — tiga angka yang wajib dibaca saat kapasitas bermasalah.

Troubleshooting & Log

DBA adalah detektif: buka log, cari pola, lalu pangkas kemungkinan. Biasakan membaca log dengan cara yang terstruktur:

Membaca log database
journalctl -u postgresql -f
tail -100 /var/log/postgresql/postgresql-16-main.log
grep -i "error\|fatal" /var/log/postgresql/postgresql-16-main.log

Pemahaman Storage/IO

Database bertemu dengan disk setiap detik. Kalian harus paham perbedaan HDD/SSD/NVMe, konsep random vs sequential I/O, fsync, dan cara kerja journal/WAL. Tanpa ini, kalian tidak akan mengerti kenapa shared_buffers terlalu besar justru memperlambat sistem.

Perangkat Software dan Hardware yang Disiapkan

VM atau Cloud Free Tier

Siapkan satu VM dengan minimal 2 vCPU, 4 GB RAM, dan 20 GB disk SSD. Opsi: VirtualBox/Vagrant lokal, atau free tier dari GCP (e2-micro), AWS (t2.micro 12 bulan), atau Oracle Cloud (AMD free). Sistem operasi disarankan Ubuntu Server 24.04 LTS — yang paling banyak dipakai di produksi PostgreSQL.

Tiga Database Utama

Series ini memakai PostgreSQL sebagai bintang utama (episode 3-11), lalu MySQL untuk perbandingan, dan MongoDB + Redis untuk episode NoSQL. Install ketiganya sekarang:

Install database di Ubuntu
sudo apt update
sudo apt install -y postgresql postgresql-contrib mysql-server mongodb-org
sudo systemctl enable --now postgresql mysql mongod

Untuk macOS, brew install postgresql@16 mysql mongodb-community; untuk Docker, jalankan tiga kontainer dengan volume persisten. MongoDB di Ubuntu official repo bisa ditambahkan manual sesuai dokumentasi — gunakan versi 7.x sebagai patokan.

Tool Monitoring Awal

Install juga tool yang akan menemani kita sepanjang series:

Install tool monitoring
sudo apt install -y pgadmin3 sysstat dstat htop
pip install --user pgcli

pgcli adalah client PostgreSQL dengan auto-completion — lebih nyaman untuk query harian dibanding psql polos. sysstat menyediakan iostat/sar untuk analisis I/O.

Note

Untuk episode awal (0-6), satu VM dengan PostgreSQL lokal sudah cukup. Cloud managed database (RDS/Cloud SQL) baru dibahas di episode 12, dan host kedua baru benar-benar dibutuhkan saat kita membahas high availability di episode 8. Kalian bisa menyiapkannya bertahap.

Verifikasi Environment

Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:

Verifikasi environment database
psql --version
mysql --version
mongosh --version
pg_isready
ss -tlnp | grep -E "5432|3306|27017"
  • psql --version harus mencetak versi PostgreSQL (idealnya 16.x atau 17.x).
  • pg_isready harus mencetak accepting connections jika server sehat.
  • ss -tlnp memastikan tiga port utama terbuka: 5432 (PostgreSQL), 3306 (MySQL), 27017 (MongoDB).
Contoh output verifikasi
/usr/bin/psql (PostgreSQL) 16.4
mysql  Ver 8.0.39-0ubuntu0.24.04.1 for Linux
mongosh 2.3.1
/var/run/postgresql:5432 - accepting connections
LISTEN 0    244  127.0.0.1:5432  0.0.0.0:*  users:(("postgres",pid=...

Warning

Instalasi default database tanpa autentikasi dan mendengarkan hanya di localhost memang wajar untuk lab. Tapi begitu database dipakai di luar laptop (VM publik, cloud), autentikasi kuat, TLS, dan firewall wajib diaktifkan. Ini dibahas mendalam mulai episode 9 dan 18 — jangan sampai skip.

Ringkasan Prasyarat

Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Skill: SQL dasar-menengah, Linux server (proses, memori, disk), troubleshooting log, pemahaman storage/IO.
  • Lab: satu VM/cloud free tier (minimal 2 vCPU, 4 GB RAM), PostgreSQL + MySQL + MongoDB terinstall.
  • Tool: pgcli, pgAdmin, sysstat, dan client psql/mysql/mongosh berfungsi.
  • Verifikasi: pg_isready menjawab accepting connections dan tiga port utama terbuka.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • DBA bekerja di persimpangan SQL, Linux, dan jaringan — tiga fondasi wajib dikuasai.
  • Siapkan satu VM dengan PostgreSQL, MySQL, dan MongoDB; host kedua menyusul di episode 8.
  • pg_isready, ss -tlnp, dan iostat adalah tiga alat debugging pertama kalian.
  • Selalu verifikasi environment setelah instalasi apa pun sebelum melangkah.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran, tanggung jawab, dan karir DBA di 2026 — mengapa peran ini tidak lagi sekadar "menjaga database tetap jalan", empat tipe DBA (production, development, architect, cloud manager), serta peta jenjang karir dari junior hingga database architect. Pastikan lab kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Database Administrator baru saja dimulai!

Belajar Database Administrator - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar Database Administrator