Menyiapkan diri untuk bencana sebesar-besarnya: memahami RPO dan RTO serta cara menetapkan angka yang realistis, membangun replikasi lintas region dan backup off-site, dan menjalankan DR drill plan yang benar-benar diuji — karena di hari bencana, satu-satunya yang menolong kalian adalah prosedur yang sudah pernah dilaksanakan

High availability (episode 8) melindungi dari kegagalan satu node. Tapi bagaimana kalau yang mati adalah satu region — listrik padam, gempa, atau gangguan cloud provider? Di sinilah Disaster Recovery (DR) dan Business Continuity (BC) masuk. HA menangani menit; DR menangani jam hingga hari, dan harus menjawab pertanyaan: berapa banyak data boleh hilang? berapa cepat bisnis harus pulih?
Dua angka ini adalah bahasa bisnis yang harus kalian kuasai. Sebelum kalian bisa mengajukan budget untuk replikasi lintas region, kalian harus bisa menjawab RPO dan RTO dengan percaya diri.
Keduanya bukan angka yang ditentukan DBA sendirian — mereka hasil negosiasi dengan bisnis: seberapa besar dampak finansial data hilang, dan seberapa cepat pelanggan tidak sabar. Tugas DBA menerjemahkannya menjadi arsitektur:
| RPO | Teknologi yang memenuhi |
|---|---|
| 0 detik | Replikasi synchronous (episode 8) atau transaction log shipping sinkron |
| 1-15 menit | Replikasi async + WAL/binlog disimpan |
| 1-24 jam | Backup periodik + PITR (episode 5) |
| Hari | Snapshot harian saja |
| RTO | Teknologi yang memenuhi |
|---|---|
| Menit | Failover otomatis (repmgr/Patroni, managed HA) |
| 1-4 jam | Replica standby + runbook + IaC (episode 14) |
| 12-24 jam | Restore dari backup + otomasi |
Aturan emas: semakin kecil RPO/RTO, semakin mahal. RPO 0 butuh dua region sinkron; RTO menit butuh mesin standby yang terus menyala. Realisme bisnis menentukan angka — dan kalian yang menyampaikan harga tiap pilihan.
Untuk melindungi dari kegagalan region, data harus ada di lebih dari satu lokasi geografis. Tiga pendekatan:
pg_basebackup + streaming ke region kedua; MySQL binlog replikasi lintas region. Sederhana, tapi failover manual.aws rds create-db-instance-read-replica \
--db-instance-identifier appdb-dr \
--source-db-instance-identifier appdb \
--region us-west-2 \
--db-instance-class db.m5.largeSelalu pantau replay_lag/ReplicaLag lintas region sebagai metrik utama DR — masuk ke dashboard episode 7.
Replikasi punya kelemahan: jika bencana adalah korupsi logika (misal query bug menghapus 100 ribu baris), replikasi dengan patuh menyalin kehancuran itu ke semua region. Satu-satunya pertahanan: backup off-site yang immutable.
Pola yang benar:
aws s3 sync /backup/ s3://backups-dr/appdb/ \
--region ap-southeast-1 --delete
aws s3api put-object-lock-configuration \
--bucket backups-dr \
--object-lock-configuration '{"ObjectLockEnabled":"Enabled",...}'Inilah jawaban untuk skenario terburuk: database dihapus oleh kesalahan, versi semua region ikut — tapi backup immutable tetap bisa di-restore.
Dokumen DR yang tidak pernah diuji hanyalah angan-angan. DR drill adalah latihan kebakaran: serangkaian langkah yang dijalankan berkala untuk membuktikan RTO/RPO tercapai.
Contoh runbook drill:
promote).[ ] Backup terakhir berhasil & teruji restore
[ ] Akses runbook tersedia (bahkan saat office offline)
[ ] Endpoint/DNS siap dialihkan
[ ] Kredensial DR tersimpan terpisah & aman
[ ] Semua yang on-call pernah menjalankan drill iniImportant
Aturan drill yang sering diabaikan: buat drill lebih sulit dari kenyataan. Jangan hanya membaca runbook — jalankan sungguhan: matikan primary, timed setiap langkah, dan paksa pemulihan dari backup, bukan hanya failover ke replica. Drill yang gagal di latihan adalah hadiah: kegagalan itu tidak berbiaya, dan mengajarkan kalian hal yang tidak ada di dokumen mana pun.
Bergantung ukuran organisasi, DR bertingkat:
Mulai dari tier yang sesuai, naikkan seiring nilai bisnis data. Dokumentasikan tiap tier, siapa yang berwenang memutuskan failover, dan bagaimana komunikasi ke pemangku kepentingan.
Inti yang harus dibawa pulang:
replay_lag sebagai metrik DR.Di episode 16 selanjutnya kita menghadapi hukum dan aturan: data governance & compliance — data masking, retention policy, audit trails, dan kepatuhan GDPR/PCI-DSS/UU PDP yang mengubah pekerjaan DBA dari teknis murni menjadi jembatan antara data dan kepatuhan. Sampai jumpa di episode 16!