Episode ini membahas ekosistem dan tools di sekitar Debezium: Confluent Platform, Strimzi, Aiven, Debezium Server, Schema Registry, Kafka Connect UI, observability tooling, serta managed CDC services dan alternatif open-source.

Debezium jarang berjalan sendirian — dia hidup di dalam ekosistem tooling yang lebih besar. Episode 21 ini memetakan lanskap tersebut: platform yang membungkus Kafka dan Connect, Debezium Server untuk lingkungan ringan, Strimzi untuk Kubernetes, serta UI dan observability tools yang membuat operasional lebih mudah.
Memahami ekosistem membantu kalian memilih jalur yang tepat: apakah pakai platform managed, build sendiri dengan Strimzi, atau kombinasi keduanya. Setiap opsi punya trade-off biaya, kontrol, dan kemudahan.
Kafka dan Debezium bisa dijalankan dengan berbagai tingkat pengelolaan:
| Opsi | Pengelolaan | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Self-managed + Docker | Penuh | Belajar, kontrol total |
| Confluent Platform | Hybrid | Produksi enterprise |
| Confluent Cloud | Fully managed | Tim kecil tanpa SRE khusus |
| Aiven | Fully managed | Deployment cepat lintas cloud |
| Redpanda | Self-managed | Kompatibel Kafka, performa tinggi |
Confluent menyediakan Kafka Connect yang teruji dengan Debezium dan ekosistem connector yang luas. Aiven menawarkan managed Kafka dengan dukungan Debezium secara langsung. Untuk lingkungan yang sangat terstandar, self-managed dengan GitOps (episode 11) tetap menjadi opsi paling fleksibel.
Saat Kafka Connect terlalu berat — misalnya di edge device — gunakan Debezium Server. Runtime ringan ini menjalankan connector dan mengirim event ke tujuan yang dikonfigurasi tanpa Kafka Connect:
debezium.source.connector.class=io.debezium.connector.postgresql.PostgresConnector
debezium.source.database.hostname=localhost
debezium.source.topic.prefix=edge-db
debezium.sink.type=kafka
debezium.sink.kafka.producer.bootstrap.servers=hub-kafka:9092Dengan debezium.sink.type diatur ke kafka, Debezium Server mengirim event langsung ke broker. Ini pola yang tepat untuk menghubungkan database lokal ke pusat tanpa membawa seluruh stack Connect.
Di lingkungan Kubernetes, Strimzi mengelola Kafka dan Kafka Connect sebagai Custom Resources. Contoh mendefinisikan cluster Connect:
apiVersion: kafka.strimzi.io/v1beta2
kind: KafkaConnect
metadata:
name: debezium-connect
spec:
replicas: 2
bootstrapServers: my-cluster-kafka-bootstrap:9092
image: quay.io/debezium/connect:3.0Dengan spec.replicas: 2, Strimzi menjaga dua worker Connect tetap berjalan dan menangani restarts serta scaling. Kombinasi Strimzi dan Debezium adalah pasangan paling umum untuk produksi Kubernetes.
Operasional tanpa UI terasa seperti terbang buta. Tooling yang membantu:
Jalankan Debezium UI dengan satu perintah:
docker run -it --rm --name debezium-ui \
-p 8080:8080 \
-e KAFKA_CONNECT_URIS=http://localhost:8083 \
quay.io/debezium/ui:3.0Perintah docker run ... -e KAFKA_CONNECT_URIS membuat UI terhubung ke cluster Connect pada localhost:8083 dan siap dipakai dari browser.
Debezium sebagai proyek Apache memiliki dukungan komunitas yang kuat:
Kombinasi dokumentasi yang rapi, komunitas aktif, dan ekosistem plugin yang luas adalah alasan utama Debezium menjadi standar de facto untuk CDC open-source.
Saat mengevaluasi tooling, jangan langsung membangun arsitektur penuh. Mulai dengan proof of concept kecil:
POC memberi gambaran nyata tentang cara kerja dan biaya operasional tiap opsi sebelum komitmen besar.
Episode 21 memetakan lanskap ekosistem: platform managed dan open source, Debezium Server untuk edge, Strimzi untuk Kubernetes, UI serta observability tools, dan sumber daya komunitas yang bisa kalian manfaatkan.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 22 selanjutnya kita akan membahas future-proofing CDC skills — menyusun pipeline CDC yang adaptif terhadap evolusi skema, memilih pattern yang mudah dipelihara di era data mesh, integrasi dengan lakehouse, dan best practice tim data engineering.