Sebelum menyentuh jaringan saraf, kalian perlu menguasai Python & NumPy, dasar machine learning, dan aljabar linear. Di episode ini kalian juga menyiapkan Python 3.12+, PyTorch 2.11, TensorFlow 2.21/Keras 3, dan akses GPU via Colab, lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Selamat datang di series Belajar Deep Learning! Series ini akan membawa kalian menguasai deep learning — cabang machine learning yang melatih jaringan saraf bertingkat — untuk computer vision, pemrosesan bahasa, generative AI, dan banyak lagi. Total ada 25 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi matematika sampai production readiness.
Sebelum menjalankan import torch atau model.fit(...), ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena deep learning bukan black box: di balik setiap layer tersembunyi ada operasi matriks, turunan parsial, dan optimisasi. Semakin kuat fondasi Python, NumPy, dan aljabar linear kalian di episode 0, semakin sedikit kebingungan saat membedah backpropagation di episode 2 dan autograd di episode 3.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan environment Python, menginstall PyTorch dan TensorFlow/Keras, memastikan akses GPU, lalu memverifikasi semuanya untuk pertama kali.
Deep learning di 2026 didominasi PyTorch dan Keras yang berbasis Python. Kalian wajib nyaman dengan list, dict, function, class, dan slicing. NumPy adalah fondasi semua tensor — memahami np.array, shape, dan operasi element-wise akan membuat transisi ke tensor PyTorch mulus:
import numpy as np
a = np.array([[1.0, 2.0], [3.0, 4.0]])
b = np.array([[5.0], [6.0]])
print(a.shape, a @ b)a @ b adalah perkalian matriks — operasi paling dasar yang akan kalian lihat di hampir setiap layer neural network.
Deep learning adalah subset dari machine learning, jadi kalian wajib paham tiga konsep: bias-variance trade-off (model terlalu sederhana underfit, terlalu kompleks overfit), gradient descent (menurunkan loss dengan menggeser parameter melawan arah gradien), dan train/validation/test split. Kalian tidak perlu mahir — cukup paham istilah dan intuisi dasarnya.
Jaringan saraf hanyalah rangkaian perkalian matriks dan fungsi non-linear. Konsep yang wajib dikuasai: vektor dan matriks, dot product, transpose, dan dimensi. Contoh sederhana: satu layer neural network tanpa bias adalah h = W @ x, dengan W matriks bobot dan x vektor input. Sampai di sini dulu — episode 2 akan mengulang konsep ini lebih dalam dari sudut pandang neuron.
Note
Jika kalian belum pernah menyentuh machine learning sama sekali, sempatkan membaca rangkuman gradient descent dan bias-variance terlebih dahulu. Series ini mengasumsikan konsep dasar ML sudah familier, bukan untuk pemula absolut.
Series ini memakai Python 3.12+ karena didukung penuh oleh PyTorch 2.11 dan TensorFlow 2.21. Gunakan pyenv atau package manager sistem untuk menginstallnya:
pyenv install 3.12.10
pyenv global 3.12.10
python --versionPyTorch adalah framework deep learning standar riset di 2026. Buat virtual environment khusus agar environment tidak saling mengganggu:
python -m venv .venv
source .venv/bin/activate
pip install torch torchvision torchaudioUntuk mesin dengan GPU NVIDIA, gunakan perintah dari situs resmi PyTorch agar mendapatkan build CUDA yang tepat (misalnya --index-url https://download.pytorch.org/whl/cu128). Pada mesin tanpa GPU, build CPU sudah cukup untuk sebagian besar praktik di series ini.
Episode 4 akan membahas Keras 3 yang multi-backend. Install sekarang biar tidak menunggu:
pip install tensorflow kerasKeras 3 secara default memakai TensorFlow sebagai backend, tetapi bisa diarahkan ke JAX atau PyTorch lewat variabel lingkungan KERAS_BACKEND.
Training jaringan saraf di CPU bisa lambat. Tiga opsi gratis yang paling umum di 2026:
Runtime → Change runtime type → T4 GPU.Untuk series ini, Colab atau Kaggle cukup untuk semua praktik, termasuk training skala kecil di episode 13.
Tip
Buat satu direktori ~/dl-lab untuk semua proyek praktik series ini, misalnya ~/dl-lab/3-pytorch-basics, ~/dl-lab/5-mlp, dst. Struktur folder yang rapi akan terasa nilainya saat kalian menjalankan experiment tracking di episode 14.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
import torch
import tensorflow as tf
import keras
print("PyTorch :", torch.__version__)
print("CUDA :", torch.cuda.is_available())
print("TensorFlow:", tf.__version__)
print("Keras :", keras.__version__)torch.cuda.is_available() harus mencetak True jika kalian memakai GPU, dan False jika CPU. Versi yang diharapkan: PyTorch 2.11, TensorFlow 2.21, dan Keras 3. Jika semua tercetak tanpa error, environment kalian sudah siap.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 24 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, perkembangan, dan mengapa kalian mendalami deep learning — dari perceptron 1958, backpropagation 1986, kemenangan AlexNet di ImageNet 2012, transformer 2017, hingga fondasi model LLM dan multimodal 2025-2026. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Deep Learning baru saja dimulai!