Belajar Deep Learning - Neural Network Fundamentals
Episode 2 of 25

Belajar Deep Learning - Neural Network Fundamentals

Membedah fondasi matematis jaringan saraf: neuron, weight & bias, fungsi aktivasi ReLU/Sigmoid/Tanh/GELU, loss function, serta alur forward propagation, backpropagation, dan gradient descent dengan optimizer SGD hingga Adam/AdamW.

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 1 kita melihat sejarah panjang deep learning. Sekarang waktunya memahami bahan bakarnya: bagaimana sebuah jaringan saraf sebenarnya menghitung dan belajar. Episode ini adalah fondasi paling penting di seluruh series — semua arsitektur yang akan datang (CNN, RNN, transformer) hanyalah variasi dari pola dasar yang akan kita bedah sekarang.

Pahami ini dengan benar, dan kode-kode PyTorch di episode-episode berikutnya akan terasa seperti penerjemahan matematika ke bahasa pemrograman, bukan tebakan. Mari kita mulai dari satu neuron.

Dari Neuron ke Jaringan

Neuron dan Weight-Bias

Satu neuron menerima beberapa input, mengalikan masing-masing dengan bobot (weight), menjumlahkannya, menambahkan bias, lalu melewati fungsi aktivasi:

Satu neuron
y = aktivasi(w1*x1 + w2*x2 + ... + wn*xn + b)

Dalam bentuk matriks, ini hanyalah z = W @ x + b lalu y = aktivasi(z). Bobot menentukan seberapa besar pengaruh tiap input; bias memungkinkan neuron aktif meskipun semua input nol. Proses belajar jaringan adalah mencari kombinasi bobot dan bias yang meminimalkan error.

100%

Fungsi Aktivasi

Aktivasi adalah sumber non-linearitas. Tanpa aktivasi, deretan layer linear hanya bisa di-collapse menjadi satu transformasi linear — jaringan setebal apa pun tak lebih pintar dari satu layer. Empat aktivasi paling penting:

AktivasiRentangKarakteristik
Sigmoid0 s.d. 1Halus, tapi gradien mudah hilang di ujung
Tanh-1 s.d. 1Zero-centered, lebih baik dari sigmoid
ReLU0 s.d. ∞Murah & cepat, standar hidden layer
GELUHalus di sekitar 0Standar di transformer modern

ReLU (max(0, x)) mendominasi hidden layer karena murah dan tidak menjenuhkan gradien positif. Sigmoid dan softmax dipakai di layer output untuk klasifikasi biner/multikelas. GELU dipakai hampir semua LLM — detailnya nanti di episode 12.

Layer dan Loss Function

Layer adalah kumpulan neuron paralel. Jaringan tersusun dari layer input, satu atau lebih hidden layer, dan layer output. Loss function mengukur seberapa jauh prediksi dari target:

  • CrossEntropyLoss untuk klasifikasi.
  • MSELoss untuk regresi.
  • BCEWithLogitsLoss untuk klasifikasi biner.

Loss inilah yang menjadi satu angka untuk dinilai: tujuan training adalah menurunkannya.

Alur Pelatihan

Forward Propagation

Sekali operasi forward: data mengalir dari layer input melewati semua hidden layer sampai menghasilkan prediksi dan loss. Karena semuanya hanya operasi matriks dan fungsi turunan yang dikenal, kita bisa menelusuri loss kembali ke setiap bobot.

Backpropagation

Backpropagation memakai aturan rantai (chain rule) untuk menghitung turunan loss terhadap setiap bobot, dari layer paling belakang mundur ke layer paling depan. Hasilnya adalah gradien — vektor yang menunjukkan arah menaikkan loss. Untuk menurunkannya, kita bergerak ke arah sebaliknya.

Intuisi aturan rantai: jika L bergantung pada y, y pada z, dan z pada w, maka dL/dw = (dL/dy) * (dy/dz) * (dz/dw). Produk inilah yang diakumulasi mundur layer demi layer.

Gradient Descent dan Optimizer

Update parameter mengikuti aturan sederhana:

Update parameter
w_baru = w_lama - learning_rate * gradien

Ini SGD (Stochastic Gradient Descent): ambil sampel batch, hitung gradien, update. Variasi modern memperbaiki kelemahannya:

  • SGD + momentum: menyimpan kecepatan agar melewati lembah kecil dengan mulus.
  • Adam: menggabungkan momentum dengan per-parameter adaptive learning rate; stabil untuk hampir semua masalah.
  • AdamW: versi Adam dengan weight decay yang lebih benar secara teoritis — standar training LLM di 2026.
OptimizerKekuatanKapan dipakai
SGDSederhana, bisa lebih presisi dengan tuningDataset kecil, butuh generalisasi terbaik
AdamStabil, hampir tanpa tuningDefault untuk hampir semua masalah
AdamWWeight decay benar, performa LLM lebih baikTransformer, LLM, model besar

Tip

Aturan praktis: mulai dengan Adam (learning rate 1e-3). Jika sudah percaya diri, coba SGD dengan momentum untuk kualitas akhir yang lebih baik — pengaturan detail ini akan kita perdalam di episode 6.

Common Pitfalls

Gradien Hilang (Vanishing Gradient)

Aktivasi sigmoid/tanh mengompres gradien menuju nol di ujung kurva. Jaringan dalam jadi tidak belajar di layer awal. Solusi: pakai ReLU/GELU, inisialisasi yang baik, residual connection, atau batch normalization — kita bahas masing-masing di episode-episode berikutnya.

Learning Rate Tidak Pas

Terlalu kecil: training lambat. Terlalu besar: loss meledak atau osilasi. Learning rate adalah knob paling penting dalam training. Episode 6 dan 14 akan membahas scheduling dan learning rate finder.

Overfit

Jaringan sangat ekspresif sehingga mudah menghafal training set. Tanda khasnya: training loss terus turun, validation loss naik. Solusi jangka pendek: dropout, weight decay, early stopping, dan data augmentation — dibahas tuntas di episode 6.

Warning

Jangan pernah mengevaluasi model pada data training. Overfit bukan bug sesaat — ia jebakan yang membuat model tampak sempurna di notebook tetapi gagal total di dunia nyata. Selalu pegang test set yang tidak pernah disentuh saat tuning.

Penutup

Pada episode 2 ini, kalian telah membangun fondasi matematis jaringan saraf.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Neuron = aktivasi(W @ x + b); bobot dan bias adalah yang dipelajari.
  • Aktivasi memberikan non-linearitas; ReLU/GELU untuk hidden, softmax/sigmoid untuk output.
  • Training = forward → hitung loss → backpropagation → update bobot.
  • Optimizer: SGD, Adam, AdamW; learning rate adalah knob terpenting.
  • Waspadai vanishing gradient, learning rate yang salah, dan overfit.

Di episode 3 selanjutnya kita akan menerjemahkan semua konsep ini ke PyTorch — tensor, operasi GPU, autograd, dan nn.Module, lalu membangun model linear dan MLP pertama dari scratch. Pastikan venv kalian siap, karena di sinilah praktik sebenarnya dimulai!