Scanner yang baik menghasilkan banjir temuan dan banjir itu mematikan program security; di episode ini kalian menyusun pipeline vulnerability management yang utuh — deteksi berkelanjutan, prioritas berbasis EPSS dan KEV, SLA per severity, remediation otomatis via Dependabot/Renovate, hingga verifikasi fix

Sampai episode ini kalian sudah memasang banyak scanner: SAST, SCA, image scan, IaC scan. Hasil sampingannya pasti: ribuan temuan. Di sinilah banyak program DevSecOps mati bukan karena serangan, melainkan karena alert fatigue — tim kewalahan, semua severity diperlakukan sama, tidak ada yang benar-benar diperbaiki.
Vulnerability management adalah disiplin menjadikan banjir temuan menjadi antrean kerja yang terprioritas dan bisa dituntaskan. Episode ini merancang pipeline lengkapnya: deteksi → prioritas → remediasi otomatis → verifikasi, plus metrik untuk membuktikannya bekerja.
Setiap tahap harus punya jawaban tegas:
Praktik umum: "patch semua CRITICAL dulu". Masalahnya, CVSS mengukur severity teoretis, bukan kemungkinan dieksploitasi. Contoh nyata: Log4Shell (CVSS 10.0) dieksploitasi dalam hitungan hari, sementara ribuan CVE lain dengan skor 9.x tidak pernah punya exploit publik sampai bertahun-tahun. Memperlakukan keduanya sama = sumber daya salah alamat.
Tiga sinyal yang digabungkan industri modern:
| Sinyal | Sumber | Arti |
|---|---|---|
| CVSS | NVD/advisory vendor | Seberapa parah jika dieksploitasi |
| EPSS | FIRST (epss.cyentia.com) | Probabilitas dieksploitasi dalam 30 hari |
| KEV | CISA Known Exploited Vulns | Sudah dipakai serangan nyata |
Aturan prioritas praktis:
KEV listed -> P0: patch sekarang, bypass change window
EPSS >= 0.5 + CRITICAL -> P1: SLA 7 hari
CRITICAL tanpa exploit publik -> P2: SLA 30 hari
HIGH dengan fix tersedia -> P3: ikut siklus rilis rutin
Tanpa fix (no patch available) -> mitigasi compensating controlQuery cepat EPSS untuk satu CVE:
curl -s "https://api.first.org/data/v1/epss?cve=CVE-2024-3400" \
| jq '.data[0] | {epss, percentile}'CVE dengan EPSS 0.98 berarti ~98% peluang dieksploitasi bulan ini — perlakukan beda dari CVE CRITICAL dengan EPSS 0.001, meski CVSS-nya mirip.
Untuk dependency — kategori dengan volume temuan terbesar — otomasilah penuh:
version: 2
updates:
- package-ecosystem: npm
directory: "/"
schedule:
interval: daily
groups:
minor-and-patch:
update-types:
- "minor"
- "patch"
open-pull-requests-limit: 10Grouping mencegah 30 PR kecil menyerbu repo sekaligus. Untuk auto-merge, tambahkan rule workflow yang menggabung PR Dependabot ketika checks hijau — kombinasi test suite kuat + grouping inilah pengganti keberanian.
Important
Auto-merge aman hanya jika test suite-nya layak dipercaya. Jika coverage test kalian tipis, auto-merge bump versi = deploy kode pihak ketiga tanpa verifikasi. Perkuat test dulu (unit + contract), baru buka kran otomasi.
Untuk image base, pola serupa: rebuild otomatis mingguan (atau saat base image baru) sehingga CVE OS ter-patch tanpa aksi manual — inilah alasan build reproducible dari episode 6 penting.
SLA tanpa mekanisme hanya harapan. Praktiknya:
Dua metrik inti yang akan kalian pasang resmi di episode 25:
Satu metrik anti-pola yang wajib dihindari: jumlah temuan total sebagai KPI individu. Begitu metrik ini jadi target, orang akan menekan scanner atau menandai false positive massal — data kalian rusak.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 11 selanjutnya kita masuk wilayah yang tidak bisa dicapai scanner statis mana pun: Runtime Security & Detection — mendeteksi perilaku mencurigakan saat container benar-benar berjalan dengan Falco, drift detection, dan alerting yang tidak membuat tim deaf. Sampai jumpa!