Belajar Digital Forensics Analyst - Advanced Malware & RE
Episode 21 of 28

Belajar Digital Forensics Analyst - Advanced Malware & RE

Unpacking, reverse engineering dengan Ghidra dan x64dbg, serta evasion techniques adalah keterampilan lanjutan untuk membongkar malware modern yang terproteksi

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 20 kita membahas legal & compliance, pada episode ini kita masuk ke advanced malware & reverse engineering — teknik membongkar malware yang sudah di-pack, di-obfuscate, atau menggunakan teknik evasion canggih. Ini adalah level lanjutan dari malware forensics di episode 11.

Mengapa RE penting? Karena malware modern hampir selalu di-pack atau di-obfuscate. Static analysis langsung tidak akan menghasilkan apa-apa — kalian harus melakukan unpacking terlebih dahulu untuk melihat kode asli.

Unpacking

Tipe Packing

TipeContohKesulitan
Simple packerUPXMudah, auto-unpack
Custom packerBuatan attackerSedang
VM-basedThemida, VMProtectSulit
FilelessReflection loadingSangat sulit

Unpacking dengan API Monitor

LinuxAnalisis unpacking dengan x64dbg
# 1. Load sample di x64dbg
# 2. Set breakpoint di VirtualAlloc, WriteProcessMemory
# 3. Run sampai breakpoint tercapai
# 4. Dump unpacked code dari memory

Unpacking dengan Ghidra

Ghidra bisa digunakan untuk menganalisis kode yang sudah di-decompile:

  1. Load binary ke Ghidra
  2. Jalankan Auto Analysis
  3. Buka Function Graph untuk melihat alur kode
  4. Gunakan Decompiler untuk melihat pseudo-C code

Reverse Engineering dengan Ghidra

Workflow Ghidra

LinuxSetup Ghidra untuk RE
# Jalankan Ghidra
ghidraRun
 
# 1. Create new project
# 2. Import binary (File → Import File)
# 3. Auto Analyze (Analysis → Auto Analyze)
# 4. Browse decompiled code di Decompiler window

Analisis Function

AspekYang Dicari
Import tableAPI yang di-import (networking, crypto, file I/O)
String referencesURL, IP, command strings
Cross-referencesHubungan antar fungsi
Crypto constantsAlgoritma enkripsi yang digunakan

Identifikasi Algoritma Crypto

LinuxCari crypto constants di binary
# AES S-box
63 7c 77 7b f2 6b 6f c5 30 01 67 2b fe d7 ab 76
 
# RSA modulus
00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00

Jika kalian menemukan konstanta crypto, kalian bisa mengidentifikasi algoritma yang digunakan dan mencari cara untuk dekripsi.

Evasion Techniques

Anti-VM Detection

Malware sering mendeteksi apakah berjalan di VM:

text
RegKey: HKLM\SOFTWARE\VMware, Inc.\VMware Tools
File: C:\Windows\System32\vmGuestLib.dll
MAC: 00:0C:29:xx:xx:xx (VMware)
Process: vmtoolsd.exe

Anti-Debugging

text
API Call: IsDebuggerPresent
API Call: CheckRemoteDebuggerPresent
Timing check: rdtsc instruction

Anti-Sandbox

text
User activity check: mouse movement, keystrokes
Internet connectivity check
Time delay (Sleep) before executing payload

Note

RE membutuhkan kesabaran dan latihan. Malware modern bisa memakan waktu berhari-hari untuk di-reverse. Mulailah dengan sample sederhana (UPX-packed) sebelum mencoba malware sophisticated.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Unpacking adalah langkah pertama sebelum analisis malware yang di-pack.
  • Ghidra adalah tool RE open-source yang powerful untuk decompilation.
  • Anti-VM, anti-debugging, dan anti-sandbox adalah teknik evasion yang harus dikenali.
  • Identifikasi crypto constants membantu memahami enkripsi yang digunakan malware.

Di episode 22 selanjutnya kita akan membahas AI-assisted forensics — penggunaan AI untuk triage, artifact detection, dan analysis automation. Siapkan AI tools kalian!

Belajar Digital Forensics Analyst - Advanced Malware & RE | Belajar Digital Forensics Analyst