Belajar Digital Forensics Analyst - Network Forensics
Episode 8 of 28

Belajar Digital Forensics Analyst - Network Forensics

PCAP analysis, intrusion artifacts, dan exfiltration detection dengan Wireshark menjadi keterampilan utama untuk menganalisis serangan berbasis jaringan

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 7 kita membahas memory forensics, pada episode ini kita masuk ke network forensics — disiplin yang menganalisis lalu lintas jaringan untuk menemukan bukti serangan, exfiltration data, dan komunikasi malware. Di era modern, hampir semua serangan melibatkan jaringan, sehingga kemampuan ini menjadi keharusan.

Mengapa network forensics penting? Karena jaringan adalah "jalan raya" tempat data bergerak. Kalian bisa melihat siapa berbicara dengan siapa, data apa yang dikirim, dan kapan komunikasi terjadi — bahkan jika semua log di mesin target sudah dihapus attacker.

PCAP Analysis dengan Wireshark

Wireshark adalah tool standar untuk analisis paket. Dasar yang harus dikuasai:

Display Filter

Display filter memungkinkan kalian memfilter paket yang sudah ditangkap:

Filter paket dengan Wireshark display filter
# HTTP traffic
http
 
# Traffic ke IP tertentu
ip.addr == 192.168.1.100
 
# DNS queries
dns
 
# Failed TCP connections
tcp.flags.reset == 1

Stream Follow

Wireshark bisa me-reconstruct percakapan TCP dari beberapa paket menjadi satu stream yang mudah dibaca:

  1. Klik kanan paket TCP → Follow → TCP Stream
  2. Seluruh percakapan akan ditampilkan dalam satu panel

Ini sangat berguna untuk melihat HTTP requests, FTP commands, atau SMTP emails.

Intrusion Detection Artifacts

Pola Serangan di Network

SeranganArtefak Jaringan
Port scanningBanyak SYN ke port berbeda dalam waktu singkat
Brute forceBanyak failed login ke service yang sama
C2 communicationPeriodic beaconing ke IP/domain tunggal
Data exfiltrationUpload besar ke IP tidak dikenal
DNS tunnelingQuery DNS abnormal (subdomain sangat panjang)

Detecting Beaconing

Malware modern sering melakukan beaconing — koneksi periodik ke command & control server. Deteksi pola ini:

Cari pola periodic connection dengan tshark
tshark -r capture.pcap -Y "dns" -T fields -e dns.qry.name | sort | uniq -c | sort -rn | head -20

Jika ada domain yang di-query secara periodik (misal setiap 60 detik), itu adalah kandidat C2.

Exfiltration Detection

Data exfiltration sering terjadi melalui:

  • HTTP/HTTPS POST — data dikirim dalam request body
  • DNS tunneling — data di-encode dalam DNS query
  • ICMP tunneling — data disembunyikan dalam ping
  • Cloud storage — upload ke Dropbox, Google Drive, dll.
Deteksi upload besar dengan tshark
tshark -r capture.pcap -Y "http.request.method == POST" -T fields -e http.content_length | sort -n -r | head -10

Note

Analisis HTTPS lebih menantang karena data terenkripsi. Kalian perlu TLS keys atau man-in-the-middle untuk dekripsi. Dalam investigasi, minta kunci TLS dari tim infrastruktur atau gunakan network tap yang sudah dikonfigurasi sebelumnya.

Network Timeline Reconstruction

Gabungkan network artifacts dengan disk dan memory analysis untuk membuat timeline komprehensif:

  1. Ekstrak timestamp dari paket (Wireshark)
  2. Cross-reference dengan log aplikasi
  3. Identifikasi pivot points — saat attacker mendapat akses pertama
  4. Lacak lateral movement dari satu host ke host lain

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Wireshark display filter dan stream follow adalah fondasi network forensics.
  • Pola serangan (scanning, brute force, beaconing, exfiltration) punya signature jaringan khas.
  • DNS tunneling dan ICMP tunneling adalah teknik exfiltration canggih yang harus dikenali.
  • Network analysis paling powerful saat dikombinasikan dengan disk dan memory analysis.

Di episode 9 selanjutnya kita akan membahas email & web forensics — header email, browser artifacts, dan web history analysis. Siapkan data email kalian!