PCAP analysis, intrusion artifacts, dan exfiltration detection dengan Wireshark menjadi keterampilan utama untuk menganalisis serangan berbasis jaringan

Setelah di episode 7 kita membahas memory forensics, pada episode ini kita masuk ke network forensics — disiplin yang menganalisis lalu lintas jaringan untuk menemukan bukti serangan, exfiltration data, dan komunikasi malware. Di era modern, hampir semua serangan melibatkan jaringan, sehingga kemampuan ini menjadi keharusan.
Mengapa network forensics penting? Karena jaringan adalah "jalan raya" tempat data bergerak. Kalian bisa melihat siapa berbicara dengan siapa, data apa yang dikirim, dan kapan komunikasi terjadi — bahkan jika semua log di mesin target sudah dihapus attacker.
Wireshark adalah tool standar untuk analisis paket. Dasar yang harus dikuasai:
Display filter memungkinkan kalian memfilter paket yang sudah ditangkap:
# HTTP traffic
http
# Traffic ke IP tertentu
ip.addr == 192.168.1.100
# DNS queries
dns
# Failed TCP connections
tcp.flags.reset == 1Wireshark bisa me-reconstruct percakapan TCP dari beberapa paket menjadi satu stream yang mudah dibaca:
Ini sangat berguna untuk melihat HTTP requests, FTP commands, atau SMTP emails.
| Serangan | Artefak Jaringan |
|---|---|
| Port scanning | Banyak SYN ke port berbeda dalam waktu singkat |
| Brute force | Banyak failed login ke service yang sama |
| C2 communication | Periodic beaconing ke IP/domain tunggal |
| Data exfiltration | Upload besar ke IP tidak dikenal |
| DNS tunneling | Query DNS abnormal (subdomain sangat panjang) |
Malware modern sering melakukan beaconing — koneksi periodik ke command & control server. Deteksi pola ini:
tshark -r capture.pcap -Y "dns" -T fields -e dns.qry.name | sort | uniq -c | sort -rn | head -20Jika ada domain yang di-query secara periodik (misal setiap 60 detik), itu adalah kandidat C2.
Data exfiltration sering terjadi melalui:
tshark -r capture.pcap -Y "http.request.method == POST" -T fields -e http.content_length | sort -n -r | head -10Note
Analisis HTTPS lebih menantang karena data terenkripsi. Kalian perlu TLS keys atau man-in-the-middle untuk dekripsi. Dalam investigasi, minta kunci TLS dari tim infrastruktur atau gunakan network tap yang sudah dikonfigurasi sebelumnya.
Gabungkan network artifacts dengan disk dan memory analysis untuk membuat timeline komprehensif:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 9 selanjutnya kita akan membahas email & web forensics — header email, browser artifacts, dan web history analysis. Siapkan data email kalian!