Belajar Django dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkannya, arsitektur & filosofi MTV, instalasi & struktur project, URL routing & views, templates & template language, models & ORM, migrations & data management, Django admin, forms & validation, authentication & user management, Django REST Framework (DRF), cache & sessions, background tasks & Celery, advanced ORM & query optimization, logging debugging & testing, settings & environments management, static files media & storage, security best practices OWASP, rate limiting & throttling, auth lanjutan & permissions, Channels & WebSockets, Celery lanjutan & distributed tasks, Docker ASGI & deployment, scaling caching & high availability, ekosistem & tren modern 2026, hingga roadmap karir & refleksi akhir dengan total 27 episode.
Sebelum menyentuh kode Django, kalian perlu menguasai dasar Python (OOP, decorator, typing), virtual environment, serta konsep HTTP dan SQL. Di episode ini kalian juga menyiapkan Python 3.13, menginstall Django 6.1 lewat venv, dan memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series.

Menelusuri kelahiran Django di Lawrence Journal-World pada 2005 karya Adrian Holovaty & Simon Willison, filosofi "batteries-included" yang membedakannya dari framework lain, hingga mengapa di 2026 Django 6.1 tetap dipilih perusahaan raksasa seperti Instagram, Spotify, dan Mozilla.

Membedah arsitektur Model-Template-View (MTV) Django, perbedaan project versus app, serta siklus hidup satu request dari URLconf → View → Model → Template. Memahami "sensible defaults" dan mengapa admin panel bisa hadir otomatis di setiap project Django.

Membuat project Django pertama dengan django-admin startproject dan startapp, membedah peran manage.py dan settings.py, memahami struktur folder project versus app, serta menjalankan development server dan memastikan respons HTTP pertama.

Menulis URLconf dengan urlpatterns dan path converters, memahami name- based reverse agar URL tidak di-hardcode, membandingkan Function-Based Views (FBV) dengan Class-Based Views (CBV), serta memakai HttpResponse dan JsonResponse untuk respons pertama.

Menguasai Django Template Language (DTL): sintaks variabel dan tag, template inheritance dengan base.html, custom filters & template tags, serta built-in context processors untuk membangun layout dan partials yang bisa dipakai ulang.

Mendesain Model Django dengan field types, relasi ForeignKey, ManyToManyField, dan OneToOneField, plus Meta dan constraints. Menguasai QuerySet: chaining, filtering, aggregation, serta select_related dan prefetch_related untuk menghindari query N+1.

Mengelola skema database dengan makemigrations dan migrate, menulis custom migration serta data migration untuk transformasi data, lalu men- seed skema blog dengan fixtures JSON dan loaddata. Termasuk strategi menggabungkan migrasi antar developer tanpa konflik.

Mengaktifkan dan mengkustomisasi Django Admin sebagai CMS production: ModelAdmin dengan list_display, list_filter, search_fields, dan list_editable, inline untuk relasi, custom actions, serta hardening akses admin agar aman di produksi.

Membangun input data publik dengan Form dan ModelForm, merancang validasi bersih dan validasi per-field, menyesuaikan widgets dan error rendering, serta menyelesaikan form komentar dengan proteksi CSRF yang benar.
