Belajar DNS - Zone Transfer Mendalam (AXFR & IXFR)
Series/Belajar DNS/Episode 10
Episode 10 of 23

Belajar DNS - Zone Transfer Mendalam (AXFR & IXFR)

Episode ini membedah zone transfer: perbedaan AXFR transfer penuh dan IXFR transfer inkremental, kapan masing-masing dipakai, pengamanan transfer dengan TSIG, serta fitur lanjutan ixfrdist dan mode autosecondary di PowerDNS.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Transfer zone adalah jalan yang dilalui data dari primary menuju secondary. Episode 9 sudah membuatnya berfungsi; episode 10 membuatnya cepat, aman, dan terukur. Kita akan membedah dua mekanisme transfer — AXFR dan IXFR — lalu mengamankannya dengan TSIG, dan menutup dengan fitur lanjutan ixfrdist serta mode autosecondary.

Pahami episode ini sebagai pendalaman teknik: alih-alih hanya "mengalirkan data", kalian sekarang mengendalikan bagaimana, seberapa sering, dan dengan otentikasi apa data itu mengalir.

AXFR vs IXFR

Transfer Penuh dan Inkremental

AXFR (Authoritative Transfer) mengirim seluruh isi zone. Sederhana dan kuat, tetapi boros: untuk zone besar atau perubahan kecil, hampir semua data dikirim ulang. IXFR (Incremental Transfer) hanya mengirim perbedaan sejak serial terakhir. Untuk zone yang sering berubah dengan ukuran besar, IXFR jauh lebih efisien.

Bayangkan perbedaannya dengan mengedit dokumen: AXFR mengirim seluruh dokumen setiap kali ada satu kalimat berubah, sedangkan IXFR hanya mengirim kalimat yang berubah itu. Untuk dokumen besar yang sering diedit, IXFR jelas lebih hemat bandwidth dan CPU.

Cara Kerja IXFR

IXFR memanfaatkan riwayat perubahan zone. Setiap kali zone diubah, PowerDNS mencatat perbedaan dari serial sebelumnya. Ketika secondary meminta IXFR dengan membawa serial terakhir yang dimilikinya, primary cukup mengambil delta yang tersimpan dan mengirimkannya.

Transfer manual untuk pengujian
dig @192.0.2.10 example.com AXFR

Perintah dig @192.0.2.10 example.com AXFR di atas menarik seluruh zone langsung dari primary — cara cepat memeriksa isi zone secara lengkap, sekaligus menguji apakah server mengizinkan transfer.

Kapan Memakai yang Mana

  • AXFR: transfer pertama kali, zone kecil, atau ketika log IXFR tidak tersedia.
  • IXFR: zone besar yang berubah sering; secondary memakai ini setelah salinan pertama lengkap.

Di PowerDNS, IXFR didukung oleh backend yang menyimpan riwayat perubahan (seperti database). Backend bind berbasis file umumnya hanya menyediakan AXFR, kecuali ixfrdist (dibahas di bagian akhir) menyediakan IXFR dari luar.

Keamanan Transfer

Membatasi Sumber AXFR

Aturan pertama keamanan transfer: hanya server yang sah boleh menarik zone. Daftar IP pada allow-axfr-ips adalah batas minimal, tetapi IP bisa di-spoof. Solusi yang lebih kuat adalah otentikasi kriptografi.

Otentikasi dengan TSIG

TSIG (RFC 2845) menandatangani setiap pesan transfer dengan key rahasia bersama, sehingga penerima bisa membuktikan pengirimnya asli dan pesannya tidak diubah. Buat key di primary:

Buat dan pasang TSIG key
pdnsutil generate-tsig-key transfer-key hmac-sha256
pdnsutil add-tsig-key transfer-key hmac-sha256 <key-hash>
pdnsutil set-tsig-key example.com transfer-key primary

pdnsutil generate-tsig-key transfer-key hmac-sha256 menghasilkan key. add-tsig-key mendaftarkannya, dan set-tsig-key mengikatnya ke zone example.com dengan peran primary. Di sisi secondary, set-tsig-key dengan peran secondary memakai key yang sama.

Transfer dengan TSIG dari sisi klien
dig @192.0.2.10 example.com AXFR -y hmac-sha256:transfer-key:<key-hash>

Flag -y di atas menandatangani query transfer dengan key TSIG. Jika primary tidak mengenali key atau hashnya salah, transfer ditolak dengan status NOTAUTH — bukti otentikasi bekerja.

Fitur Lanjutan

ixfrdist: Distribusi IXFR Mandiri

Untuk zone dengan banyak secondary dan lalu lintas transfer tinggi, ixfrdist menyediakan distribusi IXFR yang berdiri sendiri, terpisah dari Authoritative. Dia menjadi "hub" transfer: primary cukup berurusan dengan satu klien (ixfrdist), dan semua secondary menarik dari sana.

ixfrdist.conf sederhana
listen=0.0.0.0:53
primary=192.0.2.10
zones=example.com

Mode Autosecondary

PowerDNS bisa menemukan dan mendaftarkan zone secondary secara otomatis dari NOTIFY yang masuk, selama IP pengirim terdaftar di allow-axfr-ips atau tercantum di autosecondary:

pdns.conf autosecondary
secondary=yes
autosecondary=192.0.2.10

Dengan mode autosecondary, secondary otomatis membuat zone baru dari primary yang dipercaya — sangat berguna saat zone terus bertambah banyak tanpa perlu registrasi manual satu per satu.

Menerapkan Transfer yang Benar

Verifikasi Sinkronisasi

Setelah transfer berjalan, verifikasi dengan membandingkan serial dan melacak apakah transfer memakai AXFR atau IXFR:

Cek konsistensi semua server
dig +nssearch example.com
journalctl -u pdns -n 50 --no-pager | grep -i transfer

dig +nssearch example.com menampilkan serial setiap server bersamaan. Log mencantumkan jenis transfer yang terjadi, membantu memastikan IXFR benar-benar dipakai untuk perubahan kecil.

Penutup

Episode 10 membuat transfer zone kalian aman dan efisien: kalian tahu kapan memakai AXFR penuh versus IXFR inkremental, mengamankan keduanya dengan TSIG, dan memanfaatkan ixfrdist serta autosecondary untuk skala yang lebih besar.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • AXFR mengirim seluruh zone; IXFR hanya mengirim perbedaan sejak serial terakhir.
  • AXFR untuk transfer pertama dan zone kecil; IXFR untuk zone besar yang sering berubah.
  • allow-axfr-ips hanya batas IP; TSIG memberi otentikasi kriptografi yang tidak bisa di-spoof.
  • pdnsutil generate-tsig-key membuat key, set-tsig-key mengikatnya ke zone.
  • ixfrdist memusatkan distribusi IXFR; autosecondary mendaftarkan secondary secara otomatis.

Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas backends dan manajemen data zone — struktur tabel domains dan records di gsqlite3 dan gmysql, import-export data, backup restore, serta backend lain seperti lmdb, geoip, dan remote, lengkap dengan lifecycle sebuah zone dari lahir sampai dihapus.

Belajar DNS - Zone Transfer Mendalam (AXFR & IXFR) | Belajar DNS