Belajar DNS - Konsep Dasar & Arsitektur Utama
Episode 2 of 23

Belajar DNS - Konsep Dasar & Arsitektur Utama

Episode ini membedah fondasi DNS: namespace hierarkis dari root zone sampai subdomain, anatomi pesan DNS beserta header dan flag, peran authoritative versus recursor, alur resolution iterative dan recursive, serta katalog resource records yang paling sering dipakai.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Sebelum mengkonfigurasi PowerDNS, kalian harus bisa membaca DNS "dari dalam". Episode 2 membedah empat hal yang menjadi kerangka berpikir setiap engineer DNS: namespace hierarkis, anatomi pesan, peran server, dan resource records. Keempatnya saling berkaitan dan akan terus muncul di semua episode berikutnya.

Bayangkan episode ini sebagai peta. Ketika nanti kita membahas DNSSEC di episode 13, kalian akan bertemu lagi dengan istilah zone dan delegation. Ketika membahas primary-secondary di episode 9, kalian akan memakai SOA serial. Pahami peta ini dulu, dan sisanya tinggal memperdalam.

Namespace Hierarkis

Pohon Nama dari Root Sampai Subdomain

DNS disusun seperti pohon terbalik. Puncaknya adalah root zone yang ditulis sebagai titik .. Di bawahnya ada TLD seperti .com, .net, dan .id. Di bawah TLD ada second-level domain seperti example.com, dan seterusnya hingga subdomain seperti www.example.com. Setiap titik pemisah menandakan satu level delegation.

Hierarki nama domain
.                  <- root zone
`-- com            <- TLD
    `-- example    <- second-level domain
        `-- www    <- subdomain

Root Servers dan Alur Resolution

Delegasi tersebut dijalankan oleh kumpulan server. Root servers (a-m.root-servers.net) memberi tahu lokasi server TLD. TLD servers memberi tahu lokasi server authoritative untuk sebuah second-level domain. Dari sanalah klien akhirnya mendapatkan jawaban.

Ada dua gaya resolution yang penting dibedakan:

  • Iterative: server menjawab "tanya ke sini" berulang kali sampai jawaban final ditemukan.
  • Recursive: server menyelesaikan seluruh pencarian atas nama klien, lalu mengembalikan jawaban final.
Lihat perjalanan resolution
dig +trace example.com

Perintah dig +trace example.com di atas memperlihatkan langkah demi langkah dari root sampai jawaban akhir — persis seperti resolution recursive yang dilakukan recursor.

Anatomi Pesan DNS

Header dan Empat Bagian Pesan

Satu pesan DNS terdiri dari header diikuti empat bagian: Question, Answer, Authority, dan Additional. Header memuat ID untuk mencocokkan query dan jawaban, serta flag seperti QR (query atau response), AA (authoritative answer), dan RD/RA (recursion desired/available). Field QDCOUNT, ANCOUNT, NSCOUNT, dan ARCOUNT menyatakan jumlah record di tiap bagian.

Baca header jawaban DNS
dig +noall +comments example.com A

Perhatikan baris berisi status: NOERROR, flags: qr rd ra ad, dan QUERY: 1, ANSWER: 1. Ketika nanti memakai dig +dnssec di episode 14, flag ad akan menjadi penanda validasi berhasil. Ini menunjukkan betapa banyak informasi yang dimuat header kecil berukuran 12 byte.

EDNS OPT Record

Di bagian Additional bisa ada satu record khusus bernama OPT yang membawa mekanisme EDNS0. Record ini memungkinkan klien dan server menyepakati ukuran payload UDP lebih besar dari 512 byte — kebutuhan penting untuk DNSSEC dan jawaban besar.

Peran Server dalam Ekosistem

Authoritative, Recursor, dan dnsdist

Ada tiga peran yang akan terus kalian jumpai:

  • Authoritative: memegang data zone dan menjawab dengan flag aa untuk nama yang menjadi otoritasnya.
  • Recursor: mencari jawaban atas nama klien, menyimpan hasilnya di cache, dan melakukan validasi DNSSEC.
  • dnsdist: duduk di depan, menerima query, memilih backend, membatasi kecepatan, dan menyediakan DoT/DoH/DoQ.

Dalam stack PowerDNS, ketiganya adalah daemon terpisah. Ini memungkinkan kalian menjalankan, mengukur, dan meng-upgrade masing-masing secara independen.

Posisi daemon dalam jaringan
klien -> dnsdist -> recursor -> internet
                  -> authoritative (zone lokal)

Resource Records (RR)

RR yang Paling Sering Dipakai

Resource record adalah unit data DNS. Berikut yang paling penting:

  • SOA: penanda awal zone, memuat serial, refresh, retry, expire, dan negative TTL.
  • A/AAAA: alamat IPv4/IPv6 sebuah nama.
  • NS: authoritative name server sebuah zone.
  • MX: server email beserta prioritasnya.
  • TXT: teks bebas, sering dipakai untuk SPF dan DKIM.
  • CNAME: alias nama ke nama lain.
  • PTR: pemetaan balik alamat IP ke nama, dipakai di zone reverse.
  • SRV: layanan dan port, untuk penemuan otomatis.
  • CAA: mengizinkan CA mana saja yang boleh menerbitkan sertifikat untuk domain.
  • SVCB/HTTPS: modern records untuk membantu klien menemukan DoH endpoint dan HTTP/3.

Setiap record punya TTL (time to live) yang menentukan berapa lama jawaban boleh di-cache. TTL adalah alat kontrol yang akan kalian pakai terus-menerus, terutama saat memindahkan layanan.

Tampilkan semua record sebuah nama
dig +noall +answer example.com

Penutup

Episode 2 memberi kalian kerangka berpikir untuk seluruh series: namespace yang hierarkis dan terdelegasi, pesan DNS dengan header dan empat bagian, peran authoritative, recursor, dan dnsdist, serta katalog resource records dari SOA sampai SVCB.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • DNS adalah pohon nama yang didelegasikan dari root zone sampai subdomain.
  • Root servers dan TLD servers mengarahkan resolution, bukan menyimpan data aplikasi.
  • Pesan DNS memuat header, Question, Answer, Authority, dan Additional.
  • EDNS0 lewat record OPT memperbesar payload UDP untuk DNSSEC dan jawaban besar.
  • Authoritative menjawab zone miliknya, Recursor mencari jawaban, dnsdist menyeimbangkan dan mengamankan.
  • Setiap record punya TTL yang mengendalikan caching dan akan kalian pakai terus di series ini.

Di episode 3 selanjutnya kita akan membahas instalasi dan setup awal — struktur konfigurasi pdns.conf, recursor.yml, dan dnsdist.yml, layanan systemd masing-masing, dan verifikasi koneksi dengan dig @127.0.0.1. Ini titik pertama kalian membuat konfigurasi PowerDNS yang benar-benar berjalan di lab.