Belajar DNS - Zone & Resource Record Types
Episode 4 of 23

Belajar DNS - Zone & Resource Record Types

Episode ini membedah konsep zone versus domain, format SOA lengkap dengan serial dan parameter timing, jenis-jenis resource record dari A hingga SVCB/HTTPS, serta perbedaan zone files gaya BIND dengan penyimpanan database di PowerDNS.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah paham arsitektur, saatnya memahami unit kerja DNS: zone dan bahan bakunya, resource records. Di episode ini kalian akan belajar perbedaan zone dan domain, membaca SOA seperti orang membaca jam, dan mengenali record-record yang akan kalian tulis di PowerDNS hampir setiap hari.

Kemampuan paling penting di episode ini adalah membaca output dig dengan cepat. Ketika jawaban muncul di terminal, kalian harus tahu record mana yang aneh dan bagian SOA mana yang menjelaskan perilaku caching. Mari bangun kemampuan itu.

Zone vs Domain

Otoritas, Bukan Sekadar Nama

Domain adalah bagian dari pohon namespace (example.com). Zone adalah bagian pohon yang menjadi otoritas satu set server DNS. Bedanya soal delegation: example.com bisa menjadi satu zone, atau kalian bisa memecahnya menjadi zone example.com dan zone sub.example.com yang didelegasikan ke server lain.

Batas antar zone ditandai oleh record NS pada titik delegation. Ketika PowerDNS menjawab untuk sebuah zona, jawabannya memakai flag aa (authoritative answer) — tandanya data itu memang dimiliki, bukan hasil cache.

Lihat otoritas sebuah zone
dig @127.0.0.1 example.com SOA +noall +authority +comments

Output di atas juga memperlihatkan bagian Authority yang memuat SOA dan NS — penanda bahwa server ini authoritative untuk zone tersebut.

Format SOA

Membaca Parameter SOA

Record SOA (Start of Authority) adalah kepala sebuah zone. Dia menandai awal zone, memuat kontak admin, dan yang paling penting: serial, angka versi yang dipakai untuk membandingkan zone di mekanisme transfer.

Tampilkan SOA lengkap
dig +short example.com SOA
dig +noall +answer +multiline example.com SOA

Perhatikan: dig +short example.com SOA menampilkan nilai SOA dalam satu baris tanpa nama record, sementara dig +noall +answer +multiline menampilkan SOA lengkap dengan setiap parameter pada baris terpisah — jauh lebih mudah dibaca manusia. Mode +multiline sangat berguna saat menganalisis SOA zone orang lain.

SOA berbentuk: primary NS, email admin, serial, refresh, retry, expire, negative TTL. Contoh nyatanya:

SOA example.com
ns1.example.com hostmaster.example.com 2026081001 10800 3600 604800 3600

Arti tiap angka: serial = 2026081001, refresh = 10800 detik (secondary mengecek primary), retry = 3600 detik (coba lagi jika gagal), expire = 604800 detik (secondary menyerah jika primary tidak bisa dihubungi), dan negative TTL = 3600 detik (berapa lama jawaban "tidak ada" boleh di-cache).

Manajemen Serial

Serial naik setiap kali zone berubah. Di PowerDNS dengan backend database, serial bisa dihitung otomatis dari SOA-EDIT (INCREASE, EPOCH, dll.), atau kalian atur manual. Di episode 9 kita akan lihat bagaimana serial ini menjadi penentu terjadinya zone transfer.

Jenis Resource Records

Record yang Wajib Dikuasai

Katalog lengkap sudah diperkenalkan di episode 2. Sekarang lihat bentuk konkretnya dalam satu zone sederhana:

Kumpulan record example.com
example.com.   3600  IN  SOA   ns1.example.com. hostmaster.example.com. ...
example.com.   3600  IN  NS    ns1.example.com.
example.com.   3600  IN  MX    10 mail.example.com.
example.com.   3600  IN  TXT   "v=spf1 mx -all"
ns1.example.com. 3600 IN A     192.0.2.10
www.example.com. 3600 IN A     192.0.2.11
mail.example.com. 3600 IN A    192.0.2.12
  • A/AAAA memetakan nama ke IPv4/IPv6.
  • MX memuat prioritas dan host server email — semakin kecil angkanya semakin diprioritaskan.
  • TXT menampung teks untuk SPF, DKIM, dan verifikasi lain.
  • NS menunjuk authoritative name server.
  • CNAME membuat alias: www.example.com bisa menunjuk ke example.com.

Record Modern: SVCB dan HTTPS

SVCB dan HTTPS adalah record generasi baru untuk membantu klien menemukan layanan: endpoint DoH, dukungan HTTP/3, dan parameter koneksi lain. HTTPS adalah varian SVCB khusus untuk layanan HTTPS. Keduanya juga dipakai protokol DDR (Discovery of Designated Resolvers) yang akan kita singgung di episode 22.

Query HTTPS record
dig @127.0.0.1 example.com HTTPS

Zone Files vs Database

Format BIND-Style

Server klasik seperti BIND menyimpan zone dalam file berformat $ORIGIN dan $TTL. PowerDNS Authoritative tetap bisa membaca format ini lewat backend bind, berguna untuk migrasi dari BIND.

Zone file gaya BIND
$ORIGIN example.com.
$TTL 3600
@   IN SOA  ns1.example.com. hostmaster.example.com. (
            2026081001 10800 3600 604800 3600 )
@   IN NS    ns1.example.com.
@   IN MX    10 mail.example.com.
www IN A     192.0.2.11

Penyimpanan Database di PowerDNS

Berbeda dengan itu, PowerDNS menyimpan record di database. Keunggulannya: serial otomatis, akses via SQL atau API, dan tidak ada parsing file. Konversi antara keduanya dilakukan pdnsutil import-zone dan pdnsutil export-zone-dnssec. Kita bedah backend database secara penuh di episode 11.

Buat zone dan lihat isinya
pdnsutil create-zone example.com ns1.example.com ns2.example.com
pdnsutil list-zone example.com

Penutup

Episode 4 memberi kalian kemampuan membaca dan menulis bahan baku DNS: membedakan zone dan domain, membaca SOA sebagai penanda versi dan timing, memakai record-record dari A sampai HTTPS, serta memahami perbedaan zone files dengan database backend.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Zone adalah bagian pohon DNS yang didelegasikan ke satu set server; domain adalah nama.
  • SOA memuat serial, refresh, retry, expire, dan negative TTL yang menggerakkan transfer zone.
  • Serial naik setiap perubahan dan menjadi penentu sinkronisasi primary-secondary.
  • A/AAAA, NS, MX, TXT, CNAME, PTR, SRV, CAA, dan SVCB/HTTPS adalah katalog yang wajib dikuasai.
  • PowerDNS menyimpan record di database, bukan zone files, tetapi bisa mengimpor format BIND.

Di episode 5 selanjutnya kita akan membahas PowerDNS Authoritative Server dasar — memilih backend antara bind, gsqlite3, gmysql, dan lmdb, lalu praktik langsung membuat zone, menambah record, memeriksa, dan mengedit dengan pdnsutil.

Belajar DNS - Zone & Resource Record Types | Belajar DNS